Rencana Pengembangan 5G untuk Kebutuhan Internet Dunia

Kebutuhan internet dunia tidak perlu lagi dibaca secara analisa, karena semua orang sudah tahu permintaannya selalu naik secara signifikan. Data sudah berskala besar, dari pemakaiannya secara personal hingga melakukan bisnis.

Dan yang sedang menjadi topik hangat alat yang bisa berkomunikasi satu sama lain, proses tersebut bernama machine-to-machine (M2M) communications. 4G saja sudah melakukan hal banyak, bagaimana dengan 5G.

Revisi, menulis essay tentang 5G, berarti aku juga mengikuti perkembangan koneksi 5G dari seluruh dunia, pembahasan di sini membahas ulasan perusahaan masing – masing, mengenai partisipasi untuk infrastruktur komunikasi selanjutnya. – August 21, 2017

Organisasi internasional bernama International Telecommunication Union dari bagian radio communication telah membahas 5G di World Radio Communication Conference tahun 2015 ini. Pembahasan tersebut mengenai syarat — syarat dan ketentuan apa yang dibutuhkan 5G untuk menghadapi maraknya pengguna internet. 5G akan menjadi induk dari awalnya komunikasi teknologi. Secara kecepatan, mereka sepakat 5G akan memiliki kecepatan sebesar 1gbps dan memungkinkan mendapatkan kecepatan ultra.

Pengembangan 5G itu dilakukan secara bersama dan terbuka, setiap yang memiliki keahilan tersebut bisa saja masuk. Dan aku akan membahas pengembangan tersebut dari berbagai negara. Aku tertarik mendiskusikannya dari benua Eropa dan Asia saja.

Eropa dan beberapa negara.

Untuk bagian Eropa, ada kesatuan bernama 5G Infrastructure PPP dengan melibatkan 800 perusahaan atau institusi (hanya Eropa) untuk memberikan masukan, ide inovasi dan kombinasinya apa untuk 5G menghadapi masa depan. teknologi 5G dan sebagainya bukanlah teknologi ysng didasari penemunya hanya satu orang, karena internet adalah milik kebersamaan. Ada tiga perusahaan yang sudah mengambil langkah awal. Perusahaan Ericsson menyatakan visi 5G adalah bagaimana revolusi teknologi mobile komunikasi, mereka terus berperan kreatif bagaimana besarnya efek 5G terhadap dunia. Demikian juga perusahaan Alcatel-Lucent, mereka berpendapat 5G bakal menjadi koneksi yang pintar, Cloud juga akan berintegrasi dengannya. Perusahaan Nokia Solutions And Networks juga tidak mau kalah, improvisasi 5G kebanyakan memberikan skala lebih besar, namun tantangan tersebut tidak hanya bercerita di situ, Nokia ingin menetapkan bahwa 5G sudah harus lebih dari Smartphone ataupun IoT (Internet of Things), berjalannya waktu teknologi akan terus berkembang tanpa kita ketahui dan 5G harus punya peran terhadap itu.

Tiga dari ratusan perusahaan di Eropa memiliki visi yang sama, hanya sama mereka memulai inovasi tersebut dengan cara berbeda. Untuk menghindari individualisme atau ego, mereka punya kesepakatan bersama. Dinamakan dengan METIS Project, di sini setiap detil dari mereka akan mencari kesamaan untuk satu tujuan, sehingga pengembangan 5G mudah diselesaikan dengan teratur. Proyek ini menanyakan setiap perusahaan yang terlibat bagaimana pengaruhnya, resiko atau efek pembesaran konfigurasinya. Salah satu rumus sederhana dari METIS mengatakan, 5G lebih banyak dalam improvisasi dari koneksi sebelumnya, seperti contoh menghemat baterai 5 kali lipat dari 4G.

Bagaimana dengan negara — negara di Asia. China, Korea Selatan dan Jepang, tiga negara tersebut juga tertantang. Proses mereka hampir sama dengan Eropa.

China

Di negara China, pemerintah mereka memberikan dukungan, modal dan membentuk forum bernama IMT 2020, dibentuk pata tahun 2013 dengan partisipasi dari beberapa dari perusahaan ataupun institusi teknologi. Ada 10 aspek yang difokuskan oleh China dari kesepakatan mereka, salah satunya inovasi fondasi network terbaru dengan ramah lingkungan. Tiga operator besar China berlomba — lomba, China Telecom, China Unicom dan China Mobile sama — sama berpatisipasi untuk menunjukkan prospek mereka masing — masing di tahun 2013 kemarin, dalam acara IMT 2020 tersebut. China sudah mengenal bagaimana memulainya, tinggal kerja keras mereka di nilai. Sambil China mengerjakannya, mereka juga sudah membuka pintunya untuk bekerja sama dengan para ahli dari negara lain. Misalnya, Huawei sudah bekerja sama dengan Cambridge University untuk fokus terhadap improvisasi spektrum untuk 5G.

Korea Selatan

Negara Korea Selatan juga punya pengembangan sendiri. Perusahaan Samsung pada tahun 2013 telah mencoba teknologi baru bernama mmWave 5G Technology. Dalam eksperimen ini, Samsung mencoba di luar ruangan dengan menambah beberapa konfigurasi dari 4G dan memperhitungkan kecepatan agar lebih cepat, Samsung sudah bisa memberikan hasil dari kecepatan. Telekomunikasi Korea Selatan bisa mendapatkan kecepatan 1 Gbps, jika dibandingkan dengan 4G hasilnya sudah sangat jauh. Kamu bakal bisa unduh game besar kurang dari 15 detik mungkin.

Korea Selatan memiliki target yang sama pada tahun 2020. Salah satu telekomunikasi terbesar di Korea Selatan, SK Telecom. Memperkenalkan sebuah visi dan misinya tentang 5G, dinamakan dengan “SUPER Cell”. Teori tersebut menyebutkan kecepatan 5G akan 1000 kali lebih besar dari LTE, namun soal nama setelah LTE, apa ya nanti namanya. LTE dari tingkatannya ada dua, LTE standar dan LTE advanced, 5G akan menduduki posisi paling atas setelah LTE Advanced. Selain Samsung, LG ataupun LG-Ericsson telah membentuk 5G Forum, mereka sepakat akan menyelesaikannya pada tahun 2018 pada saat momen Pyeongchang Winter Olympics. Isi kesepakatan mereka adalah 5G koneksi yang pintar dan ramah lingkungan, berpikir lebih luas, hampir sama yang dimiliki oleh perwakilan dari Eropa.

China dan Korea Selatan telah memiliki kepercayaan terhadap 5G, kini mereka harus mempersatukan kepercayaan tersebut untuk saling berbagi dan diskusi mengenai pemikiran mereka. Beberapa lembaga dan dukungan internasional telah sepakat berupa South Korea’s 5G Forum, Taiwan’s Wireless & Information Technology Communication Leaders United Board, China’s Future Forum, METIS Project dari Eropa dan China Mobile. Mereka membentuk forum internasional 5G Summit pada akhir bulan oktober tahun 2013 kemarin di Beijing menjadi tuan rumah pertamanya.

Jepang

Dalam acara tersebut diam — diam negara Jepang ikut serta bahkan Japan’s Yokosuka Research Park juga memberikan dukungan. Telekomunikasi Jepang, NTT DoCoMo juga mendeklarisasikan pengembangan 5G dengan universitas Japanese Tokyo Institute of Technology. Eksperimen mereka juga sudah membuahkan hasil dengan konfigurasi transmisi 10 Gbps. Ada tiga komponen teknologi yang berpengaruh dalam hal ini: MIMO (multiple-input dan multiple-output), 64 QAM (Quadrature Amplitude Modulation) dan turbo detection.

Mereka yang mengembangkan 5G semakin termotivasi untuk mempercepat target mereka, karena tidak kira — kira pengguna Internet tidak bisa dikira — kira. Kita harap masa depan akan berjalan dengan baik dan positif. Perkiraanku, 5G akan menjadi induk dari bagaimana definisi Internet akan diperhitungkan lagi.

Ini baru awal membahas 5G, Kicikku akan membahas lebih dalam lagi mengenai di balik layarnya bagaimana, manfaat dan tekniknya dalam artikel berikutnya. Coming soon..

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.