Digital Detox dikenal Menetralkan Budaya Sekarang

Ketika cerita antara internet dan Smartphone terus berlanjut, ada di lain cerita sedang meminimalisir penggunaan kedua inovasi tersebut.

Cukup terkenal, di kalangan orang — orang psikologi. Ini sudah menjadi kebiasaan baru, termasuk hal — hal sekitarnya. Jika keduanya berdampak bagus untuk kehidupan kita, bagaimana dampak buruknya.

Perkenalkan ‘Digital Detox’, sebuah therapi berjangka tiga hari untuk menjauhi alat — alat elektronik beserta Smartphone nya. Apa efeknya, rasakan sendiri. Apakah itu gelisah, memukau sesuatu, kesadaran diri sendiri, menghayati sebuah ide, inspirasi berlebih dari daerah sekitar.

Kelihatannya mudah untuk dilakukan, kemungkinan ini bisa menyebabkan dilema, meninggalkan seluruh perhatian, hilang kredibilitas followers, tidak ada berita terbaru bahkan lingkaran sosial mu, menahan perkembangan karya mu, bahkan tidak merespon pesan teman.

Ini ada, karena peduli dengan isi pikiran mu apa yang direfleksikan oleh kombinasi internet dan smartphone. Kepribadian berpikir mu, mengambil keputusan serta cara bertahan menghadapi masalah.

Ada istilah juga dengan ‘Overload Information’, masuknya informasi ke kita secara berlebihan tanpa ada masukan makna terlebih dahulu, pelaku nya internet, walaupun internet tidak ada maksud menganggu nilai inovasi nya.

Tulisan Digital Detox ini cukup dihadirkan dari berbagai pengalaman seseorang yang sudah melakukan therapi ini dan kebanyakan berdampak pada diri mereka sendiri. Iya, suatu saat kita memang butuh dengan koneksi internet, namun otak kita tidak bisa setiap hari menampung apa yang didapat, cukup sudah kenyang, saatnya dicerna dengan belajar meninggalkannya untuk perhatian diri mu.

Teknologi dihadirkan karena percaya dengan kita cara memanfaatkannya, sama penerapannya dengan kebiasaan lainnya, tidak berlebihan.

Leave a Reply