Link Minggu Ini: Podcast dan Niche Selamatkan Jurnalisme

Sebelumnya aku pernah berimajinasi sebuah jam tangan khusus mendengar Podcast, konsep analog. Aku harap jika aku beli Apple Watch, Smartwatch yang ku tahu ini bisa mendengar Podcast tanpa iPhone, sebanding dengan Apple Music.

Podcast, layaknya Radio, bercerita berdiskusi satu topik, bebas memotong durasi mana pun, audio, siap di-upload dan stream oleh seluruh dunia. Tidak ada yang spesial, budaya tertentu terbiasa mendengarnya.

Niche rasanya, anggap menjadi pengusaha retail toko lampu, walaupun lampu sedikit sekali menjadi perbincangan, tapi lampu adalah kehidupan penerang sehari – hari. Masyarakat suatu saat selalu membutuhkan-mu.

Apple has acquired Pop Up Archive, an interesting startup that makes podcasts more searchable – Nieman Lab

Apple diam – diam memperhatikan potensi Podcast, mengakusisi perusahaan Pop Up Archive, Platform Online yang mengubah transmisi file Audio menjadi teks.

Kita gak tahu sejak iOS 11, apakah sudah ada teknologi baru dibalik aplikasi iOS Podcast. Apple juga sensitif dengan inovasi Podcast.

Apple, walaupun mereka memang menyediakan servis ini sejak iTunes merintis, Apple hampir saja ketinggalan jejak menangkap pasar media ini, hampir tidak mempedulikan pandangan Podcasters. Kini, setiap Episode di beri performa dashboard analisa untuk kreator Podcast dan gratis.

Baru dapat Email kemarin dari Newsletter MAEKAN, juga membahas akusisi Apple, Dari datanya, tahun 2015, Apple menguasai 80% Podcasts dari iOS-nya.

Even This Very Long, Super-Nerdy NBA Podcast Is Making Money – Bloomberg

Dunc’d On, Duo Podcaster ‘Super-Niche’ ini membahas analisa game NBA , ya ‘Niche’ adalah kata kunci sukses untuk berbisnis di Internet. Dan hebatnya, Bloomberg membahas, ‘ratusan bahkan ribuan pendengar betah mendengarnya’. NBA adalah obsesi game paling tinggi, obsesi ini menjadi kegemaran mereka mengembangkan intelektual sendiri.

“We made the show that I think we both wanted to have out there, the show that we’d want to listen to,” says Duncan. “And it just so happened that the show I’d want to listen to is one that other people do as well. We’re doing exactly what we want to be doing, and people seem to really like it. That’s the beauty of it.”

Nate Duncan, salah satunya, pernah bekerja di Firma Hukum. Terbiasa mengambil kesimpulan dari membaca dokumen, membuat analisa nya, menghasilkan uang Podcast mereka, hanya menonton pertandingan NBA dan bahan diskusi. Jika kamu Super Fans seperti Apple-holic atau bisnis prodigi, mampu memecahkan satu sub-kategori menjadi 10 konten, Inilah makna dari niche. Tidak perlu menjadi populer, tapi niche mencarikan-mu yang loyal.

Niche Online Publishers Bank On Subscriptions Over Advertising – Wall Street Journal

Loyal membuat pengunjung datang terus – menerus,

WSJ mengungkapkan Publisher kecil bermodel Niche sekarang lebih mengutamakan Subscription daripada sistem iklan digital, juga perusahaan Stackup mempromosikan solusinya sebagai Platform Subscription, buat penulis.

Tidak mudah, membayangkan orang rela membuka halaman Subscription blog kita, dan membayar demi konten kita. Tertarik menulis kegemaran-mu, aplikasikan hal tersebut menjadi bentuk media. Ini inisiatif untuk menyelamatkan literasi media, jurnalisme dan blogging.

Penulis analisa NBA independen, Kelly Dwyer, sukses dengan subscription-nya, argumen masalah periklanan sekarang:

“Just like everyone else I’m sick of seeing goofball ads next to great content—ads that get more and more distressing and weird and targeted every week,”

Peduli sesuatu, bukan suatu sponsor, percaya, penulis akan bangga dan bersyukur dengan hasil karyanya.

Ngapain membahas viralitas, cukup keterbatasan kreativitas, nikmati prosesnya, walaupun essay itu sendiri panjang, selalu ada pembaca tertarik mendengarkan cerita-mu. Salah satunya, media independen Stratechery, oleh Ben Thomspon, menganalisa pasar dan bisnis teknologi. Dengan Income dari Subscription, puluhan pembaca ter-aspirasi oleh tulisannya.

Di sini aku pelajari, ‘Attention Economy’ tidak berlaku bagi Intelektual yang asyik sendiri. Subscription sendiri mampu mendorong masyarakat untuk mengapresiasi.

Streaming Sambil Produktif Ala Adobe

Baru tahu, channel Youtube Adobe punya konten menarik, mereka mengajak Freelancer, Desainer terkenal untuk broadcast bersama Adobe, mendemonstrasikan proses kerja mereka dengan software Adobe.

Termasuk Podcast, dalam bentuk Video, aku rasa penonton video ini punya komitmen, sambil belajar mengalaminya.

Belajar Masa depan Jurnalisme, dengan Nieman Lab

nieman-lab

Aku tidak punya bidang di jurnalisme, tapi aku penasaran dengan disruption antara jurnalisme dan Internet, dari monopoli periklanan Facebook dan Google, inovasi Podcast, dan sistem bisnis media, referensi paling bagus dari publikasi Nieman Lab.

SaveSave