Akhirnya Musik Bertemu dengan Data

Perkembangan musik itu penuh ketidakpastian. Walaupun, apa yang kita nikmati sekarang ini seperti layanan musik digital dengan tagihan per bulan, itu membuat musik kehilangan istimewanya.

Itu karena perkembangan internet yang sangat pesat tidak memandang apa peduli kiri kanannya. Musik termasuk bagian dari konten dan itu sebagai basis yang memberikan pengguna sebagai informasi atau alat hiburan. Salah satu pelakunya adalah musik.

Aku suka layanan musik digital seperti ini, walaupun bayar bulanan seperti langganan tv kabel dan itu bisa dinikmati secara berkala. Dan, nampaknya para musisi pun menikmati pembayarannya, janji layanan mereka membayari para musisi dengan pendapatan yang pantas.

Fitur yang paling aku suka itu, bisa memutar lagu dengan offline tanpa harus koneksi Internet. Koneksi internet tidak selamanya terhubung terus, musik yang telah kita buat jejaknya tidak akan meninggalkannya. Di Apple Music, setiap aku membuka lagu secara berulang — ulang, itu tidak lagi mengambil kecepatan internetnya, karena saat pertama kali memutar, kita sudah sekalian men-downloadnya.

Layanan musik digital adalah generasi terbaru cara kita menikmati musik. Kesempatan Internet untuk mengambil langkah, hampir semua orang di dunia ini telah menggengam gadget yang tidak pernah lepasnya. Idenya untuk mengembangkan bagaimana musik digital seharusnya terjadi seperti ini. Seperti, kita sedang memiliki radio sendiri dan mendengarkan untuk kita sendiri juga.

Namun, kenapa penerapan seperti ini baru bisa sekarang ya. Padahal, secara teknis internet sudah sanggup mengambil langkah duluan. Musisi sudah terbisasa menjual karya mereka dengan tipe yang beragam dan ini mungkin menghambat para pemain bisnis memiliki faktor keberanian. Mereka sebagai seniman pun belum terbiasa dengan strategi antara Internet. Pengguna seperti dianggap telah memiliki toko musik sendiri. kita diberi hak untuk mendengarkan lagu apapun dan sebagai kesukaan kita.

Layanan ini tidak banyak menanggapinya positif. Terutama buat musisi, salah satunya kepada Taylor Swift, penyanyi ini memprihatinkan paa musisi yang sedang dalam tahap permulaan, karya — karya mereka akan dipermainkan karena jaminan yang tidak jelas.

Apakah musik nanti itu akan seperti kita sedang membaca artikel di blog, berapa orang yang telah mendengar musiknya dan seniman akan dibayar, jika pengguna mendengarnya sampai habis. Aku juga kurang tahu prosedurnya, karena beberapa seniman tidak menyukai ide bisnis ini.

Solusi ini bisa saja berubah dalam dunia musik.

Jika musisi berpatisipasi dalam mengatur data layanan musik digital. Tentunya, mereka lebih berpengalaman bagaimana musik seharusnya terbayar. Proses membuat musik itu tidak mudah. Contohnya, membuat musik pop. Mereka harus menulis lagu, terus menentukan suara musik dan mengaturnya, selain itu mereka harus melakukan penyelesaian dan belum tentu orang produksi mereka menyukainya. Itulah kenapa, musisi tidak setuju dengan layanan ini.

Namun untuk proses selanjutnya. Layanan musik digital bisa membantu mempromosikan karya terbaru mereka. Karena, orang ingin secara langsung mendengarnya. Ada fungsinya juga kan.

Tidak ada objek inovasinya di layanan musik digital. Kecanggihan mereka diperhitungkan dengan kepintaran datanya. Data harus mengenal apa yang pengguna ingin dengar. Setiap kita masuk ke halaman utama, musik telah direkomendasi oleh layanan itu dan kita ingin tahu juga lagu terbaru atau yang masih tersembunyi, padahal lagunya bagus. Ini adalah sebuah pemecahan masalah yang harus dijawab pengembang data. Sebagai anggota baru, kamu akan ditanya apa musik dan seniman favorit kamu, ini sebagai identitasnya agar halaman utama tahu musik apa yang ingin kamu dengar.

Kompetitornya tidak sedikit lho. Hampir semua perusahaan besar memiliki layanan ini termasuk Google dan Microsoft. Belum lagi di tambah dengan para startup yang telah pelanggannya seperti Rdio, Spotify dan Tidal. Belum lagi dengan Apple yang baru merilis Apple Music, padahal Steve Jobs tidak suka itu.

Layanan ini memang mengasyikkan namun kita tidak bisa mendapatkan makna bagaimana musik seharusnya dinikmati. Kita tahu menghargai karya orang lain itu diperlukan, untuk menyemangati mereka untuk terus berkarya lagi. Dan salah satu hal untuk menghargainya dengan mengoleksi karya — karya mereka. Jika kamu menyukai lagu mereka terus bertemu mereka, bagaimana kita membuktikan bahwa kita benar menikmati karya mereka. Layanan musik digital belum bisa mengambil sikap seperti ini, karena sifat kita sebagai pengguna di sini hanya mendengarkan musik dan menjelajahnya.

Jika data dan internet sudah bermain, sebenarnya musisi punya cara baru untuk menjadi terkenal. Internet mampu mengambil langkah apapun. Seperti Soundcloud, platform ini memberikan kamu peluang untuk menjadi musisi yang dibangun oleh komunitas situ. Boiler Room, acara musik yang di selenggarakan di beberapa negara, membangun fondasi para musisi yang memiliki peluang dan bakat. Internet juga membangun apa yang ingin orang lihat. Musik, tidak hanya menambah kreafitias membuat lagu, namun menambah strategi bisnisnya.

Musik adalah segalanya dan memiliki cara masing — masing untuk menikmatinya.