Kumpulan Realistis Objek Masyarakat Modern

People of the Twenty First Century, Hans Eijkelboom

Kembali mendefinisikan fotografi, antara ekspetasi-mu dan realitas-mu, budaya ini bukan hanya sekali memintas, Hans Eijkelboom, fotografer Belanda, pemilik karya – karya momen tersebut, berjam – jam menunggu hanya untuk mengambil foto setiap orang yang lewat di suatu tempat itu, hebatnya dia bisa mengelompokkan setiap detail identitas dari beberapa orang, berarti Hans Eijkelboom tentu sebuah grup manusia selalu melahirkan konsep baru.

Selain kegilaannya mengobservasi masyarakat, karya sebelumnya memang berpengalaman di bidang portraits, seperti berfoto bersama tiga tokoh terkenal komunis The Three Communists (1973), karya lainnya mencari perhatian untuk koran harian, momen apa yang reporter ingin diberitakan, dan Hans mensengaja dirikannya masuk paparazzi.

Beginilah jika berdiskusi tentang seni, berburu kata baru akan memengaruhi cara ku bercerita dan pengertian ide, ya setidaknya tidak kelihatan amatir.

Kumpulan Realistis Objek Masyarakat Modern
People of the Twenty First Century
Ini nilai yang dilahirkan olehnya, sisi penjelasan yang tidak akan didapat di manapun, bukan apreasiasi dari statistik atau popularitas.

Dari tahun 1992, hingga 2013, dari tanggal rekaman buku ini, kebiasaan seniman selalu dianggap aneh, beginilah pengorbanan mereka demi membayar emosionalnya, Hans Eijkelboom cenderung berdiam di pusat perbelanjaan, lihat saja, ada beberapa grup foto sedang membawa kantong belanjaan. Orang gemuk dengan kemeja sama, di kala hujan, grup orang menggunakan plastik juga ada. Apakah ini telah menjawab seluruh kemungkinan oleh Hans Eijkelboom. ‘Jika kamu tidak tahu seni, kamu bisa melihat karyaku’, sebagai nasihatnya.

Sebagai pembaca, dari mana kita akan memulai untuk mengapresiasi karya tersebut, walaupun kita sendiri bisa saja dalam segi bidang ini, berada di tengah keramaian kota, berbeda – beda tujuan, dan kembali ke kita sendiri, di mana perilaku kita akan diletakkan, Hans Eijkelboom adalah saksi ini semua, dan buku ini pun bisa menjadi panduan belahan dunia, bagaimana

Awal mulanya, karya ini di namakan ‘Diary’, dari tahun 1992, sebagai permulaan cerita generasi millenial, semakin gemar dengan kebiasaan ini, semakin ingin tahu indikasi emosi setiap orang, membaca pesan tersebut, akhirnya berhasil dibuku-kan Phaidon, People of the Twenty-First Century.

Processed with VSCO with a6 presetProcessed with VSCO with a6 preset

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.