Masih Percaya Dengan Sistem Periklanan Facebook?

Untung diriku bukan pengguna Facebook, bukan minyak menghidupkan mesin uang mereka.

Gimana mau percaya dengan Facebook?, tidak ada sama sekali dampak realistis untuk orang – orang membutuhkannya. Mengharapkan timbal balik aja masih jauh dari harapan.

Kutipan Franklin Foer bersama The Guardian, pembahasan Facebook sebagai pemimpin sosial media gratis, adalah kekuatan di dataran layar bermukau. Franklin Foer sendiri, menulis buku tentang kritik background perusahaan teknologi raksasa, Extracted from World Without Mind: The existential Threat of Big Tech.

Dia ingin memberitahu bahwa kekuatan pemegang raksasa teknologi telah mencapai titik politik internasional, memegang semua bukti data – data kepribadian kita, untuk kepentingan mereka sendiri, seolah pengguna-nya sebagai bahan – bahan mainan, sampai ke tangan anak – anak nakal, buruknya bisa menjadi alat menyebarkan janji palsu, fitnah dan konten sensitif.

“Uang ku dikemanain, Facebook, mengerakkan hitungan Algoritma-mu, untuk menambahkan angka impressive dari-mu, sedangkan diriku sendiri tidak pernah melihat iklan-nya sendiri, apalagi hasil balik-nya.”

Budaya internet sendiri, ada dunia berbeda dari prinsip Marketing, dunia pertama mendominasi para Influencer dengan membawa – bawa generasi Millenial sebagai kesuksesan sosial media bisa mencapai mimpi-mu dalam segala bidang. Dunia kedua, mereka para influencer yang justru menemukan fakta, bukti daripada harapan generasi baru, bahwa keberhasilan sistem iklan digital adalah omong kosong.

Facebook menggunakan informasi pribadi miliaran pengguna-nya sebagai referensi para pengiklan dan pemain bisnis, informasi pribadi ini dikemas dari cara kebiasaan kamu menggunakan Facebook, apa yang kamu suka direkamnya, apa yang kamu ketik juga direkam, apa yang kamu cari direkam, bahkan perhatian kamu selama di Timeline juga diperhitungkan olehnya, menurut Facebook begitu.

The precise source of Facebook’s power is algorithms. That’s a concept repeated dutifully in nearly every story about the tech giants, yet it remains fuzzy at best to users of those sites.

Franklin Foer, Facebook’s War on Free Will – The Guardian

Program algoritma mereka akan mengelompokkan tiap – tiap bait informasi dan tinggal giliran pengiklan akan memilih di mana referensi yang sesuai dengan potensi bisnis masing – masing.

Facebook selalu membaca kebiasaan pengguna-nya, termasuk kamu. Benar akurat-nya atau tidak, silakan dicoba.

In the meantime, Facebook will keep probing – constantly testing to see what we crave and what we ignore, a never-ending campaign to improve Facebook’s capacity to give us the things that we want and things we don’t even know we want.

Franklin Foer, Facebook’s War on Free Will – The Guardian

Setelah iklan berjalan,

Walaupun dapat ribuan likes, ratusan comments. Bukan berarti orang – orang akan mengirim Email-mu berterima kasih atas konten kamu, bukan berarti kamu kebanjiran order sehingga stock produk-mu langsung habis. Sayangnya, ekspetasi ini tidak berlaku di digital advertising.

Kapasitas Facebook menjadi perhatian Quartz, saat melakukan Survei, Facebook salah satu perusahaan yang paling sedikit dipercaya untuk memegang informasi pribadi.

Blogger favorit-ku berasal dari pihak dunia kedua, Bob Hoffman, dia yang mengajarkan Digital Advertising justru yang menyusahkan bisnis sekarang,

For years anyone with a brain has known that Facebook “metrics” are a joke. They make shit up, imbeciles at agencies believe it, dimwit clients fund it, and – bingo – more ad money.

Adcontrarian

Bisa saja realitas pelanggan kamu lebih banyak di luar sana daripada satu tempat Facebook, bisa saja orang yang mau membeli produk atau passion sama bukan dari Facebook, atau orang yang punya aset kekayaan tinggi berinvestasi juga bukan pengguna Facebook, orang – orang sibuk produktif rata – rata bukan pengguna Facebook.

The point is, if there’s anyone who knows how to blind the marketing industry with horseshit, it’s Facebook. But now, they may actually be in a position to do the marketing world some good despite the industry’s unwillingness to help itself.

Adcontrarian

Kecuali kamu ingin menghibur dengan konten meme atau video viral menertawakan orang, itu baru tempatnya Facebook.


Facebook kembali dipersalahkan lagi di ladang politik, pembeli Iklan dari Russia menargetkan konten-nya ke beberapa wilayah Amerika, dengan nilai $150,000. Apakah ini menyangkut dengan gejolak politik Amerika 2016 kemarin, dan Facebook adalah langkah paling mudah untuk ikut berpartisipasi, asalkan ada uang, semua orang akan memperhatikan kamu.

Masalah kemanusiaan lainnya,

Sheryl Sandberg, COO Facebook, merespon pernyataan ProRepublica mengenai eksperimen iklan-nya bersama Facebook, mengarahkan konten-nya ke audience grup pembenci Jews atau orang Yahudi. Facebook tetap ambisius dengan beberapa visi yang disampaikan oleh status Ibu Sheryl,

First, we’re clarifying our advertising policies and tightening our enforcements processes to ensure that content that goes against our community standards cannot be used to target ads.

Second, We’re adding more human review and oversight to our automated processes.

Third, We are working to create a program to encourage people on Facebook to report potential abuses of our ads system to us directly.

Sheryl Sandberg

Facebook berencana lebih menuju sistem kemanusiaan atas pengajuan setiap pembeli iklan,

Ibu Sheryl Sandberg menyatakan janjinya akan lebih ketat masalah periklanan dan membuang daftar profil identitas yang menyangkut kemanusiaan.

Pertanyaan-nya adalah, kamu pengguna Facebook, walaupun gratis, tidak salah kan Facebook-mu menggali tentang diri kamu, demi bisnis mereka lho.

Leave a Reply