Search and Hit Enter

Ecommerce Bukan Seperti Proses Mi Instan

Bisnis ini sangat menggiurkan, semua orang akan bisa melakukannya, tinggal mengikuti persiapan cara yang telah dibenarkan oleh orang Internet sana.

Memang gampang, itulah kenapa aku rasanya ingin berpengalaman di Ecommerce, hasilnya toko buku online ku, Kicikku Store.

Tapi tanggung jawabnya besar, aku harus bayar tagihan tiap bulan ke administratif website, walaupun tidak ada penghasilan sama sekali. Kedua, aku harus menaikkan tingkatan kualitas Ecommerce ku, semua itu tidak didasari teori proses Ecommerce. Kini prosesnya kembali lagi ke diri kita.

Manajemen — manajemen ini akan menentukan apakah jalan ceritanya akan berlanjut atau tidak,

Karena Ecommerce tidak hanya membuka toko online registrasi, membuat konten atau mengambil grafik dari internet dan tinggal iklankan di sosial media. Ecommerce yang dijanjikan oleh orang — orang Internet mungkin kamu telah baca, kebanyakan mengakali dampak instan. Masih belum cukup

Aku khawatir jika termakan cara instan, dan gagal di kesempatan pertama, merasa buntu dan bahkan lari dari keputusan inisial. Jika ditinggalkan, itu sama saja tidak menghargai dengan pedagang — pedagang di luar sana susah payah menunggu, demi hasil jualannya.

Seharusnya Ecommerce mengajarkan kita berpikir panjang, internet seharusnya tempat ber-kreativitas kita, jual beli bermakna, pelanggan diberi loyalty, bukan terbawa arus waktu untuk mengejar kesuksesan semata.

Semua mungkin perlu definisi di setiap tahapnya, tidak ada cara lain selain belajar, termasuk aku, buat kamu yang lagi merintis dunia bisnis ini, aku harap prosesnya lebih dinikmati santai, daripada tegang dengan hasil sia — sia.

No Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: