Search and Hit Enter

Beragam Gaya Proses Pengembangan Platform


Tahapan membuat aplikasi atau platform yang berlaku memberikan solusi terhadap masyrakat bukanlah main — main keadannya. Gampang untuk mendapatkan wawasan atau referensi bagaimana membuatnya. Namun, untuk mencapai klimaks-nya. Proses adalah ketetapannya.


Platform berarti karena ada pembelajaran masalahnya. Namun kadang, hal tersebut setelah kita masuk ke dalam zona saat membuat aplikasi. Hal itu sudah biasa terjadi sebenarnya, karena saat menulis beberapa kode , kita sudah fokus terhadap ‘apakah ini berhasil untuk bagian ini?. Setelah mendapatkan sukses di bagiannya, secara otomatis, kita akan mengerjakan apa yang langsung di pikiran kita. Kadang, usaha ini yang akan melupakan apa rencana utama kita. Itulah kenapa, pentingnya memberikan sebuah gaya yang beragam dalam pengembangan platform, itu akan mempengaruhi segala upaya dalam setiap tahap, dari menghangatkan konsepnya, pengalaman pengguna, kualitas, kesederhanaan dan ketertarikan.


Apabila, ada beberapa proses yang menempatkan kita masuk ke dalam dunia instan. Ini bukanlah cara inovator sejati. Untuk mencegah hal tersebut, kita harus mengikuti cara seorang seniman menikmati buatan karyanya. Konsistensi adalah kunci mereka untuk selalu bangga dengan karyanya. Cara Inovator untuk mendapatkan hal tersebut, memerlukan pikiran yang jernih dan berada di jalan yang tetap. Kita tidak boleh memandang terlebih dalulu mengenai maraknya kemajuan bisnis menyebabkan kesempatan untuk mendapatkan potensinya semakin sedikit, itu yang menggoda kita untuk menjadikannya secara instan. Pengguna pun juga tidak konsisten, tidak ada kenikmatan namanya.

Dunia desain sudah mencakupi segalanya, bahkan kita tidak menggunakan proses desain pun, secara tidak langsung sudah menggunakannya. Tahap desain bisa menjadi hal yang tidak di sengaja ataupun tidak. Kita memikirkannya dalam pemecahan masalah, itu sudah termasuk desain. Abstraksi pemikiran dan mengembangkannya juga termasuk demikian.

Dalam tahap awal, kita menemukan sebuah ide, karena menemukan inti dari masalah. Namun, tidak semuanya mengatakan ini berhak menjadi platform ataupun aplikasi. Untuk itu, kita harus memikirkan kembali ide tersebut dengan menulis kembali masalahnya apa, secara tidak langsung pun kita mendapatkan beberapa pertanyaan dari diri sendiri. Jawabannya akan mengembangkan ide mentah tadi menjadi matang. Sangat sederhana pembawaannya, namun efek pengaruhnya besar.


Berpikir visual sudah menjadi pembelajaran yang menarik untuk mengembangkan recana bisnis. Bersifat universal, mencakupi hal — hal yang menciptakan sesuatu. Desain, sekarang menjadi topik hangat untuk proses pengembangan platform. Di titik di mana ide divisualisasikan menjadi prototipe-nya. Desainer akan memusatkan pikirannya untuk berkhayal menjadi pengguna.

Desainer terlebih dahulu memberikan penyambutan yang hangat setelah pengguna masuk ke pintu utama aplikasi, pengenalan fitur, kejutan dan ditambah elemen animasi akan memberikan kesan positif awal terhadap pengguna. Halaman utama sudah pasti menjadi kewajiban di setiap rumus pembuatan aplikasi, karena ini memberitahu fitur mana yang diprioritaskan terhadap aplikasi ini, jika sudah menguasai halaman utama, komponen lainnya bakal bisa beradaptasi dengan baik. Kadang ada pengecualian di sini, di mana desainer atau pengembang bisa saja mulai dari hal — hal yang kecil untuk membentuk fitur utama, ini mungkin desainer dan pengembang melakukan simulasi terlebih dahulu.

Proses keamanan pengguna kelihatannya harus berdampak responsif, karena rata — rata pengguna aplikasi melakukannya dengan cepat. Seperti login dengan perantara Facebook atau Twitter, mereka tidak punya kesabaran untuk hal ini. Namanya saja ‘Mobility’, sifat aplikasinya juga harus demikian. Integrasi data dengan server atau API, adalah tahap yang sedikit eksperimental. Desainer dan pengembang harus mendapatkan keseluruhan kondisi apa yang pengguna akan dapatkan juga. Desainer harus menempatkan posisi bagaimana pengguna mengambil data yang baru, data yang mengalami gangguan, masalah internal atau data bersifat offline. Setiap User Interface memiliki kondisi berbeda di mana itu akan menggambarkan ekspresi pengguna, di mana senang, sedih, merasa terbantu ataupun marah. Jika salah satu kondisi tidak mendapatkan bagian Interface, itu akan menjadi fatal.

Berpikir visual juga bisa menjadi hal yang menghambat proses, jika desainer memiliki sifat terlalu menjadi sempurna. Mereka akan mengganti konsep di waktu yang tidak tepat, jika bekerja sebagai Vendor atau agensi, akan sedikit mengecewakan para pelanggannya. Walaupun standar-nya sudah didapatkan, namun desainer ini masih berprasangka ada celah yang menyimpang baginya.


