Search and Hit Enter

Plant: Exploring The Botanical World

Beribu Seikat Bunga, Panen, Tamanan Bermanfaat hanya bisa disederhanakan oleh satu buku. — Review


Perlahan — lahan alam yang ada di sekitar kita menjadi kesadaran dunia seni, bagi para seniman yang merasa sensitif dengan nya, juga merasa ini yang terbaik jika dimaknai dengan gambar sendiri, entah itu bangga bertambah cantik karena kreasi kepribadian nya atau pemandangan baru.

Botany is presented a born from nature, additional of art, it’s a system in singularity for an abstracts. Many artists from intellectual past in different time and also the present, furthermore the future want to taste, everything is hungering these nature. Botanists, it’s their name, I have noticed in this profession basically from Plant: Exploring The Botanical World.


Plant: Exploring The Botanical Way, buku seni flora, fauna serta botani dipilih ketidakbatasan memilih apa yang lebih dari kata cantik saat membuka — membuka halaman tersebut, aku yakin seniman ini menghabiskan waktu lama nya setelah menikmati proses akhir karya tersebut.

Rich and whole world of flowers and field of botanists which is transformed in the creations of various emotions. That’s how I belong with it, although my eyes can’t grow responsive in this curation, it’s enough with my appreciations, how their process are belonging to lovely of nature.

Sometimes, it’s need more sympathy in a kind of reflections. Detailed in his stories are matched the meanings of every picture and personalized artists, authored by many expertise collaborations.

Plant: Exploring The Botanical World — Girolamo Pini

Bukan keahlian ku di Botany termasuk seni nya juga, hanya saja nama Leonardo Da Vinci telah menyelamatkan ku, karena partisipasi nya mencoba gambar bunga spesialis bernama Ornithogalum umbellaton atau Star of Bethelem, dari essay penjelasan situ, keunikan seni Leonardo karena begitu sensitif nya dengan dunia sekitar termasuk bunga tersebut. Tidak jauh dengan observasi nya begitu sabar, detail dan juga dalam.

Semua seniman juga mengerti prinsip di atas, kecantikan natural diuji kesabaran bagaimana para seniman menikmati prosesnya, terbukti mereka dari berbagai belahan dunia dan variasi budaya telah mencapainya, konsep mereka masing — masing.


I didn’t notice something not strange on me, but Leonardo Da Vinci have been saved me with his experiments on a long-form name flower, that’s good enough, how he sketched raw on his book, with detailing process. I assumed he is learning from those beautiful things, and mirroring what kind of controlled mind have architect on one of his creations.

And rest of another artists, I’m still learning on it, especially from Middle East, Islamic Civilization which experimenting health care development and herbal. Abu Ja’Far Al-Ghafiqi, the twelfth-century Andalusian Physician. His manuscript on herbal is collected with Osler Library of the History of Medicine, that’s how curious works, and also learning a history with a form of art are part of my interesting, where in how could they deeply enjoyed the process, and qualities which affects many centuries to see how their works.


Jika sejarahnya ingin menjelaskan, awalnya gambar — gambar tersebut sebagai visual mereka untuk mempelajari ilmu herbal, melepaskan struktur — struktur bunga nya dan rasa ingin tahunya membuat mereka menganalisa setiap fungsi di setiap bagian, mungkin saja, tidak hanya itu, mereka sudah lekat untuk membanggakan budaya sendiri.

Abu Ja’far Al-Ghafiqi

Apalagi seorang Botanist dari kolonial Islam dulu bernama Abu Ja’far Al-Ghafiqi, menulis dua buku berjudul Book of Simple Drugs 1256 dan Book of Herbs 1595, jejaknya di pengembangan kesehatan, memberikan bantuan bagaimana seni gambar di manuscript tersebut menjelaskan lebih gampang atas penemuan — penemuan mereka dari dunia herbal. Bahkan buku Book of Simple Dtugs tersebut memiliki 400 halaman penuh warna, ini bisa ku bilang ensiklopedia resep obat — obat tradisional dari berbagai tanaman.

