Peran Desain Terhadap Pengembangan Pelayanan Kesehatan

Penerapannya masih minim namun keyakinan inovasinya jelas lebih efektif

Social Care Interaction Moment — Kicikku

Pemikiran desain peka terhadap kesenjangan tidak setara dalam cara berinteraksi sosial, apalagi jika berhubungan dengan pengalaman untuk merasakan inovasi. Jika seorang dokter ternyata menemukan titik masalah bagaimana cara mereka menjalankannya, mereka tidak akan sekedar melayani pasien mereka, namun bagaimana menemukan konsep bersuasana dengan menciptakan rasa peduli sesama lain dalam berjangka panjang, hingga terpikirkan kondisi lingkungan yang mungkin mencegah permasalahan bagaimana pasien juga ikut serta berinteraksi dalam menyikapi daerah sekitarnya. That’s design thinking in long-term social simulated building related with healthcare.

Inilah, aku menunjukkan dua pertanyaan berbeda dan pemikiran yang berbeda pula, anehnya koneksi ini menuju satu tujuan, memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat. Akan tetapi, kunci penerapannya hanya satu yaitu kehidupan sosial.

What might be design thinking in psychological simulated / Interpersonal relationship for healthcare services ?

Dokter spesialis anak bisa menjadi contoh untuk menjawab pertanyaan ini, dari proses anak dan orang tua nya mengunjungi tempat spesialisnya hingga pulang dengan solusinya. Dari pemahaman proses ini ada tantangan yang harus dijawab oleh dokter anak, ‘Bagaimana sebagai dokter anak bisa menciptakan suasana yang menyenangkan agar anak — anak tidak kelihatan tegang, jika menghadapi hal yang belum diketahui secara pasti atau rasa takut?’.

Sebagai desainer, pertama kamu harus meletakkan perasaanmu menjadi perasaan anak2 tersebut, dari orang tuanya mengajak anak tersebut untuk pergi ke dokter hingga anak langsung bertemu dengannya, kita bermanipulasi atau berimajinasi terhadap emosinya, walaupun kita tidak tahu secara pasti apakah prediksi ini benar, namun kita setidaknya tahu sesuatu sederhana yang membuat anak — anak merasa nyaman dan juga sederhana. Prinsip desain tidak pernah membolak-balik idenya sendiri, seolah — olah tidak percaya dengan imajinasi mereka, itu juga termasuk menghilangkan prinsip sendiri.


Pertanyaan ini biasanya datang dari masalah, bagaimana seorang dokter bersifat netral terhadap suasana sesuai dengan keahlian profesinya, tanpa menyakitinya dan menyesuaikan goal yang diperbuat. Ketika sedang tegang ataupun putus asa sebagai lawan bicara seperti pasien atau meditasi.

Ini kelihatannya sudah di luar konteks terhadap tantangan desain, namun kesesuaian ini kita fokus terhadap prosesnya antara pengertian kita terhadap pasien dan bagaimana cara komunikasi untuk mendapatkan ketentuan saling mengerti, respek dan empati, dalam arti menciptakan suasana yang baru.

Pengembangan ini juga bisa diterapkan pada suasana cara rumah sakit melayani pasiennya. Konsep gambar di atas mencari celahnya dan menelusuri setiap tindakan dalam sistem kompleksitas pelayanan kesehatan, seperti garis biru menunjukkan proses dalam menyampaikan dan menerima emosi dan untuk garis merah hasil campuran yang didapatkan dari garis biru, untuk menuju titik solusi pasien.

What might be design thinking in building health care technology?


Sesi ini yang lebih populer dalam pengembangan produk medical ataupun teknologinya. Pengembangan teknologi medical dengan cara pemikiran desain, lebih memprioritaskan bagaimana pengguna, pasien, dokter menggunakannya sehingga dapat nilai lebih seperti efektivitas, kesederhanaan dan keuntungan secara berkala. Desain diposisikan dalam proses pengembangan yang menghasilkan kebiasaan baru dalam pemakaiannya.

Bagaimana proses desain menghasilkan kebiasaan baru tersebut dari elemen teknologi?
Kita menargetkan terhadap nilai komersial, dalam arti pelayanan kesehatan jika diperdalam lagi bagaimana pemeran pelayanan kesehatan 
sudah bisa memberikan secara langsung sesuai apa yang mereka ucapkan emosional terhadap pasiennya, analisa yang jelas untuk mengambil keputusan yang jelas hingga kenangan yang diharapkan.

Itulah kenapa, scientific methods atau pengujian secara klinis dan secara pandangan sains terlebih dahulu barang kali akan melenyapkan konsistensi kita terhadap masalah yang mereka hadapi, tidak ada tujuan yang jelas bisa menyebabkan kesalahan fatal. Desainer mampu mempertahankan tahap ini agar rencana yang kita tetapkan, selalu realisasi dengan hal yang mudah terlebih dahulu. Ada proses unik yang biasa digunakan pemikir desain, biasanya disebut fake-prototyping, palsukan terlebih dahulu, dengan ini tujuan pengembangan kita kelihatan bereaksi dan termotivasi untuk mengembangkan kembali ke tahap interaksi-nya.

Ada dua tahap yang aku kembangkan sendiri secara visual dalam pengembangan teknologi medical, yaitu receiving — sending.

Sending –
 Seperti pengembangan umum lainnya, medical tech harus bisa beradaptasi dengan kondisi badan yang dibacanya dan mengubahnya menjadi struktur data dari bagian kerja sensor tersebut. Tahap ini bisa menghilangkan tujuan pengembangan dari prinsip proses desain, jika tidak mampu mengambil berbagai pengorbangan investasi (waktu, uang dan sdm).

– Receiving
Setelah mendapatkan struktur data, medical tech harus bisa memberikan refleksi kepada penggunanya, agar mereka pun bisa memberikan respon sesuai keadaan yang didapatkan. Refleksi dan respon menjadi catatan untuk mengembangkan tahap ini, desainer harus bisa menciptakan emosi terencana antara proses.

Bagaimana kita memanfaatkan inovasi data sebagai pengembangan layanan kesehatan?
Ada yang interesting dalam proses Sending — Receiving, kita sedang memanfaatkan pengolahan data di sini. Inovasi data mampu mengembangkan berbagai aspek proses pelayanan kesehatan, seperti kepribadian, kebiasaan dan analisa yang memprediksi koordinasi apa yang harus dilakukan pasien selanjutnya.

Namun, cara pengaruh dari dampak pemanfaatan teknologi ini juga bisa menjadi hal yang mengganti profesi peran pelayanan ini, salah satunya isu ide terhadap aplikasi / platform mampu beradaptasi untuk menggantikan profesi dokter, dengan sekedar pemanfaatan data dan elemen kecerdasan buatan. Ide ini kelihatan mengancam, namun transformasi teknologi tidak bisa diprediksi bagaimana penyampaiannya.

Tentu, inovasi dari teknologi haruslah bersifat netral dalam interaksi manusia, sehingga lengkap mencakupi semua kategori perubahan sosial dan manfaat yang didapatkan dari kedua belah pihak.

Desainer walaupun pengembangannya sudah bisa menangkap reaksi emosi luar dari pasien, akan tetapi sebagai desainer juga menambahkan, kunci ‘pengertian’ salah satunya yang akan mengindikasikan reaksi emosi dalam dari pasien dari kepedulian seorang dokter secara manipulatif, dalam arti mengesampingkan untuk selalu berpikir positif sebagai pasien dan keluarga, untuk tidak terus khawatir, hampir sama dengan pertanyaan pertama tadi, namun ini untuk diletakkan terhadap teknologi. Karena hanya teknologi-lah yang paling kelihatan fungsionalnya dalam menciptakan inovasi.


Sekarang, Pemahaman terhadap proses pelayanan kesehatan sangatlah kompleks, pembahasanku pun masih bertujuan umum, hingga para desainer inovatif menelusuri rasa ingin tahu bagaimana cara mendapatkan pengalaman ataupun suasana baru. Karena desainer tidak sekedar memanfaatkan visual, namun pemahaman simulasi dalam suatu budaya, aktivitas ataupun proses dengan menerapkan ide daya kreativitas agar menjadi suatu sistem baru. Tujuan yang didapatkan biasanya kesederhanaan, efektivitas dan ‘saling pengertian’ tadi.

Sekarang pertanyaan lainnya, bagaimana desainer bisa menarik perhatian atau mengambil tindakan inovatif untuk menarik pengembangan rumah sakit dan sistem pelayanan kesehatan lainnya, bahkan sebagai inspirasi baru untuk dunia desain dan model bisnis firma yang melahirkan potensi baru. Dominasi dunia teknologi, kita sebagai pengembang inovasi, tidak hanya desainer punya memiliki pemikiran desain atau visual, akan tetapi peran yang berkaitan dengan men-integrasikan pemikiran desain terhadap semua profesi. Desainer hanya mencakupi elemen dasar tempat, waktu dan subjek / objek, mengaitkan satu sama lain hingga menemukan tujuan yang jelas.

Peran pelayanan kesehatan inilah yang dinamakan imajinasi berkekuatan kesadaran terhadap dunia sekitar, ditambah dengan perasaan empati, jika memiliki ruangan untuk berinovasi.

Leave a Reply