Bermuka dua Mark Zuckerberg, Berita Terkini Apple HomePod, Kepemilikan Antara Supreme dan Barbara Kruger

MWC 2018 antara akhir Februari dan awal Maret menjanjikan teknologi ke depan, New York Fashion Week dan Milan Fashion Week sudah berakhir, Paris Fashion Week sekarang gilirannya. Seluruh dunia membicarakan isunya masing – masing dalam berburu inovasi, itulah tujuanku untuk memperbarui Letters of Idea, kembali ke realistis.

Anggap Sukses Mark Zuckerberg masih dibilang awal, Tantangan belum pensiun untuk dirinya.

2603CV_cover_SUBS_no_spine
WIRED Maret 2018

Berbicara soal Facebook sangatlah sulit untuk dipilah, masa – masa buruk Mark Zuckerberg bisa menjadi bahan cemoohan sekarang, oleh para pengkritik sehingga, diam pun tidak bisa diributkan, ribut justru mencari masalah baru. Aku masih ingat Status FB dia masalah platform ini, ‘Ketidaksempurnaan sistem kami’. Facebook ku rasa monster yang sudah tua untuk bercerita lagi.

Blogger Adcontrarian memberikan kesimpulan pedas terhadap Mark Zuckerberg, bahwa keputusan Facebook untuk menyelesaikan masalah tersebut, membuahkan keegoisan dirinya sendiri. Kata akhirnya, tong kosong nyaring bunyinya, absolute zero.

2017, Facebook menghapus konten berkaitan hubungan Russia dengan pemilu besar Amerika kemarin, sebelum Columbia University melakukan riset kasus ini,

Wired Maret 2018, kolumn terbarunya menentukan cerita Mark Zuckerberg berurusan dengan jurnalisme, media dan politik selama dua tahun. Di ujung cerita, penulis Nicholas Thompson dan Fred Vogelstein memberikan harapan Facebook sebagai antara platform dengan publishers, sebagai platform terbuka se-universal.

Mark Zuckerberg pun tidak bisa lepas dengan ikatan politik ini, justru pengguna sistemnya lebih sensitif dengan konten politik, bisa saja semakin panas hal tersebut, bisa memicu mesin uangnya bekerja lebih keras. Selain itu, ancaman dari publishers, Facebook mengingkar janji untuk menyenangkan hati para media, dari revenue-nya. Alex Hardiman, tim produk media FB, ‘Sistem ekonomi Facebook sudah lama memenangkan media yang menimbulkan sensasi.’

Dari berhadapan dengan ‘Fake News’, ‘Iklan Politik Russia’, ‘Mengancam bisnis Snap’, perusahaan seperti Facebook kalau sudah prinsipnya teknologi, mereka akan selalu mencoba meminimalisir SDM. Sayangnya ‘Fake News’, butuh rasa kemanusiaan tersebut, ikatan emosi dan akal. Dari rasa tersebut, Facebook menambah fitur ‘Reader Survey’, survei untuk menentukan apakah konten tersebut autentik atau fake news. Lumayan, Facebook meraih respon bagus. Facebook juga ingin mendukung media berbasis langganan berbayar.

Tahun 2016, paling panasnya, setelah Mark sendiri terkejut Facebook telah membuat Donald Trump dominan suaranya, padahal kesetiaan sebelumnya Facebook membuka komunikasi dengan jurnalis ternama. Tidak berjalan baik, 2017 hampir menghampurkan sistem periklan

Aku bukan pengguna Facebook, dari tulisan WIRED Mark Zuckerberg sedang belajar mengambil masukan dari pemimpin politik, Barrack Obama di Peru, , media dan negosiasi untuk membetulkan hal itu semua. Apa yang berhasil menurutku, itulah apa adan

Kesimpulan, mengetahui hal tersebut Facebook masih menangkal untuk mengakui kalau mereka adalah perusahaan media, bukan perusahaan teknologi, jurnalis dan pengkritik melempar argumen tersebut. Efek sampingnya sudah membuktikan. Tidak jauh dari permainan periklanan dan sebab akibat konflik.

Baca juga dari Nieman Lab, Wall Street Journal mensukseskan langganan berbayar setelah merintis tiga tahun, dengan memprediksi data kebiasaan para pembaca ber-status gratis, untuk memikat minat langganan berbayar. Prediksi tersebut membuktikan bahwa pengguna punya setiap tujuan berbeda untuk langganan.

Sudah Saatnya Berbicara Desain Audio, Apple HomePod maunya bicara Terbatas

apple-homepod

Kadang bermain terdepan, kadang bermain terakhir. Tiga monster ini, Amazon, Google dan Apple merilis Smart Speaker masing – masing. Terbatasnya HomePod menjadi pilihan diskusi kedua ini.

