Jembatan Antara ’Cause’ dan ‘Impact’

Bagaimana desainer mengembangkan dari dua arah yang saling memiliki untuk mendapatkan satu tujuan sebagai kebutuhannya.



Singkat saja untuk membangun berbagai inovasi. Mengenal kunci masalahnya, menyusun tujuan dan menciptakan aksi dan kebiasaan baru. Berbagai variasi strategi para desainer untuk mengembangkan produk teknologi, startup ataupun infrastruktur inovatif lainnya, padahal sederhanannya terletak diantara dua pihak, yaitu cause / penyebab dan impact / dampak.

Fondasinya bermain antara mengerti tentang permasalahan hingga selama pembangunan jembatan tersebut mencari tahu jawabannya dan di akhir respon untuk menerima inovasi baru.

‘Cause’ / Penyebab

Mengerti cerita permasalahannya, mengerti intinya dan menemukan tujuan untuk meminimalisir tujuan tersebut. Jika teknologi adalah fondasi utamanya, desainer akan diliput oleh dua pikiran untuk menentukan tujuan membuat jembatan menuju ‘impact’. Pertama, tidak semua kecanggihan teknologi bisa dirasakan kebutuhan pada potensial nanti, itulah kenapa desainer harus bisa menggabungkan hal tersebut dengan pikiran berikutnya, menjadikannya sebuah adaptasi baru.

Para innovator memberikan inovasi kepada masyarakatnya dengan kredibilitasnya, namun juga memberikan dampak bagus untuk kehidupan bisnis mereka. Saling memberikan keuntungan, walaupun innovator berada di sisi yang berbeda.

Bisa saja desainer harus menanggapi pertanyaan seperti ini, bagaimana para desainer mendesain platform agar pengguna terus-menerus menggunakan produk kita, agar performa bisnis kita mencapai bahkan lebih dari target.

Ide yang diberikan memang kelihatannya tidak lagi original, namun penyampaian mereka bisa mempengaruhi user dengan reflek secara cepat. Itulah hebatnya dari inovasi teknologi, orang begitu antusias ketika melihat sesuatu yang baru, walaupun dampaknya akan dipikirkan nanti.

Ketahuilah, dari seluk beluk apa yang orang — orang sedang mengalami masalah, itu bisa menjadi permainan para innovator dan desainer untuk menemukan celahnya. Sehingga Jembatan ini aku rasa akan memiliki dua arah dan salah satu arahnya akan berbalik arah untuk memberikan keuntungan dari bisnis mereka.

Di tengah jembatan antara ‘Cause’ dan ‘Impact’

Saatnya memberikan kemungkinan ide — ide yang berkaitan dengan tujuan utama kita, prioritaskan dua atau tiga hal yang mungkin bisa dibahas lebih dalam oleh para desainer. Jangan berusaha untuk menjadi sempurna, karena ketidakyakinan-mu untuk menerima kegagalan. Itu bakal menghilangkan prinsip kamu atas membangun jembatan ini.

Di tengah — tengah jembatan, sebagai desainer sudah memiliki prototipe fitur utama yang bisa memotivasi untuk memulai kebiasaan baru dari adaptasi inovasi ataupun teknologi kita nanti. Terus, jadikan prototipe tersebut sebagai pembelajaran untuk tanggapan dan kritik, karena belum tentu ide yang kita kembangkan sudah bisa menjawab pertanyaan yang dibutuhkan oleh potensial sana, walaupun sudah disadari dengan analisis yang kuat. Ajak teman atau orang yang ternyata mengerti masalah tersebut atau ahli dari bagian bisnis / proyek untuk mencobanya di pertengahan jembatan, layakkah untuk dikomersialkan?.

Untuk pengembangan prototipe itu sendiri, desainer memiliki variasi proses untuk melakukannya. Hanya saja, yang kita perlukan adalah, melekat tidak tujuan dari produk itu sendiri dengan prototipe. Sehingga, pengguna yang menggunakannya merespon dengan cepat apa yang sedang mereka gunakan saat ini. Kadang kualitas User Interface tidak mencerminkan kualitas jawaban untuk pengguna.

Dari ekspresi warna, layout, font hingga permainan ekspresi animasinya jauh dibawah ekspetasi untuk menarik pelanggan. Coba kita ambil contoh dari aplikasi Instagram, tidak ada yang spesial dari User Interface mereka, hanya saja efek dari konten tersebut membuat aplikasi ini hidup. Sangat sederhanakan pembawaannya. Yang penting adalah, pengguna dari membuka aplikasi hingga akan menerima pengaruh bisa dibawa dengan dengan akhir cerita yang bagus.

Innovator teknologi tidak bisa bermain canggih saja, canggih bukan selera utama untuk membuka kesempatan baru, namun mencari tahu layaknya tidak untuk bisa berinteraksi dengan kehidupan masyarakat.

‘Impact’ / Dampak

Saatnya babak penentuan. Setelah membuat prototipe tersebut menjadi berinteraksi, hingga layak untuk dicoba dan sebagai penilaiannya. Berbagai desainer mencoba mencari tahu dengan mensimulasikan langsung dengan pengguna yang berada diluar pengembangan konteks produk bisnis.

Desainer tidak perlu menjelaskan apa fungsi platform ini keseluruhan, namun dari prototipe itu sendiri-lah yang sendirinya akan menjelaskan dengan proses pengguna nanti, tapi disertai dengan pertanyaan — pertanyaan yang bisa membuatnya untuk berpikir apa yang sebenarnya mereka gunakan saat ini dan menyadari fungsi dan tujuan setelah menggunakannya. Itu bakal mengeluarkan emosi mereka untuk tanggapan prototipe ini, hingga suasananya akan tidak terasa tegang, agar kita pun mendapatkan kritik dan tanggapan mengenai prototipe tersebut nyaman dan menghormatinya.

Jika simulasi itu memang dibutuhkan diluar, banyak aksi yang akan dilakukan, itu harus dilakukan. Desain membutuhkan banyak eksperimen dan penelitian dari berbagai kemungkinan.

Ada salah satu buku desain berjudul Sprint: How to solve big problems and test new ideas in just five days dari Jake Knapp memiliki resepnya cara mendapatkan feedback secara efektif untuk pengembangan ke depannya. Hingga cara berkomunikasi juga diterapkan buku ini, sesuai dengan setiap kepribadian pengguna, sehingga membentuk koneksi terhadapnya.


Sekarang, dari penempatan pekerjaan di setiap sisi jembatan, apa tantangan selanjutnya untuk bisa beradaptasi dengan desain berikutnya. Semua tidak bisa dijawab dengan jawaban yang pasti. Kepribadian, kepemimpinan dan cara memilahnya yang akan menentukan hal tersebut. Karena ini adalah salah satu proses pengembangan bisnis, semua tergantung dengan pengalaman masing — masing dan cara belajarnya.


By Firas Rafislam is tech strategist, designer, instigator in developing tech experience for inner and outer digital biz or business prospective, he’s also passionate discovering idea in design thinking. He was Freelance iOS Developer. Kicikku is his collective experimental ideas and essays platform.

Leave a Reply