Pelaku Desain dalam Proses Berbisnis


Ini adalah bagaimana pemikiran desainer terhadap kita dalam berbisnis, apakah ada suatu inovasi dalam proses atau manajemennya.


Menurut desainer ternama bernama John Maeda, ini salah satu desainer favorit aku. Dari tahun ke tahun, para pelopor internet membeli agensi desain yang fokus kepada teknologi, termasuk User Interface. Mereka mengakui desain adalah komponen penting untuk produk yang mereka jual. Ini sebenarnya suatu teori lama, namun perkembangannya menyadari pemikiran kita.

Desain adalah sebuah ide dimana perannya sebagai awal dari sebuah objek. Itu definisi yang bisa aku terapkan terhadap bisnis, ini hal yang relatif. Sebagai pemerannya, kita membutuhkan strategi dan penguasaan terhadap konsumen, inikan ilmu yang biasanya kita tangkap dalam bisnis. Hal untuk menentukan tersebut, kita butuh sebuah proses untuk mendapatkan hal tersebut. Desain adalah pelakunya. Jika mereka berinteraksi, hasil kombinasi yang didapat bisa jadi menentukan kualitas bisnis dan penilaiannya dilakukan oleh para konsumen.

Sekarang, orang yang sedang berbelanja di bisnis online, mereka bisa saja tertipu dengan kualitas desain websitenya dan kreatif promosinya. Dan website yang kurang berkualitas dan kelihatan tidak terurusi, bisa saja itu adalah penipuan padahal tidak. Ini adalah pelajaran umum untuk kita.

Dalam penglihatanku, aku mendefinisikan terhadap antara bisnis dan desain dalam teknologi. Salah satu artikel yang pernah aku bahas sebelumnya dalam programmer seharusnya belajar desain dari judulnya, itu telah menandakan teknologi beraduk campur proses desain. Di sini, desain sudah mencampuri urusan bisnis. Studi ini bisa menjadi induk solusi untuk masalah apa pun.

Kita membutuhkan suatu produk canggih yang inovatif. Kunci yang perlu diperhatikan adalah kata ‘inovatif’, ini adalah sifat pertama untuk produk kita. Dari kasus ini, produk tersebut sudah beredar di dunia, namun kita membutuhkan yang lebih dengan sifat inovatif. Yang harus kita butuhkan adalah sebuah ide. Ide berasal dari permasalahan sekitarnya dan datang menjadi solusi. Untuk melakukan hal itu, kita bisa mencari tahu produk sebelumnya, apa yang konsumen katakan terhadap produk tersebut. Tahap pertama akan menjadikan kita pendengar yang baik. Kita sudah dapat permasalahannya, setelah itu bagaimana mengubahnya menjadi solusi. Kita membutuhkan tahap proses dan itu saatnya desain yang mengambil alih.

Desain bukan lagi hanya untuk visualisasi, namun proses menuju visualisasi. Proses tersebut akan menjadikan kita sebuah ide yang secara bertahap akan menjadi produk inovatif tersebut. Aku sering membaca majalah atau buku mengenai web desainer dan referensi yang aku dapat, kini bukanlah ilmu teknik dan tips atau trik menjadi desain yang terbaik. Namun yang menjadi prioritas adalah proses. Seorang arsitek juga demikian, mereka membangun rumah berawal dari desain. Jika saja seorang arsitek memiliki kemampuan gambar yang bagus, namun dia tidak memiliki manajemen waktu atau proses yang efektif terhadapnya, itu bisa jadi membuat kesalahan dalam pembangunan rumah nanti. Web desainer sebenarnya bisa mengikuti langkah proses apa yang dimiliki oleh arsitek.

Bagaimana proses untuk mendapatkan ide tersebut dengan desain dan menerapkannya?. Sekarang, web desainer tidak hanya menggunakan text editor, Photoshop / Illustrator saja, namun sebuah strategi. Pengembang web seharusnya berterima kasih kepada pemain bisnis, karena mereka yang telah mendefinisikan bagaimana desain sebenarnya. Untuk mendapatkan ide inovatif, kita harus mengerti karakteristiknya secara seksama dan coba untuk menanyakan diri sendiri. Ini proses desain pertama, dengan itu kita akan mendapatkan visi dan misi produk tersebut secara otomatis. Pelan — pelan tapi pasti, daripada cepat tapi tidak jelas. Desainer tidak memiliki sifat cepat, jadi mereka orang yang sabar. Begitu juga pemain bisnis, uang adalah hal nanti, yang penting perasaan kita terhadap produk itu. Tulisan yang telah membentuk deskripsi dan fungsi produk bagaimana membuatnya, setidaknya kita sudah memiliki gambaran atau khayalan bagaimana produknya nanti. Jangan meremehkan sebuah tulisan, web desainer saja sebelum memulai menggambar User Interface, mereka mendahulukannya dengan menulis. Itu akan membuka pikiran kita untuk mencari ide.

Desain bukan lagi hanya untuk visualisasi, namun proses menuju visualisasi.