HomePod fokus kepada pengalaman mendengar musik dan mengetahuinya, Siri dijanjikan bergaul dengan dunia musik, dan juga suara yang lebih berkualitas, menurut berbagai ulasan

– Hanya pengguna iOS, pelanggan Apple Music, otomatis Smart Speaker harus beli HomePod. Bisa saja tidak akan merugikan untuk konsumsi-nya. Bisnisnya ingin tetap dalam jalur.

HomePod menjadi perhatian kritik, kenapa Apple sengaja membatasi fiturnya dari Amazon Echo dan Google Speaker, dari ulasan The Verge aku tonton, ini adalah permintaan para petinggi Apple, walaupun mungkin Enginner mereka sudah bisa merealisasikan puluhan fitur.

Apa masa depan desain suara dalam percakapan?

Terlalu awal untuk membahas, atau sudah telat untuk mendengarnya. Media audio itupun sendiri adalah keterbatasan, telinga mendengar, mulut berbicara, input output mendesain produk audio di sini, sekarang mencoba masuk ke emosi kita. Berbicara dengan Siri, memutar lagu rekomendasi dari dia, juga termasuk cara belajar antara sesama.

Sebagai ‘permintaan’, ‘memberi’ dan tanya jawab, ketiga komponen akan melibatkan berbagai respon, HomePod belum cukup untuk mengendalikan rumahmu, tapi kamu bisa bertanya tanggal lahirnya Celine Dion. Sisi positifnya, musik punya masa depan cerah di Speaker pintar, Apple memihak di konsistensi tersebut.

Media suara bisa saja lebih efektif berkomunikasi dari visual, ketika Apple masuk ke pasar media audio ini, berarti ada komitmen di sini, selain membawa prioritas Siri keluar dari iPhone.

Perang kepemilikan Desain Grafis, Seniman Barbara Kruger dan Butik Skate Supreme

i-shop-therefore-iam

Dua cerita berbeda yang saling tidak ketemu di sini. Periodenya, Barbara Kruger memulai terlebih dahulu dengan tulian font Futura tahun 1981, dan background merah kuat, pembahasan The Fashion Law melihat kasus ini. 

Antrian panjang di mana – mana, setiap Supreme merilis kolaborasi baru dengan brand ternama, bukan perayaan lama yang bisa dikenang mereka dulu. Status Supreme itu sendiri, bukanlah kategori butik mewah. Brand yang berkolaborasi yang selalu menaikkan harganya.

Supreme adalah kata inspirasi pasaran, selain terlibat dari Barbara Kruger. Supreme pun harus perang nama dengan perusahaan butik lainnya. Fashion Law melibatkan perusahaan Las Vegas, yang sedang merilis koleksi kacamata, “SUPREMO”, dari artian Supreme. Selain itu, Supreme harus terlibat mengajukan gugatan, setelah pengusaha butik Leah McSweeney, “Married to the Mob”, merilis baju “SUPREME BITCH”.

Leah, bukan hanya menyinggung budaya Skate dan Supreme itu sendiri, ‘Ini adalah termasuk karyanya Barbara Kruger, Supreme terlalu nyaman dengan tutup mulutku.’.

Respon Barbara Kruger 

Barbara Kruger meluruskan sensitifitas desain grafis ini, ketika berbicara ditengah gugatan Supreme terhadap Leah McSweeney

“What a ridiculous clusterfuck of totally uncool jokers. I make my work about this kind of sadly foolish farce. I’m waiting for all of them to sue me for copyright infringement.”

Barbara menantang yang merasa menggap desain grafis ini asli, Supreme. Fashion Law berkesimpulan, Barbara Kruger memang asli dengan format tulisan putih background merah ini. Hingga 2018 ini, Barbara membuat performa menyinggung Supreme, “Untitled (The Drop)”

Kesimpulan: Berterima kasihlah dengan perusahaan desain grafis jerman Bauer Type Foundry, telah merilis font bernama Futura, tahun 1927. Tidak ada mereka, tidak ada cerita drama di bidang kebebasan seni.

Aspirasi Minggu ini

the-four-hidden-dna

Buku bulan Februari ini: the four, The Hidden DNA of Amazon, Apple, Facebook and Google

Perhatian ku Smartphone terbaru di MWC 2018: Banana Phone Nokia 8110 – Theverge

Sukses di Youtube sama saja hidup kemiskinan – Bloomberg

“Apple News lebih komitmen dari Facebook, untuk masa depan media.” – The Information

Perdana menteri Malaysia punya ide menggantikan nasi, dengan Quinoa – NYTimes

Inspirasi dan belajar fotografi bersama MING THEIN

Satu Tweet Kylie Jenner, tenggelamkan saham Snap drastis – Bloomberg


Letters of Idea minggu ini gratis, silakan langganan KICIKKU Memberships untuk jurnalisme dan analisa pembahasan teknologi dan desain selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.