Search and Hit Enter

Membangun Kepercayaan dengan Personal Branding


Makanan memiliki branding yang unik. Itulah kenapa, aku menggambar ilustrasi dengan berbagai tipe produk makanan. Menarik, penuh warna dan menarik suasana. Apakah kamu juga bisa membuat demikian?


Gaya hidup kita dipenuhi dengan merek (branding). Jika demikian, kenapa kita tidak mengambil kesempatan untuk membuatnya juga. Ini langkah pertama untuk mem

Dunia bisnis sangat merekomendasikan ini, karena ini akan membangun kepercayaan dari pengalaman — pengalaman yang telah kamu perbuat sesuai dengan bakat kamu. Orang — orang yang mempercayai kamu dengan senjata personal branding kamu, tidak akan melihat apakah karya kamu termasuk gagal atau berhasil, namun mereka sudah melihat kegigihan kamu dan konsistensi yang ada dalam diri kamu. Tidak harus menjadi nomor satu dan terdepan di karya tersebut, namun setidaknya bakal ada orang yang akan membutuhkan.

Seorang desainer tidak akan bisa menjadi handal, jika dia tidak memiliki pengalaman dalam karya — karyanya. Seorang penyanyi tidak akan menjadi terkenal, jika dia belum merasakan kegagalan dari bakatnya. Walaupun waktu yang dibutuhkan lebih dari 5 tahun atau 10 tahun untuk mencapainya. Tapi sejarah sudah menulis jejak tersebut.

Alasan aku menulis ini, karena internet ikut serta membangun kepercayaan kita, dengan adanya internet kita membagikan bakat kita dengan orang lain, walaupun orang bisa saja memberikan pujian atau kritikan, orang — orang di sekitar apalagi untuk sosial media, mereka akan tahu secara sadar, ternyata dia punya bakat dalam hal ini. Contohnya, ada seorang musisi muda yang sedang kuliah asyik membuat melodi sendiri, dia sering membagikan karya pribadinya di sosial media. Orang — orang tahu dia pandai membuat musik karena sosial media. Suatu saat, mungkin ada orang yang bertanya kepada kamu, ‘Apakah kamu punya teman yang bisa membuat musik?’, secara otomatis kamu bakal merekomendasi musisi muda itu, walaupun karyanya tidak banyak dinikmati teman — temannya.

Personal Branding memberikan manfaat dengan mengejutkan. Orang — orang tidak akan tahu apa bakat kamu, jika kamu tidak memperlihatkannya. Dan sekali lagi, itu tidak melihat kualitas antara bagus dan jelek atau antara sukses dan gagal. Itu hebatnya. Suatu saat, ada orang yang bakal menghubungi kamu.

Sekarang, kuncinya adalah komunikasinya. Bagaimana kamu menampilkan portfolio kamu. Website adalah senjata paling efektif untuk orang mengenal kamu secara dasar dan secara tidak sengaja kamu mempromosikan diri. Jika tidak bisa membuat website personal, ada alternatif lainnya. Buat halaman blog dan tulis berkala tentang kepribadian atau bakat. Setelah itu, promosikan dengan teman — teman tersebut. Kamu bakal menjadi pusat perhatian dalam bidang tertentu.

Di dunia kerja, ini termasuk penting. Apalagi orang — orang yang sedang mencari masa depan karirnya. Sekarang, dunia cepat bertransformasi, bagaimana orang berpikir pun berubah. Sekarang di sebagian perusahaan, mereka tidak peduli kamu dari universitas favorit, terkenal atau lainnya. Mereka peduli dengan bertanya ‘kamu bisa apa?’ atau ‘apa yang bisa kamu kontribusi untuk perusahaan ini?’. Itulah saatnya, kamu menyesuaikan personal branding kamu dengan pekerjaan tersebut.

Aku punya ratusan karya, dari aplikasi, gambar, tulisan blog hingga aku pernah membuat musik sendiri untuk game pertamaku. Selain itu, aku semakin memperlihatkan personal branding dengan membuat website sekaligus blog bernama kicikku.com. Itu membuat aku tambah bangga dengan diriku sendiri.

No Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: