Bagaimana Desainer Menikmati Kebebasan sebagai Entrepreneur?

Aku tahu yang kamu pikirkan,

mengerjakan pekerjaan desain client di hotel mewah sendirian, dengan Macbook Pro terbaru atau Laptop Gaming kekuatan VR, pensil dan notebook impor dari inggris, apa namanya aku lupa.

Desainer adalah pekerjaan seru, menikmati kreativitas kita sendiri untuk suatu komersial, di tambah dengan ‘kebebasan’, apa yang ingin kamu capai, setelah itu.

Bagaimana bisa berkomitmen?

Aku punya gambar yang menurutku inspiratif, gambar pertama, dibalik pengerjaan platform storytelling bernama MAEKAN, kamu harus langganan majalah berbasis audio ini, benar menyentuh.

maekan-building-the-brand
Inside MAEKAN Building the Brand Src: maekan.com

Rasanya seru, bisa berkolaborasi dengan pengembang aplikasi, membuat pengalaman inovasi, sambil berseru melihat pemandangan di luar sana, terus menerus mengeluarkan ide di beberapa kemungkinan arah. Aku ingin punya kebebasan seperti ini.

Gambar lainnya, kolaborasi yang katanya dari perwakilan beberapa negara Eropa, untuk majalah Migrate Journal salah satu proyek desain dari studio Swiss, Offshore. Pagi – pagi mereka sudah di meja bundar dengan laptop masing – masing, sambil sarapan, berpengaruh di dunia politik dengan elemen desain.

Desainer grafis LA, Type Founder, mengakui, selain bekerja sebagai ahli Typography dan grafis, dia juga meluangkan waktunya bersepeda, surfing dan jalan – jalan. <- Ini benar – benar kebebasan menurutnya’

Desainer berbasis entrepreneur, adalah hal spesial, itu karena memiliki rencana bisnis ke depan, apa yang ingin kamu persembahkan, bagaimana orang menikmati karya mu dan klien tertarik bekerja dengan kamu?

Kamu dilahirkan sebagai creator, pastinya kamu bangga kan menyimpan karya mu di suatu tempat spesial. Saatnya tambahlah dirimu dengan sifat entrepreneur, Selain apa yang kamu bagikan di Instagram, investasi kan personalitas-mu menjadi brand, dengan membuat website portfolio terlebih dahulu, terserah dengan Wix, Squarespace, WordPress atau buat sendiri, sambil dibantu Freelance Web Developer sana.

Tidak sedikit Startup pun sudah menemukan solusi, mempertemukan Freelance Desainer dengan pilihan proyeknya, di sini kamu berada di dalam kompetisi, tunjukkan bahwa kamu beda dari freelance lainnya, kamu punya loyalty, layanan premiere dan kualitas berjangka panjang, tapi jangan sampai kamu merasa dirugikan nanti oleh klien.

Jika website mu jadi, itu tandanya kamu siap menerima proyek dan berbisnis partner, siap menerima bayaran setelah menyelesaikannya, kontrak pun persetujuannya dan bayaran kamu yang menulisnya sendiri.

Desainer akan dianggap kredibilitas untuk profesionalitasnya dari website portfolio, serius itu wajib.

Pertanyaan kedua, daripada prioritasnya menarik klien baru, kenapa tidak membuat karya sendiri yang akan dijual di internet?

Memang pertama nya tidak gampang, ini karena seutuhnya kamu sudah menjadi pengusaha, dari menginvestasikan uang untuk modal produk, jika kamu industri desainer, pastinya kamu harus mencari koneksi merealisasikan proyek tersebut, membayar tim enginner, pemasaran lewat online.

Fashion desainer juga sama, sepenuhnya pengusaha untuk brand butik-nya. Ini kan kebebasan namanya, semua tergantung dari keputusan-mu.

Akhirnya, apa yang akan kamu tunjukkan ke dunia, dengan kreativitas-mu, bagaimana kamu bisa mendapatkan perhatian sebagai desainer. Motivasi dari entrepreneur, apakah kamu akan bertahan konsisten demi kebebasan?