Melawan Rasa Takut

Beginilah isi orang emosional, rela membahas rasa takut antara masa depan dan masa lalu-nya, rasa Takut itu selalu ada, Karena khawatir, pesimis, atau takut ‘tidak bisa’.

Ingat penulis Susan Cain, salah satu bukunya membahas perilaku Introverts, Introverts kembali ke dalam dirinya, perilaku, kebiasaan, interaksi sosial, semua diluapkan kembali ke hati emosi.

Penyakitnya, emosi kadang beda niat, ingin mengguncang dan menyebabkan rasa takut.

Ini pengecualian, Karena selama mengerjakan banyak proyek, rasa takut selalu menghantui. Apakah aku terlalu mengkhawatirkan, selalu ragu di mana – mana, takut mengalahkan rasa komitmen-ku. Malah lelah yang ada, itu tidak boleh terjadi.

Bahkan menulis ini pun, aku juga menghadapi rasa takut, takut kehilangan kesan bercerita, kualitas makin menurun. Ingin rasanya belajar bercerita.

Jadi siapa yang pengecut?

Kenapa harus takut?, sedang kamu sendiri ahli nya suatu bidang, optimis, percaya diri, apakah ini karena aku belum terbiasa dengan zona perang?, apakah aku tidak biasa berkomitmen?, jadi rasa takut sebenarnya musuh yang harus kamu hadapi terlebih dahulu. Bagaimana dengan orang yang tidak punya rasa takut, antara beruntung dengan rugi, mana yang lebih bermanfaat, punya rasa takut atau tidak?

Aku tahu takut tidak melakukan kesalahan adalah hal bodoh, jika berhasil, justru kita binatang ingin menyombongkan diri. Anehnya ada yang menghindar dari rasa salah, ga tahu apa itu cara baru melawan rasa takut, atau merugikan dirinya sendiri dan orang lain?,

Sebenarnya orang yang punya rasa takut pun, kesadaran juga, karena tahu masing – masing memiliki kelemahan, itu hebatnya rasa takut, kita bisa terbuka pikiran kita, memanfaatkan dukungan di lingkungan sekitar.

Bagaimana dengan orang yang bisa melakukan semuanya, merasa dirinya paling hebat di antara lain, begitukah orang yang tidak memiliki rasa takut, pandai menyembunyikan kesalahan, tertutup dirinya, sehingga dunia melihatnya seperti tidak ada masalah di kehidupannya.

Beruntung yang memiliki rasa takut, berarti kamu punya lawan di dirimu sendiri.

Tidak ada lawan, tidak ada drama.

Tulisan pendek ini sekedar berlari – lari dalam emosi hatiku, hanya satu kertas yang bisa mendengarnya, dan pembaca blog rela berkunjung ke sini. Tidak lain, tidak bukan, Hanya ingin bercerita melawan rasa takut.

Sebelumnya, Blog ku tidak aktif dua tiga minggu ini, lagi banyak proyek ngantri, walaupun aku pernah berjanji untuk mengumpulkan link bermanfaat tiap minggu, jadi aku sedikit terganggu untuk menulis.