OpenAI Rilis Dokumen Niat Jahat AI, WPP Jatuh dari Tangga Kompetisi, Tristan Harris Melawan Desain Adiksi

Minggu ini kolumn kita berkonsep sesi serius, keterkaitan manusia dengan pengembangan Inovasi antara semakin dipertaruhkan dan ancaman selanjutnya.

Tak lupa antara bisnis satu dengan bisnis lainnya, saling menghancurkan di permainan sama. Siapa yang bertahan, itulah inspirasi, siapa yang gagal, itulah pelajarannya. Tulisan KICIKKU sebelumnya juga banyak menghubungkan platform teknologi dengan budaya masyarakat, khawatir apa masa depan kita sekarang, kalau waktu tidak bisa dipakai berdasarkan diri sendiri, sekitar, keluarga dan teman. Letters of Idea awal Maret ini dangkal rasanya jika hanya sebatas spesifikasi hubungan teknologi, seharusnya aku bisa menambah elemen literature seni, agar pembahasan essay terasa sejuk santai untuk dibaca.

Dokumen Kemungkinan Skenario Niat Jahat Artificial Intelligence, dari OpenAI

malicious-artificial-intelligence-first-paper.jpeg

*AI -> Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan)

OpenAI, organisasi transparansi kecerdasan buatan berstatus Non-Profit merilis dokumen skenario niat jahat Artificial Intelligence, dampak tidak selalunya merespon positif, OpenAI sudah duluan mengambil inisiatif bekerja sama dengan 26 grup riset dan 6 organisasi besar, termasuk Universitas Oxford dan Cambridge.

 Pengenalan yang ku pelajari,

Pelajaran dari kecerdasan buatan adalah mereka sudah bisa mengambil keputusan sendiri, istilah kerennya ‘Autonomous’, semua istilah studi dan produk teknologi akan mengedepankan ‘Autonomous’, terlahir otomatis dari mengobservasi, memprediksi hingga berkesimpulan.

Sistem AI akan diciptakan untuk memperluas kecerdasannya. Tanda – tanda kejahatan ini, OpenAI mengedepankan keterbukaan dan diskusi bahwa AI akan menjadi ancaman dunia, inisiatif untuk memulainya sudah diterapkan, karena penerapan ini akan luas tidak terkontrol.

Tiga Tahap Mengancam

Ada tiga jenis cara mengancam AI di kehidupannya, ‘Expand’ berarti meluas, ‘Introduce’ berarti memperkenalkan, ‘Typical’ berarti kebiasaan. Bahkan bukan hitungan detik, tiga tahap ini akan dikuasai secara cepat oleh AI. Di luar jangkauan manusia,

Bagaimana Penyakitnya Menyebar

Sekalipun AI punya kecerdasan, tidak menggunakan Internet pun, mereka bisa membuat keputusan sendiri. AI sendiri adalah teknologi natural, sistem yang tidak memiliki emosi, sistem yang tidak menganggap personal, namun manusia kena sakitnya atau nilai efektifnya.

Selain itu, Kemungkinan skenario cara mengancam AI dibagi menjadi tiga

Physical, ‘Fisik’

Dari penemuan Robot hingga tinggi pemasaran Drone, hubungan fisik antara Artificial Intelligence juga beresiko membahayakan hubungan fisik manusia. Sebuah objek yang mencakup central AI, itu sudah dilengkapi fitur respon lebih cepat dari manusia.

Ancaman sekelompok teroris juga bisa mengancam mengikuti perkembangan AI, Senjata Api yang dimanipulasi dengan sistem navigasi akurat.

Perihalnya pemilik Tesla dan RocketX berargumen tentang AI, nyatanya dia mengembangkan Autonomous Driver sendiri Autopilot. Mobil tanpa driver, juga resiko terbaru, akan bisa menjadi bahan gangguan untuk menjatuhkan keselamatan penumpang. Bisnis selalu bisnis, tidak bisa ketinggalan ‘nama’.

Digital, ‘Dunia Maya’

Digital cenderung penyerangan terhadap keamanan dunia maya, spear-phising, pancing kail link dalam bentuk email dan teks komunikasi lainnya, timbal balik akses terbuka terhadap data personal dan sensitif.

Istilah digital akan mengancam emosi kemanusiaan di sini, sekarang data informasi kita juga bentuk rasa tidak aman yang kita memiliki. Kita tidak tahu apa yang Gadget lakukan pada kita, AI akan terasa menjadi teman sebenarnya atau teman munafik, diam – diam menelusuri demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. Diskusi AI sini sudah bersifat prinsip dan tujuan, realistinya akan semakin terasa.

