Ketika Ide Hanya Didasari 4 Elemen

Sudah cukup menguasai peradaban-nya, hingga kini terus dikejar — kejar, hanya untuk menyampaikan pesan

Teks, video, musik dan gambar, 4 elemen ini sudah membentuk ribuan ide, mendefinisikan sebuah ide secara efektif, menjelaskan ide dengan benar, merealisasikan ide dibentuk menjadi suatu objek. Berkat mereka, semua punya ketergantungan satu sama lain hanya untuk membantu inovasi apa yang sedang dikerjakan.

Ada kekuatan sihir yang tidak disadari bisa menganggap emosi sebuah permainan untuk dicari tahu tujuan mu karena sesuatu, orang membutuhkan, budaya, bahkan kompetisi.

4 Elemen ini setiap harinya dipakai oleh berbagai orang untuk aktivitas masing — masing, 1 detik waktu sirkulasi mereka bergerak antara keluar dan masuk, selalu muncul di permukaan datar papan pengembangan cerita tersebut, tinggal desain serta strateginya mengatur waktu, proses dan juga antara kualitas dan kuantitas.

Masing — masing mereka memiliki kekuatan tersendiri, Itu pun berlaku dengan konektivitas kita terhadapnya, entah itu rasa penasaran tinggi, ingin mempelajari sesuatu, bisa terhibur dengan mereka, selera berbeda, banyak kemungkinan sudah dilengkapi oleh 4 elemen ini. Tinggal pertanyaan baru, yang berada di sensitivitas kamu untuk mengungkap dan mengubah sesuatu.

Sederhana saja pembawaannya, menyusun elemen — elemen terapan dan terbentuk suatu grup menjelaskan ide dan elemen tersebut. Namun kadang dibawa tidak puas, perfeksionis,

Anggap seorang fashion desainer selalu corat — coret dengan kertasnya dan menempel sketsa nya di papan, setiap coretannya sangat berarti, dibuat dengan naturalis tanpa melihat dua kali apa yang salah dengan sketsa nya dan muncul lah ide — ide spontan di papan tersebut dengan 20% sudah ditangkap bagaimana akan realisasinya. Fashion desainer tidak memiliki perfeksionis, yang mereka miliki standar di setiap detail elemennya, penggunaan elemen nya hanyalah gambar dan adaptasi konsep budaya nya, hasil akhirnya dikemas untuk individual memiliki selera berbeda — beda.

Keberadaan perbedaan selera tersebut, Fashion menyampaikannya bukan untuk popularitas, namun penyampaian selera di setiap orang. Jika kita mengerti suatu grup terelemen tersebut alasan terciptanya ini, apakah itu juga akan berlaku untuk orang yang akan menggunakannya?

Berawal dari acakan potongan puzzle yang belum dirasakan kondisinya, karena ide menyangkut inovasi mensyarakatkan kesabaran dan perjalanan panjang untuk mengungkapkan misteri terebut, karena di satu sisi kita merasa ini jalannya. 4 Elemen tersebut bisa saja hanya jatuh sekedar menjadi elemen, ketika itu gagal untuk dibangkitkan apa yang ada dibalik nilai tersebut. Hingga potongan — potongan puzzle tersebut mau disusun dengan memperhatikan bagaimana menyambungkan nilai elemen tersebut dengan kondisi yang terus menjadi perhatian kita, mencari tahu lebih dalam dan melakukan sebuah hubungan serta kunci komunikasi.

Elemen juga pandai berhalusinasi, apalagi menyangkut selama dalam proses pengembangan, mereka disamakan dengan dunia seni, beda nya mereka elemen harus berujung berdampak, walaupun itu dimulai dengan garis lurus. Karena dampak itulah yang akan menulis ceritanya sendiri oleh konteks budaya yang membutuhkan, tanpa harus menjelaskan. Itu akan kembali ke kekuatan visual, dampak inovasi tersebut akan kelihatan cara orang — orang menikmati 4 elemen tersebut.

Tahap pertamanya adalah melemahkan diri, lemah untuk tidak mengerti apapun disengajakan. Jika sudah mengerti banyak referensi atas hubungan ide tersebut, itu akan memicu alasan kenapa kamu selalu membanding — bandingkan dengan lain, tidak percaya diri, susah ambil keputusan, ini kekuatan yang susah untuk dikeluarkan.

