‘Rasa ingin memiliki’ vs ‘Rasa ingin mengalami’

‘Isi sebrang dunia ini, akan ku capai.’

Tahu brand Supreme?, budaya Fashion dan Skate berkumpul mengibarkan bendera demi produk Supreme, kebanyakan mereka rela mengantri berjam — jam demi mendapatkan koleksi terbatasnya. Belum lama ini, bisnis Supreme dimanfaatkan oleh Reseller Underground sana, sehingga harganya bisa dua kali lipat.

Karena Supreme, pecinta Fashion punya rasa ingin memiliki, brand ini bisa menunjukkan kalau kamu identik gaya di atas rata — rata. Sama seperti menggunakan Apple Watch, hawa sekitarnya terasa orang eksklusif.

Bagaimana dengan Rasa ingin memiliki?, aku membaca salah satu profil desainer Fashion Jepang, dari buku fotografi Where They Create: Japan. Dia mengatakan kini anak muda (youth) sekarang cenderung lebih suka ke tempat asyik dan berpetualangan, daripada memiliki rasa ingin memiliki. Terutama Instagram yang menyebabkan budaya ini, kamu pergi ke tempat menantang, tempat dimana orang belum mendatangi sebelumnya, tempat dimana kamu bisa mempamerkannya.Jika tidak, sosial media-mu mungkin tidak laku, Itu berlaku faktor dari sosial media.

Kalau aku sendiri cenderung lebih ke ‘Rasa ingin memiliki?’, ini asal muasal aku ingin membuka toko buku, Kicikku Store. Juga acara favoritku di channel HISTORY, The Pickers, pengusaha barang antik berkeliling Amerika untuk menemukan barang bersejarah. Kalau kamu cenderung ke mana?

Aku belum mengerti pertanyaan seperti apa jika kedua rasa ini diadukan, tapi aku penasaran dengan efek samping di antara kedua belah pihak, jika saling melempar.

Mungkin ada orang, Instagram-nya, isinya mempamerkan barang — barang sesuai minatnya, mungkin juga ada orang mempamerkan suasana petualangannya, wajib harus ada mukanya. Mudahnya sosial media, bisa memperlihatkan sisi diantara dua rasa ini. Atau menjelaskan kepribadian brand-mu.

Pertanyaan untuk pemain bisnis, bagaimana pelayanan dan produkmu bisa memotivasi konsumen termotivasi ‘untuk memiliki’ dan ‘untuk mengalami’. Bahkan rasanya gatal ingin mendapatkan itu.

— Letters of Idea

Leave a Reply