Sosial media memprediksi kebiasaan setiap penggunanya, untuk mempribadikan dirimu dengan temuan brand yang di mintanya. Kasus lama Twitter, dari pihak ketiga menduplikasi sebuah akun menjadi bot, menampakkan AI sudah bisa menipu manusia.

Baca juga, bagaimana Artificial Intelligence membantu VSCO membangun sosial media sesuai dengan mood kreator, diberi nama Ava.

Influence, ‘Pengaruh’

Ya kata – kata dan pena lebih tajam dari sebuah pedang di suatu perang, niat jahat Artificial Intelligence akan merealisasikannya dalam permasalahan Internet dan Manusia di isu sekarang ini, fake news. Maraknya Machine Learning seperti Face Recognition dan Speech Recognition, dari dokumen rilis ini, ada scenario AI bisa dilatih untuk membuat pernyataan, mempengaruhi orang, lewat email ataupun bot.

Fake News juga sudah terdampak dengan visual. Video manipulatif instan, penuh atau semi-otomatis di mana – mana berhasil dijadikan kasus untuk memulai cerita, isu besar kemarin, mengenai AI-Porn, menggunakan kecerdasan buatan untuk mengganti muka performa Porno dengan artis Hollywood.

Kesimpulan

Harapan dari rilis dokumen ini adalah terus terbuka memberi diskusi kepada orang – orang yang bersangkutan, dari para pekerja yang terancam karena produktivitasnya, suatu negara keamanan nasional membentuk suatu gencatan senjata berkekuatan AI. Organisasi OpenAI ini sudah merilis dokumen – dokumen lainnya juga memudahkan para innovator untuk mengintegrasikan AI dengan karya – karyanya, juga tetap dalam kawasan pengendalian diciptakan bersama.

Aku belum baca rilis dokumen ini sampai akhir, mungkin sudah terdapat solusi tertulis di sana.

Perusahaan Terbesar dunia Advertising WPP akhirnya kena Dampak Jatuh dari Periklanan Digital

WPP Logo

Baik, agensi terbesar WPP dari Inggris sudah terkena tipuan sembahan berhala Digital Advertising. Jatuh hingga lebih dari 10% nilai sahamnya.

Kenapa Perlu kamu ketahui,

Tahun dengan penuh penyesalan, Pivotal Research Analyst Brian Wesser melapor performa tahunan WP. ‘Apa yang dialami WPP adalah permainan berakhir, lebih parah dari lemahnya agensi periklanan lainnya’.

WPP jatuh karena berada diambang ‘realitas baru’ menurut para pemerhati analisa WPP . Aku sendiri tidak tahu apa maksud ‘realitas baru’ di sini. Perusahaan senior WPP perlu keagilitas lagi untuk membaca pasar, istilah mereka mereset imajinasinya kembali, laporan Brian Wesser.

Namun yang jelas dari fakta ini, Agensi periklanan telah di-disrupt oleh digital advertising. Mungkin lahir era model bisnis baru ‘Agensi online periklanan’ yang biasanya kamu dari sosial media, sedang mempromosikan diri?.

Blogger advertising favoritku tidak boleh ketinggalan zaman soal ini, Bob Hoffman punya kolumn khusus bersama Mumbrella Asia.

Brand – brand ternama tidak akan selamat di sosial media, masalahnya bukan kategori mereka menjadi sensasi obsesi, sosial media mungkin hanya bisa menerima itu, mereka strategi brand – brand ini justru memalukan diri mereka sendiri dan berkonyol ria. P&G sudah menurunkan investasi periklanan nya di dunia sosial media dari 20% hingga 50%, termasuk Facebook, Youtube dan Twitter, salah satu klien terbesar WPP ini juga memotong 90% dana media online.

Sebagai Perbandingan

Jika P&G perusahaan yang menjual segala macam produk untuk kebutuhan sehari – hari merasa tidak berhasil dengan sosial media, otomatis bisnis dengan kompetisi semacam ini, kamu merasa yang punga, juga tidak berhasil.

Kreativitas tidak berujung dengan impression data dan muslihat layar Smartphone. Tidak pula berinvestasi banyak di advertising, produk sendiri yang akan bicara sendiri. Walaupun WPP punya nama besar di industri Advertising, nama besar itulah yang menjadi perbandingan kita, seriusnya bisnis kita, bukan serius permainan periklanan digital untuk mereka. Tidak semua tempat, menjadi penguasa keseluruhan mereka.

Cara Tristan Harris, Mantan Desainer Google, Melawan Teknologi Adiksi

app-ratins-humanetech.jpeg
Perbedaan Rating Antara Pengguna Senang dan Tidak Senang – humanetech

Seorang desainer penerapan etika, akhirnya berhasil keluar dari perusahaan Google,

Beliau, Tristan Harris, sekarang punya tujuan berbeda untuk mengatasi hal tersebut. Cara kita mendesain sistem aplikasi dan bisnis plaform lainnya, haruslah berdasarkan kemanusiaan, itu yang ku kutip dari artikel Quartz.

Maraknya mengutamakan perhatian dibanding kemanusiaan, demi kesenangan sendiri.

Contoh paling gampangnya adalah Facebook, mereka akan memberikan habis – habisan konten yang paling nyaman untuk diserap, merusak otak, hingga kamu lupa bahwa kamu berlama – lama di Facebook membuat mereka sangat menguntungkan, dan membuat pengguna jatuh dalam tanpa memikirkan masa depannya sendiri.

Konten yang diciptakan oleh Facebook, diikuti dengan properti rewards seperti Like dan Comment, itu benar – benar merusak hubungan sesama lain. Karena itu kita merasa terintimidasi karena konten punya teman, ternyata lebih banyak respon like dan komen dari yang lain.

Ini tentu juga bisa menjadi Facebook mengambil untung, dengan ini Facebook ingin mendorong kamu mengeluarkan uang, agar kamu memiliki interaksi yang banyak dari lainnya. Hebatnya lagi cara Facebook menemukan rumusan ini, Sistem mereka bisa mengetahui siapa yang lagi ‘pesimis’ dan lagi ‘frustrasi’, terutama untuk anak – anak muda.

Youtube juga demikian, menurutnya, begitu kamu buka Youtube, kamu akan dihalusinasi dengan pilihan video menarik dan memancing tidak fokus dengan pekerjaan-mu, sehingga membuat kamu tidak habis – habisnya menonton. Kebiasaan tersebut akan diperkenalkan setiap pengguna di dunia ini, sehingga Youtube merambah dampak ini menjadi keuntungan banyak buat mereka.

Hal yang bisa diterapkan

Tristan Harris sudah membangun organisasi tersendiri bersama orang – orang teknologi terdahulu yang juga sudah mengalaminya, Center for Humane Technology. Organisasi bertujuan untuk menuangkan prinsip desain kepada orang – orang bersangkutan dalam kinerja teknologi.

Tristan memiliki emosional filsafat dalam prosesnya, Tristan Harris mengerti cerita manusia dalam hubungan kita bersama teknologi tidak sesuai ekspetasi seperti novel – novel berakhir dengan cerita baik. Kita sebagai pengguna diputar – putar oleh drama.

Tristan berargumen bahwa bisnis Attention Economy,  suatu senjata efektif mensukseskan platform Internet tanpa kita sadari, dari sisi budaya masyarakat ini sudah merusak.

Jujur akupun tidak bisa produktif sehari – haris berkat Platform yang dominan nya gratis. Pengendalian kita semakin berat tantangannya, dimana keberadaan kamu.

Bahkan Mark Zuckerberg sendiri menyebarkan kata – kata Tristan Harris ‘Time Well Spent’ sebagai prinsip Facebook ke depan.  Berarti Facebook merasa bersalah juga, mengambil kesempatan waktu pengguna hanya untuk melihat News Feed.

Tonton inspirasinya bersama TED.

Aspirasi Minggu Ini

MasakiYamamoto-Guts-Photography-ItsNiceThat-3-2
Masaki Yamamoto

Fotografi Masaki Yamamoto dan momen kejujuran yang telah tercipta dalam buku “Guts”. Konflik masalah di balik sebuah keluarga, bagaimna keluarga terpisah, itu menjadi apresiasi tersendiri buat Masaki. – It’s Nice That.

Desainer dibalik konsep Black Panthers dan Wakanda – Fastcodesign

Merasa sependapat dengan pandangan penulis Washington Post ini, satu – satunya cara untuk membetulkan Facebook, buat pengguna membayarnya. – Washington Post

Professor Media, Douglas Rushkoff dalam berpandangan tentang Bitcoin, sudah berargumen Bitcoin akan berakhir, gaya tulisannya menunjukkan di sinilah cara mereka berakhir – Fastcompany

Ringtone Klasik Nokia Terkenal, inspirasinya terungkap dari lantunan irama Gitaris Spanyol – Quartzy.

Levi’s menggunakan Laser untuk masa produksi Jeans ke depan, tanpa menganggu Authentic-nya – Quartzy

 


Sebagian analisa tidak bisa ku beri gambar, mencoba menghormati pemilik copyright konten tanpa mengambilnya secara cuma – cuma. Berikan sugesti dan opini mengenai Letters of Idea minggu ini ke email ku.

SaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSaveSave

SaveSave