Lainnya, lemah untuk mengapresiasi pengembangan sendiri, mereka sebagai elemen juga punya batasan, tidak perlu diberikan pernak — pernik atau hal apapun yang akan menganggu konsistensi cerita inovasi tersebut, yang penting 4 elemen dibuat menyelesaikan cerita tersebut, untuk membereskan masalahnya, jelas dan sederhana, cukup dengan kebutuhannya. Desain walaupun berkepribadian unik dan bagus di kasat mata, belum tentu bisa menjawab pertanyaan mereka.

Pertanyaan — pertanyaan atas kecanggihan teknologi semakin menjalar kemana — mana, Innovator secara tidak sengaja ataupun sengaja sedang mencari dan memetik buah pertanyaan tersebut dan mengungkapkan jawabannya. Bahkan kecanggihan tersebut sudah melewati batas apa yang kita inginkan, sekarang 4 elemen tersebut sudah mengajak menaikkan standar nilai konsumen kita. Entah itu mencerminkan baik atau buruk, Innovator sisi lain sedang menginginkan adaptasi atas kecanggihan tersebut dengan lingkungan kita.

Bukan untuk mempamerkan alasan ketidakmungkinan tersebut, tapi siapa yang bisa mengubah dan menahan ekspresi banyak orang untuk ke depan. Dan ternyata modern era ini susah kembali untuk menemukannya, karena meletakkan rasa empati untuk syarat kedepannya tidaklah gampang.


Teks

Pikirkan bagaimana penemu Google bisa menguasai elemen teks untuk inovasi nya di mesin pencari. Teks adalah elemen bahasa dan komposisi nya, bisa saja niatnya memerintah, mencegah, mengumpulkan pembahasan dan memberitahu sesuatu.

Teks punya pengaruh kuat untuk memulai ide, mereka disusun dengan ketebalan, ukuran atau sistem formasi lainnya yang mempengaruhi tekanan dampaknya. Fungsi teks itu sendiri juga diperlihatkan, cara desain menyusun prioritas nya masing — masing.

Karena teks juga elemen komunikasi sosial, teks menunjukkan sebuah pilihan, prediksi untuk suatu keputusan, merekam kepribadian seseorang dan tanda atas rasa penasaran atau ingin mengeluarkan isi emosi hati.

Gambar

Kadang bermisterius, tidak ada penjelasan, juga sebagai elemen untuk mempercantik elemen tulisan. Instagram sudah berhasil dengan elemen ini karena kesederhanaannya. Berjalannya waktu, ide semakin kompleks, tapi harapannya selalu sederhana.

Gambar bisa membantu menjelaskan suasana, gambar juga mengejutkan dari apa yang diharapkan. Gambar cenderung menarik untuk perhatian, tergantung masing — masing. Tapi, gambar juga jarang dilupakan, lebih menghayati untuk mengingat sesuatu. Gambar lebih mengerti tentang penjelasan sebuah momen dari pada teks.

Gambar juga menentukan prinsip kebiasaan visual, cara kita melihat keistimewaan dan mengapresiasi setiap individual.

Musik

musik atau media suara, diciptakan untuk merefleksikan pikiran kita, tergantung emosi yang diinginkan atau melawan emosi itu tersendiri. Juga dianggap bahan baru untuk mempelajari bersifat sosial dan komunikatif, isi pembicaraan dari konten, irama musik hingga cara orang menyampaikannya.

Telinga kita kelihatannya memiliki selera berbeda — beda, ada yang ingin menjadi teman relaksasi, dipasang untuk mendengar pendapat orang. Dan media suara juga akan mempengaruhi orang untuk berperilaku, apa yang keluar masuk di telinga kita barang kali akan mencerminkan hal tersebut.

Video

Elemen generasi baru di atas kedudukan elemen gambar, video selalu punya alur, video bisa dibagi menjadi dua, ada satu momen itu tertangkap begitu saja, ada satu momen dilebih — lebihkan. Video juga sangat variatif seperti gambar atas selera nya, hanya ditambah lebih efektif untuk berkesimpulan. Video terdiri dari kumpulan elemen gambar dengan gerakan objeknya sudah diatur, tidak perlu lagi imajinasi menggambarkannya, cerita nya sudah tertulis dari elemen ini.

Video lebih efektif dua kali lipat menambah penasaran orang, gabungan elemen sudah banyak tertera di elemen video, banyak bukti kuat untuk memaknainya. Semua terbaca di situ.


Kini apakah nilai inovasi dan ide tersebut berada di dalam elemen tersebut itu sendiri, atau akan diatur agar orang di luar sana yang akan memanfaatkannya.