Terpengaruhi oleh Transformasi?


Ada permulaan cerita, peran baik, buruk, sukses, gagal, skenario dan akhir cerita.


Bukankah begitu cara kita menghadapi era globalisasi. Di tambah dengan dunia digital, terlalu sempit imajinasi kita untuk menangkap sesuatu. Keadaan yang mungkin membalikkan arah solusi, walaupun luasnya lautan informasi sudah mudah didapatkan. Bukankah itu yang menyebabkan kita takut terhadap transformasi?

Kita benar — benar sudah merasakan bagaimana dunia teknologi sekarang di pertengahan abad ke-21. Setiap tahunnya, menunggu apa langkah selanjutnya dari sebuah inovasi. Mungkin awal dari abad 21 atau akhir abad 20 masih menjadi imajinasi kita untuk menangani masalah di sekitar kita. Sekarang pertanyannya, apakah cerita ini masih berlanjut?

Sekilas tentang cara menemukan ide dalam inovasi, bagaimana prosesnya?. Mulai dari hal — hal kecil di sekitar kita atau passion yang sedang kita nikmati, apakah ada titik yang menyebabkan masalah, mulai dari tidak efektif, tidak membawa pengaruh besar atau menganggu sekitar dan memanipulasi hal tersebut higga menjadi solusi. Sangat sederhana pembawannya hingga menjadi topik bisnis dari kesuksesan ide tersebut.

Kenapa permasalahan transformasi ini baru muncul?

Oke untuk dari inovasi internet lambat menjadi internet cepat, itu transformasi yang tidak bermasalah, . Inovasi sudah lebih dari sekedar cukup dan karena itu banyak orang menyadari kenapa permasalahan transformasi ini baru muncul?, teknologi yang akan menggantikan pekerjaan kita?, kini ilmu mudah didapatkan dari internet sehingga banyak orang genius di luar sana tanpa berpendidikan formal atau semua kini serba instan. Menjelaskan definisi internet sudah sangat luas, apalagi teknologi sendiri. Teknologi terbentuk karena simulasi pikiran kita, misal jika sedang berjalan lambat, apa yang harus kita dapatkan agar menjadi cepat dan itu sudah menjadi pengalaman yang harus diterapkan, karena sebagai manusia kadang tidak merasa puas di sekitarnya.

Jika teknologi adalah bagian kehidupan kita, kenapa kita harus merasa terjepit dengan ‘disruption’ atau era baru dari transformasi.

Jelas ini adalah pemikiran orang bisnis dan mereka bukan pemain sejati, sehingga tidak peduli dengan linkungan sumber daya pekerja mereka, berpikir lebih dengankeluar dari zona nyaman mungkin sudah bukan menjadi prioritas. Itulah kenapa, perusahaan teknologi sekarang semuanya hampir memiliki prinsip yang sama, saling berlomba untuk menjadi yang tercanggih, bukan memprioritaskan pelanggannya.

Aku ingin lebih dalam menyikapinya dan kembali ke pertanyaan atau beberapa dasar. Apakah teknologi kita benar — benar sudah mencukupi aktifitas kita?, sekarang zaman kita bukan lagi tahap belajar dengan teknologi, ini sudah bagian kehidupan kita. Salah satu inovasi yang benar — benar mengubah kehidupan kita adalah komputer, bermula dari menghitung matematika, sekarang menjadi pelengkap segala hal dan meminimalisir menjadi alat komunikasi atau jam pintar. Jadi, tidak ada yang original di sini dan itu pun juga tergantung dengan passion kita. Dengan ini bisa menjelaskan kenapa transformasi itu ada, dorongan di mana inovasi kini menjadi lebih unik. Mungkin unik belum cukup menjelaskannya, tapi unik menjadikannya tidak biasa dan pengalaman baru.

Secara tidak sadar, ini sudah menganggap sebagai transformasi dan pemain lain akan mengikuti langkah keunikan kamu. Pemain lain adalah orang — orang yang benar — benar terpengaruhi oleh transformasi kamu. Kenapa?

Orang yang berbisnis teknologi hanya sekedar berbisnis akan kurang sensitif dengan keadaan dunia bisnis sekarang. Mereka tidak hanya menambahkan hal inovatif, tapi mungkin kreatifitas. Kreatifitas bakal melihatkan jati diri dari perusahaan dan mendapatkan prinsip mereka secara mudah. Pengaruh dari transformasi pihak lain akan kebal lapisannya, karena kita bakal mengembangkan prinsip kita dengan membuat transformasi tersendiri.

Jadi solusinya bukanlah sebuah solusi, namun keyakinan.