Seru lain seniman dan juga seorang dokter dari Jepang Sakamoto Konen dengan bunga Sakura nya, beruntung bagi seniman Jepang sana mereka menikmati bunga tanaman musiman sendiri, apalagi musim semi, motivasi nya menghasilkan karya sendiri dari Cherry Blossom.

Perlahan — lahan alam yang ada di sekitar kita menjadi kesadaran dunia seni, bagi para seniman yang merasa sensitif dengan nya, juga merasa ini yang terbaik jika dimaknai dengan gambar sendiri, entah itu bangga bertambah cantik karena kreasi kepribadian nya atau pemandangan baru.

Tidak ada hal detail lagi yang bisa ku jelaskan dari buku ini, entah waktu atau sumber yang tidak ku ambil alih kemudian. Pertama, buku ini mentidaknyamankan diriku untuk lebih membuka nya, kadang kita sendiri meremehkan sebuah hal — hal natural, padahal kita sangat membutuhkannya, setidaknya para seniman sudah mengajak dengan cara berbeda, satu — satu nya pengalihan dari dunia seni dan imajinasi.

Lunar Peony

Dari Charles Darwin dengan karya tersembunyi nya bersama Orchid, hingga Robert Clark mensempurnakan karya Darwin’s Orchid tahun 2007. Waktu sudah saling menghubungkan antara para seniman ini. Dua halaman berbeda dan seniman berbeda menghubungkan satu kategori sama, contohnya tadi. Juga ada John Gerard satu halaman miliknya karya struktur Jagung tahun 1597, halaman lainnya seniman Jepang Hideo Horikoshi bersama solanum tuberosum atau tanaman kentang sudah menjadi bagian karirnya sebagai seniman botany bahkan diapresiasi oleh Royal Horticultural Society’s London Botanical Art Show 2015.

Even, these curations are analytics that always forgive in his characteristics how they developed on it.

You’re not also seeing an imaginative nature on there, but a speculation mind which feared to modified on his perfections. Our expectation are far than what artists saw in vision from wholeheartedly.

That means you’re be challenged after touch this book and see , each matches between artists and floral they created, what kind of purpose ‘why do they made it and choose instead another flowers from around?’.

That’s it from my basic, and every culture have been detailing on his own principles, like a Japanese culture is so readable to guess chronically from their botany’s creations. I’m seeing these many manuscripts are saved in some private publications, Illustrated Manual of Medical Plants, compiled by Iwasaki Tsunemasa.

Meluangkan waktu bersama Botany: Exploring The Botanical World, aku merasa lemah, tidak berkesan, rasanya tidak ikhlas untuk menikmatinya, dasarnya kita hal — hal kecil sekitar seperti ini ternyata menghasilkan ribuan kesempatan untuk meluangkan beremosi dengan dunia seni. Bahkan buku ini, aku menganggap awal dari semua untuk belajar Botany, setiap gambar menurunkan kembali ilmu — ilmu tersembunyi.

Buku ini akan hadir di Kicikku Store dalam waktu dekat.

Experiencing The Botanical World, your gift a package of bunch flowers from a gorgeous side of nature. That’s enough with me, so many references including many artists, scientists and physician to see the nature of thinking.

Randomly pages are refreshing your eyes to more appreciate these things, if you’re regular inspirations finder. My cheap eyes even doesn’t connect to their interesting for me. First review on Kicikku Store has heavenly magics the new contemporary. Nature are catching an openable things. Massive progress wouldn’t made you exciting in this book, a kind of mystery have adapted from these botanists, Plant: Exploring The Botanical World.


[Artikel ini bercampur aduk dengan bahasa Inggris, awalnya aku tulis dalam bahasa inggris, tapi aku merasa ingin tetap konsisten bahasa Indonesia. Jadi ku biarkan saja.]

No Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: