Seni tidak tahu batas

Kita sendiri seharusnya tahu batas

Ketidakbatasan seni yang diciptakan ketidaksempurnaan oleh para seniman lain, itu sebenarnya mengajarkan kita dalam memiliki prinsip. Prinsipnya beragam, dari budaya, selera hingga keyakinan, semua akan terlihat cara emosi menikmatinya.

Seni bagian A, belum tentu dinikmati oleh B, tapi dinikmati oleh C. Seni B, bisa saja dinikmati oleh A dan C, tapi dengan pandangan berbeda — beda. Seni B ternayata lebih terkenal dari A, tapi Seni C menanggap bagus dunia seni A. Ini termasuk pilihan. Setiap orang memiliki cara berbeda — beda mengapresiasinya, tidak bisa semua orang kita ajak masuk ke dunia kita.

Ada juga seni yang dilarang oleh budaya lain, tapi cukup diterima mungkin budaya satunya. Semua nya beragam. Satu hal lagi, jika seniman itu sukses dengan karyanya, apakah berarti kita harus mengikuti gayanya. Boleh saja, asal kembali ke diri kita, apa ini menunjukkan emosi karya ku. Proses yang tidak gampang.

Semuanya ingin menunjukkan kemegahan, kejutan dan tidak bisa diprediksi. Menurut ku, cara kita menyikapi egois dan emosi akan menjawabnya terhadap hal — hal sekitar, akan menjawabnya.

Begitu seni tidak tahu batas, internet menambah kemudahan akses ke beragam seni ini, jadi menambah khawatir, keterbatasan mengecil lumpuh, prinsip semakin hilang, selera gaya sudah masuk dari mana — mana, Siapa yang masih bisa berdiri tegak dari godaan gaya lain, dia yang punya batas menghargai ketidaksempurnaan dunia seni.

Leave a Reply