UBS Art Collection: Keheningan Koleksi dari Banker Dunia

Sejak 1960-an, kegemaran UBS mengoleksi contemporary art, termasuk UBS mengakusisi 300 institusi finansial, namun itu belum terbentuk formalitasnya hingga tahun 2004, yang kini melebihi 30 ribu karya.

Belum berpengalaman dengan dunia seni, UBS Art Collection menarikku mencari alasan, kenapa bank dunia UBS yang seringnya menghadapi masalah ekonomi dunia, memiliki sisi lain mengoleksi karya – karya seni, terutama pasar Eropa, termasuk negara sendiri nya Swiss.

IMG_1725
Thomas Ruff, Portraits (Group A’colored background), 1981 – 1985

Apa sebagai relaksasi, karena seni identik dengan kekuatan empati pengaruhnya, Seni juga bisa menandakan elegan, kesederhanaan, ketidaknyamanan, melihat hal tidak identitik, bukan ingin mencintai. Perwakilan UBS Art Collection menyimbolkan, koleksi mereka adalah kemewahan yang harus mereka kerjakan, atas apresiasi bagaimana perusahaan dunia ini telah memberikan nilai manfaat untuk kebaikan bisnis orang lain.

UBS offices and public atriums around the world provide ongoing platforms for sharing artworks with employees and the public alike, and it is especially gratifying to be able to engage with our clients through this shared passion.

Aku tidak akan menyebutkan siapa saja pemilik karya – karya ini, kebanyakan seniman lokal Swiss, yang jelas UBS merangkai ini karena sebagai interaksi antara UBS bersama client-nya, beberapa cabang kantor telah disebar beberapa karya nya.

Berarti buku ini bukan hanya sejarah koleksi UBS, visi misi UBS Art Collection ke depan juga bagaimana, walaupun buku ini memamerkan tiap karya nya, efektif-nya dinikmati di kantor mereka, suasana nya pasti berbeda, koleksi di buku tidak ku nikmati kenapa UBS tertarik dengan hal – hal abstrak serta sederhana, bahkan ku katakan ini bukan seni yang ku perhitungkan. Apakah ini suatu ketidaknyamanan buat motivasi karyawan, agar mereka terbiasa melihat sisi lain dari aesthetic.

Large-scale photography is particularly well-suited for the corporate environment, able to fill empty spaces with dazzling imagery and effect, often at reasonably prices.

Ternyata konsep bisnis UBS cocok dengan kriteria karya – karya ini, inspirasi dan hiburan antara pertemuan pelanggan dan karyawan – karyawan sana, kembali menyadari budaya dan kemanusiaan. Awalnya kebebasan.

Tulisan ini saja, hanya kembali ke dasar – dasar seni. Karena UBS mengerti cara menenangkan kompleksitas dan permasalahan, pengaruh baru menikmati pemandangan gunung indah, melihat ekspresi senyum dari fotografi yang tidak sadar bahwa seharunya kamu lebih bersyukur.

IMG_1720
Andy Warhol, Campbell’s Soup I, 1968
IMG_1722
Erwin Wurm, Mann mit Gegenständen, Mauer, 1998
IMG_1718
Mark Tansey, Discarding The Frame, 1993