Vitamin P3: New Perspectives in Painting

Beginikah rasanya berpihak dengan pengaruh terdiam?

Media melukis, essay pengenalannya mengingatkan memang seni klasik, akan tetapi cara menghargai sudah berbeda cerita, Vitamin P3: New Perspectives in Painting mungkin adalah perlawanan, atau mengingatkan, kekuatan ekspresi para seniman yang dikumpulkan di sini, walaupun sekedar abstrak atau pernyataan visual tidak jelas. Seniman diberikan ruangan oleh imajinasi dan kesabarannya

‘Who has the cure of “Zombie Formalism”’ The clue, as it turns out, lies ‘with the idea that it takes years, possibly decades for an artist to mature, and that its impossible to make every painting successful’

Sering ku mendengar, proses seni selalu tidak berujung ‘selesai, logika ku mengenai seni relatif bingung, berangsur — angsur menemani waktu selalu menanyakan diri sendiri, saling berlempar jawaban antara satu emosional, sensitivitas juga kritik.

Aku terkejut ketika, para pelukis yang dikumpulkan di sini untuk serial Vitamin ini, masih berasal dari orang — orang berumur, dalam arti mereka tidak dari generasi tiga atau lima sebelum ku. Kumpulan kritik pastinya mengerti dengan apa makna sebuah mahakarya tersebut. Pertanyaan amatir ku, semacam reflektivitas apa yang bisa diceritakan kembali oleh orang sekedar lewat ketika melihat karya tersebut.

Sebentar,

bukankah seni harus dibuat menyenangkan, zona nyaman, maunya ingin dilihat terus, rasanya ingin memilikinya?

Ternyata Vitamin P3 menjauhkan ku dari harapan tersebut. Jika aku pergi ke suatu Exhibition, Curated. Seolah merasa salah, Ini bukan standar ku, bukan gaya ku, kenapa diri mereka menganggap sebagai seniman, hanya membuat satu warna, mengikuti aturan dan mudah diprediksi. Ini pun, kita juga bisa membuatnya. Tidak berpikir dua kali, observasi jangka pendek sekarang, termasuk ku, karena efek samping dunia digital sudah mengubah kebiasaan kita. Belum bisa diputuskan, konstruktif atau destruktif.

Ketika bertemu buku ini, Vitamin P3 berusaha menerima setara kepribadian identik di setiap seniman, tidak berlaku pertanyaan, apakah setiap budaya akan menerima atau tidak, ini pun juga menunjukkan, ‘ini adalah pengaruh kami, ini adalah cara kami menceritakan isi hati kami dan ini cara lain kami menunjukkan suara.’

Dari pribadi ku saja, aku harus memilah antara baik dan buruk, seperti menunjukkan vital sensitivitas manusia, porno, konflik dimana — mana, apakah tujuannya mendamaikan, merugikan, provokasi, menakutkan, memprediksi, penuh dengan probabilitas.

Semua memiliki masing — masing pengertian, tak terkecuali penikmat seni.

Bukankah seni harus dibuat menyenangkan?

Karya — karya mengejutkan ini, masukan pilihan dari kolektor, curator ternama di bidang mereka, saling berdiskusi. Vitamin P3 sengaja menemani kamu, selain referensi inspirasi terbatas, tetapi juga saling mendukung, hanya buku adalah cara lain mengapresiasi mahakarya mereka, buku koleksi seni adalah selebrasi atas kesimpulan yang dibentuknya, dengan merekam sejarah sebagian kecil dari para seniman. Phaidon berhasil mempertahankannya.

Kamu akan merasa karya sejuta konsep ini, beranak, berkeluarga, momen- momen tanpa henti, berwarna basi atau merasa segar.

Tantangan ku berhadapan dengan kategori buku seperti ini, apa yang harus dipertajam dari segi ilmu nya untuk membahasnya?, Mestinya Spesifik, melawan atau mengikuti alur transformasi.

Cerita dengan ku, jika penasaran dengan buku ini — Kicikku Store , atau silakan beli sekarang..