Menjadi Asing di Internet dengan Tor

Internet menjadikan kita merasa jauh dari rahasia. Pengawasan dimana — mana, kepercayaan tidak berlaku lagi dan kebebasan tapi ada batasan.

Ada pendapat lainnya juga, Internet memberikan lebih kebebasan untuk berpendapat, sosial media adalah senjatanya.

Yang memiliki pemikiran seperti ini terhadap Internet adalah orang — orang yang sensitif terhadap aktivitasnya di Internet. Kadang, kita tinggal hanya memakai tanpa tahu apa dibalik semuanya. Ada juga pengguna perlu berpikir dua kali untuk menggunakannya. Orang Indonesia biasanya mengikuti trendi.

Jika itu menjadi masalahnya, kenapa kamu tidak menjadi orang asing saja di Internet. Tidak dikenal oleh siapapun, mengurangi pengawasan dan menyelamatkan apa yang kamu kerjakan.

Tor bisa menjadi solusinya. Aku pernah menggunakan Browser dari Tor-nya untuk mencoba bagaimana proses teknologi ini berjalan. Performa Internet sedikit lambat, jika website tersebut menggunakan Javascript. Karena Tor Browser benci terhadap Javascript. Setelah aku coba untuk mengetahui identitas IP-nya, ternyata memang benar, lokasiku berada di negara lain. Mungkin, ini lebih terpercaya daripada menggunakan jasa VPN, ada beberapa VPN yang tidak aku percaya.

Perjalanan perkembangan Tor telah menyelamatkan para pengguna Internet yang memegang data sensitif. Edward Snowden yang membongkar rahasia organisasi keamanan Amerika / NSA mengenai pengawasan, juga menggunakan Tor. Selain itu, Jurnalis juga harus menjaga pengembangan berita mereka dari kebobolan dan Tor adalah termasuk pilihan tepat.

Kita tidak bisa memungkinkan apakah internet beserta pengawasannya memang benar, karena pengguna Tor telah merealisasikan bahwa kebebasan internet tidak sepenuhnya bebas. Pengawasan digunakan sebagai alat untuk memudahkan pihak berkepentingan untuk mencegah kejahatan, itu sebagai alasan utama kenapa hal itu terjadi.

Berbalik arah dari pandangan pemeran penjahat, Tor menjadi alat yang efektif bagi mereka untuk menghindari aktivitas kejahatan mereka. ISIS bisa jadi menggunakan teknologi ini untuk merekrut anak — anak muda di sosial media agar identitas mereka tersembunyi dengan baik.

Faktanya, di dunia ini tidak ada yang sempurna, belum tentu ini menjadi berita bahagia selamanya. Namun, sampai sekarang hanya Tor masih menjadi andalan kita untuk berperan seperti itu.

Tor dikembangkan secara komunitas dan pertama kali didanai US Naval Research Laboratory dan pemerintah amerika untuk menjaga intellijen mereka. Pengembangan ini selalu tetap siaga, transformasi dunia sangat cepat, keamanan informasi pun tidak bisa diremehkan. Waktu dikembangkan berawal tahun 90-an dan komersial sekitar pada tahun 2002.


Proses di balik layar teknologi Tor

Dalam proses Internet, kita berada dalam jalur lalu lintas di Internet. Di titik inilah, pengawasan bisa saja terjadi, Ada beberapa pihak mungkin dari kepolisian atau lembaga pemerintah yang bisa akses terhadap pengawasan tersebut. Dan IP sebagai identitas kita.

Sederhananya, Tor bisa mengganti IP kita. Rumitnya, ini lebih hebat dari cara VPN menyembunyikan IP kita. Kenapa begitu?, kekuatan komunitas dari Tor meribetkan persembunyian tersebut dengan donasi menjadikan komputer kamu untuk perpindahan jalur enkripsi. Semakin banyak pengguna rela melakukan ini, bakal semakin susah untuk dicari siapa identitas IP kamu.

Cepat lambatnya koneksi Tor juga tergantung donasi tersebut. Pengembang Tor menyatakan, jika ada pengguna yang ingin melibatkan hal ini, minimal memiliki kecepatan sekitar 2 mbps.

Dari kondisi ini, pengawas atau pembobol hanya tahu identitas kamu dari IP yang diberikan jalur enkripsi Tor. Jadi, seolah — olah kita telah berbohong terhadap mereka.

Contohnya saja Google Adsense. Mesin iklan ini mengerti apa sedang kamu cari di Google, hobi apa yang kamu suka, selera musik kamu apa. Namun, setelah kamu menggunakan Tor. Google Adsense akan tidak tahu apa yang sedang kamu lakukan, jadi mereka akan memberikan alternatif iklan yang mungkin sedang populer di situ. Atau tergantung dari lokasi IP, dengan Tor, kamu akan mendapatkan iklan Google dari negara lain, padahal kamu di Indonesia. Hampir sama dengan VPN.

Tor Browser

Menghubungkan Komputer (Mac) ke dalam Tor Network

Jika ingin mencoba, kamu bisa mencoba dengan Tor Browser, salah satu client dari Tor Network. Setelah kamu download dengan gratis dan membukanya, Tor membutuhkan konfigurasi kamu untuk menyesuaikannya dengan ISP (Internet Service Provider), sedikit lama untuk pertama kali.

Setelah itu, kamu sudah masuk halaman utama Tor Browser dengan Search Engine yang ternyata bukan dengan Google. Pertama kali menggunakan, kecepatan tidak sesuai dengan harapan kita. Ini memang kebijakan dari mereka, karena Tor membutuhkan waktu yang lama untuk menyesuaikan dengan konfigurasi koneksi internet di komputer kamu.

Tor benci dengan bahasa program Javascript. Bahasa program inilah awal dari pengawasan bisa terjadi. Untuk itu pendapat dari Tor mengatakan lebih baik tidak menggunakan Javascript, daripada terjadi apa — apa. Itu pemikiran keamanan informasi. Padahal, Javascript kini menjadi bahasa paling populer untuk pengembangan web.

Karena Javascript bukan pilihan dalam Tor Browser. Maaf, anjuran untuknya, kamu tidak bisa menonton suatu hiburan seperti musik atau video. Karena mungkin sebagian pengguna tidak mementingkan hal ini.


Jika kamu seorang pengembang yang tertarik dengan teknologi Tor. Pengembang mereka memberikan kesempatan kepada publik untuk melihat source code-nya.