Jangan Sampai Termakan Pengaruh Angka

Di bidang kreativitas, kadang aku juga ikut memahami dunia advertising serta marketing, dan juga berhasil menulis artikel di Kicikku dari dunia ini.

Semua ternyata begitu ambigu, hingga sosial media serta budaya nya meyakinkan kita dengan angka — angka kepastian mereka.

Pertanyaan tersebut ternyata kembali ke arah ambigu tadi, mereka orang — orang yang memahami analisa konten serta marketingnya mungkin sudah melupakan ambigu tersebut, kreativitas dan hal lain ‘seni’.

Karena keyakinan marketing sekarang yang terus mengandalkan analisa, angka dan teori konten mereka, ini menyebabkan kreativitas sudah di jatuhkan. Waktu juga ikut serta menakuti — nakuti, bahkan itu juga berlaku untuk diriku. Sistematis ini juga sudah jatuh kepada cara orang berinovasi.

Entah itu karena era konten sekarang begitu menjanjikan, bahkan istilahnya sudah berbentuk profesi, atau budaya modern sekarang sudah malas dengan rasa penasaran misterius.

Menemukan gambar ini dari salah satu Twitter ahli advertising dan marketing, Ryan Wallman. Dia salah satu orang yang setuju bahwa sosial media dan budaya digitalnya adalah omong kosong, atas peran marketing dan advertising bisnis.

Aku kurang mengerti dengan peran profesi — profesi ini, akan tetapi dari peringkat 1 sampai 10, itu didominasi oleh dunia digital. Tapi yang menjadi pertanyaan ku, kenapa ‘Creative Director’ dan ‘Art Director’ berada di posisi terbawah.

Apakah ‘Innovation Director’ atau ‘Digital Director’ sudah menangkap peran ‘kreativitas’. Atau ‘kreativitas’ nya hanya berlaku dengan referensi alat — alat teknologi berkaitan. Dan angka dan data analisa akan terus menerus bertanggung jawab, membenarkan suasana hingga tidak ada rasa independensi.


Pertama, pengaruh angka menyebabkan kompleksnya untuk mengambil keputusan, apalagi kalau ide tersebut dianggap aneh absurd.

Ada cerita menarik dari inovatif bisnis dari Jepang, salah satu founder Sony Akio Morita tidak tertarik dengan analisa pasar bahwa orang — orang sana tidak akan beli lagi tape player. Beliau meremehkan hal tersebut dan lebih ingin fokus terhadap produknya, ternyata Walkman salah satu inovasinya diterima dengan 330 juta unit terjual sebagai alat musik terkemuka di dunia waktu itu.

Data beserta angka — angkanya itu seperti kenyamanan, apa yang mereka katakan kepada kita akan mencerminkan bahwa hal sekitarnya sudah sepantas untuk mendapatkan kondisi seperti itu, kenyamanan nya tidak mau mengubah sesuatu, walaupun ambisi dengan ide sedang lewat, rasanya takut jika data angkanya berlawanan dengan arah kita.

Pekerjaan seperti ini tidak akan membawa kejutan, emosional, mengubah suasana, jika hanya terobsesi dengan angka — angka tersebut. Proses dan konsisten adalah kuncinya, terkadang itu menguji kesabaran, sangat tidak nyaman, tapi ide serta motivasi terus membangkitkan pekerjaan. Dan juga kembali ke cinta nya.

Apakah hal tersebut bisa diprioritaskan kembali?, tergantung kepribadian sendiri. Karena kita sedang berada di dunia saling mengejar satu sama lain, entah itu dorongan dan tarikan dari mana, itulah yang menyebabkan angka begitu memesona mudahnya mempengaruhi kita.

Aku juga tidak tahu di mana sisi kreativitasnya akan kelihatan, jika pekerjaan — pekerjaan dari gambar ini ternyata sedang paling mempengaruhi di dunia bisnis sekarang. Dan berita buruknya, mereka di peringkat terakhir untuk berpatisipasi dalam berinovasi.

Iya berkompetisi juga dipertaruhkan di sana, memungkinkan mengambil banyak langkah — langkah yang ceritanya angka kesuksesan tersebut menjanjikan kepada yang lain. Semua yang berbisnis akan memiliki pandangan yang sama nantinya, tanpa tahu mereka semua pun juga mudah diprediksi.

Bisnis setidaknya punya selera berseni, jika angka — angka dominan sedang dikejar — kejar oleh peran bisnis sekarang potensinya, bisa saja itu angka salah, kenapa tidak ambil saja hasil angka yang kecil, dianggap gila akhirnya, tapi kamu punya pengaruh ide lain, jangan sampai itu berakhir di tengah jalan, bisa saja itu kesempatan emas terlewatkan sebelum mencobanya.

Jika prinsip mengatakan jalan berbeda, seharusnya ikuti prinsip kamu kepada jalan berbeda, prinsip tersebut suatu saat akan berguna untuk orang lain. Bukan mengikuti prinsip lain, hanya karena kualitas mereka terkemuka. Mencoba untuk memulai tanpa dari gangguan manapun adalah kuncinya, menemukan emosi mereka yang membutuhkan dan menyelesaikan masalahnya.

Semua itu tidak gampang, misalnya saja internet sudah memberikan kecanggihan lebih dari apa yang kita pikirkan untuk solusi kita, tidak semuanya juga bisa memberikan jawaban benar, apa yang orang butuhkan sana.

Seandainya aku ingin mengkhayal, diri ku ini harus menempatkan emosi ku terhadap orang — orang sana, apa yang mereka inginkan dari kebutuhan nya.

Bahkan ku korbankan rasa sayang demi jawaban khas untuk inovasi bisnis ku, jika terjadi. Hingga mereka mau melakukan hal — hal frustrasi, bahkan mau masuk ke jalur kita, walaupun harga yang ku pasang mahal, tapi mereka tidak akan menyadari bahwa mereka sedang membutuhkannya.

Perhatikanlah dengan pandangan lain, cari ada tanda kesempatan yang ternyata dilupakan oleh kompetitor sana atau sedang kuncinya meremehkan, kita yang akan menempatkan tanda — tanda tersebut.

Syaratnya sederhana saja untuk berani melakukan itu, beranikan diri untuk melawan apa yang angka atau riset sudah menghantui kamu, termasuk orang — orang sekitarnya.

Leave a Reply