Dua Bulan Setelah Menghapus Akun Facebook

Tidak ada pengaruhnya jika masih bersangkutan dengan internet, Facebook hanya sebagian kecil sebagai inisiatif untuk meminimalisir penggunaan internet.


Facebook, sebuah budaya internet sendiri yang diakui sebagai media sosial untuk melakukan interaksi bersama siapapun, keluarga, teman lama, mencari teman baru dan pandangan bisnis. Pengalaman inovasi ini sudah ku alami semua di Facebook dan yang ku dapatkan hanya membuang — membuang waktu, lupa dengan prioritas sendiri.

Aku tidak mengerti apakah keputusan ini termasuk rugi atau beruntung. Rugi, karena aku sudah menghindari momen, inspirasi dan cerita dari teman — teman lama Facebook. Beruntung, karena lebih fokus dengan produktivitas ku dan lebih asyik dengan apa yang ku lakukan dan juga berkarya.

Ini pun bukan terlalu menjadi pikiran mengenai Facebook, bahkan tulisan jurnal ini sudah menjadi kepribadian ku, bahwa inovasi internet tidak selalu menang dalam mengambil dampak positif terutama di bagian kehidupan ku, hanya sekedar eksperimen.

Eksperimen itu berlangsung lama dan akhirnya selesai, ketika aku tidak mengerti kenapa Facebook tidak memberikan hasil terbaik terhadap Facebook Page dari Blog ku, Kicikku. Uang yang selama ini aku keluarkan, untuk memperlihatkan ke dunia dari cara spesialnya, tidak memenuhi ekspetasi. Investasi ku hanya berakhir dengan angka — angka abu data dengan angka ribuan impressive. Namun, tidak ada respon yang aku dapatkan. Ketika itulah, aku mulai ragu dengan Facebook, perusahaan yang menjadi kepercayaan utama dari belahan dunia internet manapun, ternyata hanya sebuah ilusi. Inilah awal dimana aku mulai suka mengkritik kehidupan internet, walaupun bidangku terus memikirkan ide dalam teknologi.

Petualangan keyakinan meragukan ini berlanjut, ketika menemukan Blogger Steve Pavlina yang menyadari Facebook beserta sosial media lainnya mudah memanipulasi mentalitas kita, gak kalah beda dengan pengaruh televisi, setelah membaca artikel demikian, besoknya tanpa berpikir dua kali, langsung ku putuskan menghapus akun Facebook, beserta akun pribadi.

Sebenarnya, kalau pintar menggunakannya, membagi waktu dengan baik, Facebook bukan jadi masalah. Tidak termakan dengan cerita kehidupan sosial seseorang agar tetap berpegang teguh dengan mimpi dan prinsip, konsisten dengan jalan sendiri. Ini lebih dari sosial media, semua bisa terpengaruh dengan penuh kejutan.

Inilah, mulai sekarang bagaimana agar internet tetap merefleksikan diriku sebagai apa adanya, belajar hal baru, mencari inspirasi bertahap, masih banyak cara lain daripada menghabiskan waktu di Facebook

Leave a Reply