Gambarannya sudah jelas dengan khayalan idenya. Sekarang, bagaimana menuangkannya dalam bentuk desain, sebelum membuatnya. Seorang desainer, dia akan memilah mana komponen yang termasuk mudah, susah, cepat atau lambat. Agar selama mendesainnya tidak berantakan dan lebih rapi manajemennya. Kita pun memerlukan referensi selama proses desain. Karena kondisi bisa saja berbeda saat tahap mendesain dan membuatnya, agar tidak mengulanginya lagi dari awal. Namun, kita tidak boleh terlalu teliti juga sebenarnya. Itu membuat kita takut mencoba. Memang desainer kebanyakan pekerjaannya merencanakan sesuatu, tetapi mereka memiliki keyakinan yang kuat untuk berhasil menerapkannya, itulah kenapa desainer tidak pernah menyerah jika mencoba, apalagi mereka sudah menikmati pekerjaannya, jadi itu hal yang kecil.

Itulah sebuah desain yang berperan dalam dunia bisnis. Tim desainer dari Apple saja, membutuhkan tiga tahun sejak Steve Jobs meninggal untuk mengembangkan produk terbarunya Apple Watch-nya, mereka melakukan eksperimen terlebih dahulu, mereka harus membuat banyak kemungkinan objek dari desainnya, setelah itu apa penerapan mereka yang mengandalkan kesederhanaan dalam Apple Watch tersebut. Penuh pengorbanan semuanya untuk melakukan hal tersebut.

Aku, sejak suka menulis blog. Aku banyak membahas dan mencari ilmu mengenai desain. Definisinya tidak pasti dan relatif, itu bisa membuat aku untuk mengembangkan apa itu desain terhadap kehidupan sekitar kita. Dan aku menyadari ilmu desain ternyata terbaik untuk proses berbisnis, apalagi pengembangan produk. Perusahaan IBM, salah satu pelopor teknologi informasi dan fokus terhadap platform manajemen bisnis saja, mereka membuat anak perusahaan khusus untuk menangani desain.


Desain adalah induk untuk menyelesaikan masalah, bukan mencari warna kombinasi yang sesuai. Jika desain hanya mengandalkan objek, warna dan garis untuk produk bisnis kamu. Iitu bisa saja membuat ketidakjelasan dalam produk kamu setelah pengguna menggunakannya, walaupun mereka sedang membuatnya mengatakan itu jelas.

Aku yakin, para perusahaan Smartphone yang sedang berperang saat ini memiliki proses tersebut, mereka tidak akan bermain — main untuk membuat seri terbarunya. Mereka membutuhkan proses semaksimal mungkin dan mencari celah para kompetitor apa kelemahan mereka. Kemarin, aku banyak mendapatkan berita. Oneplus One dengan seri terbarunya bisa menyamai Smartphone andalan lainnya Samsung atau Apple.

Kehidupan berbisnis itu penuh dengan permasalahan. Desain seharusnya menjadi bagian untuk solusinya, dari mendapatkan inspirasi sampai merencanakan sesuatu. Mungkin itu bisa berlaku dalam, mempromosikan produk. Minimal kreatif dengan pembuatan iklan, itu sudah termasuk bagian pembelajaran desain.

Yang lagi banyak dibicarakan oleh orang — orang desain di dalam perusahaan teknologi, mereka sedang mengandalkan sebuah kata ‘sederhana’. Mereka butuh yang sederhana, namun memberikan nilai lebih kepada konsumen produknya. Di era zaman sekarang ini, menilai sebuah desain mana yang paling bagus itu adalah salah. Itu terletak pada kepribadian kita bagaimana memandangnya. Itu akan berlaku dalam dunia bisnis juga, kesempurnaan tidak mungkin kita dapatkan. Buktinya di antara dua game konsol raksasa antara Playstation 4 dan Xbox One, mereka dikatakan relatif sama fiturnya, tetapi orang menilainya berbeda — beda dengan gayanya dan mereka dikatakan seimbang, tidak ada menang dan kalah.

Pekerjaan seorang desainer memang unik. Di Silicon Valley, Pelaku desain, orangnya universal. Mereka bisa menjadi bagian pekerjaan apa saja. Dalam proses berbisnis, desainer bisa menjadi pemimpin. Harus berpikir cepat untuk mengatasi masalah, punya pengalaman untuk berkomunikasi. Hal ini penting, desainer tidak akan sukses jika mereka tidak punya kemampuan komunikasi, apalagi yang mereka bekerja dalam dunia bisnis, itu bakal menjadi langkah selanjutnya. Selain itu, kemampuan menganalisa juga penting. Setelah komunikasi menyampaikan ide dengan pikiran terbuka, analisa mengambil hal — hal yang harus diterapkan dalam produk atau proyek kamu.

Klien atau konsumen lebih suka berbicara aktifitas mereka sesuai produknya, mereka tidak menyampaikan masukannya secara langsung. Namun sebuah Teka — teki yang harus dicari jawabannya untuk mejadi fitur produk tersebut. Itu tugasnya. Dalam berbisnis pun, kita tidak boleh egois, harus mendengar satu sama lain terhadap timnya. Desainer juga demikian, justru bagian ini nomor pertama yang dilakukan dalam perusahaan.

Pelajaran yang menarik ini, sering aku dapatkan informasi mengenai bagaimana perusahaan teknologi membuat produknya dari nilai proses tersebut. Bisnis bidang lain bisa kita ambil langkah bagaimana pelaku desain menerapkannya. Walaupun aku belum punya pengalaman dalam berbisnis, kemampuan desain bisa menunjukkan kesuksesannya terlebih dahulu.