Orang — orang Enterprise bakal bekerja dua kali untuk menyusun antara data dan konten. Data adalah hal yang terstruktur jika mampu menyesuaikan dengan efisiensi para karyawan. Setiap harinya, perusahaan selalu tanggap dengan angka potensi mereka. Desainer dalam Enterprise harus banyak mengambil resiko dalam kedudukan setiap fitur platform tersebut, karena data adalah sistem kekeluargaan. Kepala keluarga harus bertanggung jawab atas anggota dan anak — anaknya. Kepala keluarga berada sebagai pemimpin dan penanggung jawab, karena dia menjadi kesimpulan dari anak — anaknya atau data spesifik-nya. Inovator Enterprise platform harus mengubah kesimpulan tersebut menjadikan orang — orang internal merasa tidak perlu masuk zona perhitungan atau analisa yang membingungkan. Enterprise tidak sekedar menampilkan data, namun bisa membaca kondisi.


Gaya inovator Enterprise memiliki cara pandang prioritas berbeda, mereka yang pertama lebih memanfaatkan grafik, karena itu salah satu bagian utama paling dimengerti, proses yang sangat populer. Semua menyadari, kita tidak butuh memperhatikan lagi secara spesifik bagaimana membaca data. Solusi yang sangat sederhana, dengan pemanfaatan visual. Kedua, mungkin grafik hanya sebagai ‘distraction’ / gangguan, penglihatan semata tanpa memberikan kesimpulan. Tantangan sekarang dalam pembuatan platform Enterprise adalah, bagaimana menjadikannya sebagai teman, kadang Enterprise tidak memperhatikan ekpresi para penggunanya. Jika pengguna senang, berarti Enterprise sedang memberikan data yang telah mencapai targetnya. Jika pengguna merasa sedih, mungkin Enterprise memberikan data terpuruk, walaupun penggunanya sendiri menghasilkan data tersebut.

Itulah kenapa, Bisnis inteligensi menjadi maraknya wawasan untuk menambah bagaimana Enterprise menjadi pintar dalam pendamping memberikan solusi. Bersikap seolah — olah selalu berada di pihak kita. Enterprise menjadi proses yang selalu berkembang.

Desain hanya sebagai penempatan dari proses ini. Namun, memberikan makna harus diikut sertakan, jika sebuah platform ini berguna bagi semua orang dalam jangka waktu yang lama.


Kesempatan sudah di depan mata. Keyakinan tercapainya aplikasi sudah dikembalikan gambaran atau desain program tersebut. Membuat platform bukanlah hal yang monoton, layaknya seorang detektif, harus mencari setiap celahnya. Dunia memang membutuhkan suatu inovasi dari kehidupan mereka, kadang pun kesederhanaan menjadi permintaan mereka dalam fitur inovasinya. Platform memang membutuhkan kesederhanaan, pengguna menginginkannya secara efektif, hemat waktu dan juga interaktif dari konsepnya. Sebelumnya, aku membahas tentang pematangan ide akan menangkap bagaimana pengguna beradaptasi fitur dengan cepat dan juga responsif tentunya.

Hal ini pasti ada kaitannya satu sama lain, antara koneksi, menyerap data, prioritas konten dan kunci utama fungsi aplikasi. Jika salah satu tidak berjalan dengan baik, pengguna merasa adanya gangguan, berarti mereka potensi kehilangan pengguna aktif. Sayangnya, hal ini tidak berlaku kepada platform yang sudah memiliki name. Seunik apapun ide tersebut, bukan berarti itu yang bakal menjadi nomor satu. Namun, yang dinilai adalah efektifitas, dengan ini pengguna akan bertahan di wilayah kita. Lebih bahaya-nya lagi, ide yang ternyata unik itu sebelumnya, dimanfaatkan inovator lainnya dengan kualitas jauh lebih efektif dan sederhana.

Kita sudah memiliki referensi, proses dan kualitas. Sekarang adalah menuju efektifitas, Banyak kemungkinan yang bisa kita ambil contohnya, Jika aplikasi itu memiliki nilai ketertarikan yang tinggi, namun konsep kesederhanaannya membusuk dan mempengaruhi kinerja platform, berarti pengguna hanya mendapatkan pandangan pertama. Jika platform itu tidak mencolok ketertarikannya namun konsep sederhana diterapkan dari misinya dan pengguna merasa terbantu oleh efektifitasnya, namun pasar harus berpikir dua kali terlebih dahulu untuk mendapatkannya. Tidak ada yang sempurna, setidaknya membayangkan bagaimana kedua pandangan ini menciptakan keseimbangan.

Itu tergantung dari pengalaman. Pembuat aplikasi baru pastinya bangga dengan karya pertama-nya, walaupun kegagalan pernah ada di tangannya. Selama waktu berjalan, inovator akan lebih menyadari memperhatikan kualitas dan totalitas, berpikir untuk menjadikannya produk. Sebelum kesuksesan dan kegagalan menentukan, yang jelas platform yang kita buat telah menjadi bagian sejarahnya. Inovasi akan berada di tangan siapapun, jika dia mau mengambil resiko dan terus belajar tanpa memperihatikan siapa yang paling hebat atau berkuasa.

No Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: