Instagram dan Diri mu

Aku hampir menyamakan Instagram itu dengan televisi, hanya saja dikendalikan.


Berhari — hari tanpa sadar dunia hiburan terus digenggam di tangan mu, dalam kamar, di mana pun, itu syarat di samping dunia modern ini. Entah itu menyebutnya sebuah hiburan atau ga, yang jelas kamu selalu membutuhkannya, apalagi di saat itu sendiri, kesepian. Kebiasaan yang ternyata tertanam tanpa sadar sudah dilatih dengan kesan pertama, itulah Instagram.

Masa depannya sudah diprediksi akan menyamai Facebook dan lebih, sederhana penyampaiannya, ternyata lebih merasa muda bersama Instagram. Sekarang tergantung dirimu, apa yang akan kamu lakukan dengannya?, apakah mencoba mencari inspirasi yang tidak ada habisnya kemungkinannya, atau sekedar menikmati momen — momen bersama teman dan keluarga, bahkan Instagram dianggap sebagai adiktif kekinian.

Dasar nya sosial media begini, saling berinteraksi satu sama lain, berkomunikasi jarak jauh, bermanfaat untuk mengabari teman yang merantau, membagikan rasa ingin tahu-mu dan juga situasi mu sekarang. Instagram sudah menangkap semua-nya, apalagi kekuatan visualnya fokus bersama foto dihadapan-mu, scroll ke bawah selalu dibawa — bawa pertanyaan dan kejutan dari setiap pengguna yang kamu follow. Jadi kelihatan, ternyata orangnya seperti ini di Instagram, beda ya ketika ketemu langsung dengan nya.

Duduk sebentar, terasa hampa, Instagram pastinya memberikan penasaran baru, karena lagi lapar dengan perhatian di luar sana. Setiap menit, setiap jam, apa pun kondisi nya, Instagram adalah kemanjaan baru sana, bahkan bisa menutupi diriku atau kamu yang sedang berlawanan arah antara situasi dan mood.

Ini bukan kritikan, karena dirimu dan Instagram adalah selera mu, kebiasaan mu, jika gaya mu memang butuh bersama Instagram, bersenang — senang dengannya, karena sosial media ini sangat imajinatif, siapa sangka, genggaman-mu sudah memperlihatkan suatu bagian dari apa yang dunia bagikan di sana, berbeda dengan Tumblr yang agak spesifik pembawaan-nya.

Hebatnya dari dunia modern ini, Instagram sudah dianggap kewajiban, semua orang rata — rata menggunakannya, jika ketinggalan dari mereka, ini merasa sedikit menganggu di pikiran, takutnya orang akan meninggalkan kita, karena pengecualian. Orang tidak akan tahu apa kabar mu, apa yang sedang kamu lakukan, di mana kamu berada. Normal atau tidak untuk masalah ini, itu berkaitan dengan dirimu dan Instagram.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.