Search and Hit Enter

Studio on The Floor


Aku sering mendengar, apa yang membuat seniman menjadi inspirasi untuk orang — orang yang menikmatinya adalah dibalik kerja proses dan lingkungannya.

Jadi merasa seperti seniman. Dan ini suasana ku selama berburu ide. Ya, lingkugan studio ku selalu berubah setiap semesternya dan kali ini di lantai.

Produktivitas dan manajemen kerja ku masih jauh dari sempurna. Misalnya, aku ingin menulis tulisan blog terbaru, itu membutuhkan tiga sampai satu minggu, belum ditambah dengan gambar ilustrasi, itu wajib, karena aku orang yang senang dengan visual. Untuk proses menulis, aku terapkan secara manual terlebih dahulu di buku tulis, tapi anehnya ketika mau ketik di komputer, justru menulis versi baru, jadi tulisan manual tadi sekedar menjadi referensi, kalau sudah mulai frustrasi tinggal ambil beberapa kalimat dan lanjutkan natural. Menulis memang susah, penuh dengan manipulatif komunikasi dan konsistensi bertahap.

Untuk koleksi buku, aku sering membeli buku pemikiran desain, seperti yang terkenal Change By Design dari Tim Brown, terus The Best Interface Is No Interface dari Golden Krishna, selain itu buku hubungan inovatif teknologi dan bisnis dan juga beberapa majalah mengenai Media Art. Bisnis sebenarnya bukan sebagai fondasi utama ku, karena teknologi dan desain punya koneksi kuat dengan dunia bisnis, jadi ikatan ini mengalir mengikuti alur. Namun, buku tidaklah cukup menjadi referensi ku, ya jawabannya apalagi selain internet.

“The only art I’ll ever study is stuff that I can steal from.” — David Bowie

No Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: