Search and Hit Enter

Produktifitas Tanpa Kolaboratif


Tujuan untuk memahami, menyederhanakan dan membuatnya instan adalah sisi positif dari inovasi. Mengambil langkah yang tidak biasa, lain dari pendapat orang lain dan investasi yang tidak diperkirakan adalah sisi resiko adalah inovasi.


Kehidupan yang sudah melebihi dari cukup kini mengambil langkah uniknya. Begitulah bagaimana kita sedang menghadapi dunia teknologi sekarang.

Kondisi saat ini, termasuk topik utamanya adalah internet. Pekerjaan cara menikmati dunia bisnis sangat integrasi ketat dengan dunia data. Pandanganku hanyalah teknologi, namun topik ini sudah mengikuti aliran dunia bisnis lebih dari apapun, integrasi ketat yang memungkinkan cerita masa depan kita nanti. Orang berpikiran sekarang, beberapa pekerjaan akan digantikan oleh mereka. Teknologi yang sudah mencakupi semua, kita hanya memikirkan bagaimana membuat suatu inovasi untuk melaksanakan eksekusi pekerjaan kita. Seperti artikel yang aku tulis di ‘Modelling Revenue in API business’, semua kategori bisnis mampu memanfaatkan permainan Data dengan integrasi bisnis mereka. Entah itu, secara fisik ataupun digital.

Kita sedang mengalami itu semua dan akan mempengaruhi cara mengambil tindakan sebelum eksekusi bisnis itu dimulai. Misalnya pengembangan data, dari kita menampilkan di dashboard atau mengambil sumber dari mana, terus membuatnya pintar dari analisanya hingga hitungan atau bisa mengambil tindakan sendiri, menyadari ada manfaat yang dibuat kesimpulan oleh hitungan data kita dan akhirnya berperasaan empati. Dengan ini jelas, bahwa inovasi sekarang integrasi kuat terhadap apa yang harus kita realisasikan terhadap proses pengerjaannya. Sekian dari balik layar data. Inilah yang menyebabkan kenapa data bisa meminimalisir manajemen bisnis yang mungkin lebih efektif dari tenaga kerja manusia.

World Economic Forum banyak membahas dampak terhadap masa depan pekerjaan dan termasuk mengakui inovasi dari teknologi benar — benar memberi partisipasi terbesar. Rapor mereka juga menyebutkan bagaimana pengalaman yang didapatkan dari dampak teknologi, salah satunya fleksibilitas pekerjaan dan efisiensinya. Mereka juga memprediksi tahun 2020, semua akan beradaptasi dengan hal — hal otomatis dan bisa saja dikendalikan oleh robot. Mobile adalah teknologi yang memberikan dampak terbesar. Menurut aku, kesimpulan ini memberikan bahwa cara pikir kita harus digali lebih dalam, kita tidak hanya mengonsumsi hal inovatif-nya, kita bakal berkomunikasi atau lebih mengutamakan kolaborasi dengan permainan data.


Aku berprasangka baik terhadap transformasi ini, pekerjaan yang tidak seharusnya dilakukan, telah diambil alih oleh inovasi. Sekarang tugas kita hanyalah menjalankan, memikirkan resikonya dan ke depannya, cara integrasinya dan rencana ke depan. Tidak semuanya mendapatkan berita bahagia, semakin tinggi angka pengangguran bisa jadi dampak dari ini. Bahkan dunia Fashion pun berpikir untuk memiliki produksi secara instan tanpa memikirkan nilai seninya dengan keadaan trending sekarang, dengan pemanfaatan teknologi sekarang bisa terealisasikan, semua tercampur aduk hingga menjadi hasil secara otomatis dikendalikan oleh Data.

Kita sedang terlalu memikirkan proses, karena kompetisi terlalu cepat, orang mungkin merasa akan cepat melupakan yang telah tiada untuk mengambil langkah baru. Ini koneksi yang terlalu besar untuk di diskusikan, karena banyak bisnis menyuruh data untuk mempelajari apa yang diiingkan para pelanggan sehingga mereka bisa berintegrasikan dengan mudah. Peran manusia di sini hanya sebagai membuat keputusan dan membangun efisiensi dari lingkunan proses bisnisnya.

Penyederhanaan yang kita rencanakan adalah berkaitan dengan pekerjaan. Contohnya, internet sedang mempromosikan suatu pekerjaan baru, disebut #digitalnomad. Orang — orang ini (termasuk aku.) hanya mengandalkan produk digital sebagai fondasi mereka dalam bekerja, kebanyakan mereka sudah keliling dunia untuk berburu harta karun dan bertemu orang — orang baru, mereka membantu perusahaan atau orang — orang yang sedang mengatur bisnis mereka atau mengerjakan proyek tersendiri (Freelancer).

Namun pertanyaan besarnya, mereka adalah individualisme, karena data dari digital produk sudah menjadi kolaborasi mereka. Siapa yang mengatur finansial mereka?, siapa yang menjaga hubungan denan klien?, siapa yang mengurus website-nya?. Jawabannya hanyalah ‘data’. Dunia bisnis sekarang termasuk startup termasuk dalam produktifitas tersebut. Pengembang membuat platform untuk para pengembang lainnya, Pemain bisnis membuat produk untuk pemain bisnis lainnya atas kerja mereka. Hasilnya adalah instan dan hemat waktu.

Setidaknya, data hanya membantu pekerjaan kita dalam kondisi apapun. Bukan, mengganti pekerjaan kita. Jika iya, siap — siap menghadapi perjalanan era globalisasi.

Sekarang, aku tidak mau menanyakan langkah selanjutnya. Namun, apakah kita benar — benar akan beradaptasi dengan hal itu. Kebanyakan Startup hanya menempatkan data sebagai rumus rencana bisnis mereka dengan kegemaran para penemu dan memberikan jasa yang secara otomatis bisa mencapai tujuan kita. Walaupun manusia memang membutuhkannya.

No Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: