Search and Hit Enter

Christine Lagarde dan Blockchain, #DesignInTech 2018, Mainan Sendiri Boeing

Berada kehilangan arah dari teknologi, sama saja melupakan hal – hal sekitar, agresifnya sebuah ekosistem akan terus mengancam, terlalu percaya diri, tidak mendengar yang membutuhkan, agresif tersebut butuh pengendalian. Bagaimana kamu mengendalikan, tanya loyalitas-mu!

Seharusnya aku mencari orang yang pandai menulis konten seperti ini, hawa entrepreneur sedang berburu, merealisasikan ini tidak gampang, dan aku tidak bisa bekerja sendiri, ini juga masih berstatus inisial.

Walaupun tulisan ku tidak menjadi terdepan, tapi aku berusaha untuk menceritakan detailnya dan memetik pandangannya, lewat konten ‘paywall’ ini dan mengirim ke email memberships.


Christine Lagarde dan IMF Cara Membuka Pintu Crypto dan Blockchain

Salah ku mengatakan antara ‘cryptocurrency’ dan ‘crypto-assets’. Beliau menulisnya dengan kata cryto-assets.

Dalam tulisannya di Blog IMF, sebelum membuka pintu teknologi finansial Blockchain dan cryptocurrency, menginspeksi diri kesadaran apa yang sudah Blockchain lakukan di sisi buruknya. Yang menjadi perhatian kasusnya bulan juli 2017, operasi tangan Amerika menjatuhkan AlphaBay, pasar terbesar kriminal di Internet dengan pergerakan transaksi crypto hingga $1 Billion.

Sebagai Managing Director IMF, Christine Lagarde memberikan perkembangan internal regulasi organisasi – organisasi mengenai keputusan crytpo.

  • Financial Stability Board (FSB) siap mengasah otaknya untuk aturan baru pencapaian teknologi finansial akan depan.
  • Financial Action Task Force (FATF) adalah badan hukum khusus perlawanan terhadap pelaku pencucian uang dan kejahatan finansial lainnya. Cryptocurency dan sistem Blockchain sendiri tempat empuk untuk melakukan aksi tersebut, dalam tingkatan professional apapun, FATF sudah memiliki tanggung jawabnya.

Memperluas Standarisasi paduan IMF, Dengan program ‘Fighting fire with fire’, Ambisi IMF melindungi pengguna crypto dengan crypto itu sendiri. Hangatnya pembicaraan, perlindungan tersebut juga di atas layar Biometrics, Artificial Intelligence dan Cryptography.

Pandangan visual ku berkata, jika transaksi sedang bergerak di atas kompleksitas crytography di antara skenario jahat, berarti perlindungan atau regulasi tersebut akan memanipulasi proses transaksi tersebut, dengan menahan, bertindak bahkan melumpuhkan.

Apa itu Distributed ledged technology (DLT)

Ini salah satu penggerak Blockchain, sebagai distributor informasi sensitif kunci transaksi pengguna, pemegang Cryto sendiri menyimpan nilai assetnya di DLT dalam bentuk abstrak secara instan untuk sinkron terhadap transaksi lainnya. IMF akan mengambil kunci ini, belum tahu bagaimana IMF menyuntiknya, ini salah satu program jangka panjangnya.

Kesuksesan Crypto berada di Partisipasi Internasional

Di akhir tulisan, Christine Lagarde mengingatkan, bukan berarti harus meninggalkan crypto-assets, sederhana ambil potensinya, sadari tindakan berbahayanya. Setelah masalah crypto banyak meninggalkan jejak buruk di sektor bisnis dan kemanusiaan, Crypto seperti kertas baru yang digambar dengan jelek, dan kembali lagi mengulangnya untuk hasil bagus. Perumpaan ku untuk IMF.

Christine Lagarde berjanji akan mengambil persetujuan partisipasi demi kebaikan Crypto dari negara – negara G-20 Summit Argentina pada tanggal 30 November 2018 – 1 Desember 2018.


Paul Ford di Businessweek: ‘Bitcoin is Ridiculous, Blockchain is Dangerous’

Dulu waktu pertama kali terkesan mendengar pertama cryptocurrency Bitcoin, terbawa cara menghasilkannya, masa dari memanfaatkan CPU komputer, semakin cepat performanya, semakin lancar Bitcoin bergerak tambah.

Sepositif – positifnya Blockchain, Bitcoin dan Cryptocurrency, masyarakat masih jauh merealisasikannya. Kenapa?, karena belum ada yang pandai bernarasi dari suara kemasyarakatan tersebut daripada menjelaskan ‘apa itu Blockchain’.

Fokus di satu cerita dari pengusaha Web Paul Ford, tulisan terbarunya di Bloomberg Businessweek.

Realitas yang dia narasi kan, Peran Blockchain dan Crytocurrency Bitcoin juga sejagat satuan – satuan lainnya lagi tidak akan menyerah untuk memenangkan finansial Blockchain selain menang sendiri. Paul Ford menandakan setelah menjelaskan bagaimana transaksi Blockchain itu sendiri, mengkritik kenapa uang harus ditampung dalam satuan block, membiarkan nilai uang tersebut akan terbang di antara block lainnya dalam.

Menyebut satuan Bitcoin adalah The Pranksters, Pranksters yakin ‘Tapikan manusia akan menjadikan nya bagian ekonomi dari apapun termasuk ini’. Tak lupa mengingat keberhasilan Bitcoin sebagai ‘ide menyenangkan’.

Paul Ford di sini sedang memberikan cerita antara pengalaman emosi dia dan pandangan nya terhadap finansial Blockchain dengan perkembangan saat ini orang bernarasi tadi dalam pengaruh masuk Bitcoin ke masyarakat luas.

Pengenalanku hanya Blockchain belum termasuk dampak kemanusiaan, dan aku penasaran, tunjukkan referensi beberapa fakta kepadaku antara argumen kritik dan harapan Blockchain dalam produktif.

Aspirasi Blockchain lainnya

Blockchain terpikir di bidang kreatif, Startup muda Blockchain, Po.et memiliki produk fitur mendukung Kreator dan melindungi setiap karyanya dengan kemanan Blockchain, seperti yang diterapkan transaksi Blockchain.

Jadi, kembali lagi ke Blockchain dan akhiri diskusi Cryptocurrency, berarti nilai uang bukan segalanya dari Blockchain, teknologi nya dipungkiri untuk penerapan lain.


 

John Maeda merilis #DesignInTech 2018

#designintech-unintended-consequences
Design in Tech 2018 – John Maeda

Tahun keempatnya sebagai pemikir desain, John Maeda kembali merilis Design In Tech 2018 dan meresmikannya di acara SXSW tahun ini.

Mengutamakan Technologi Business Desain, John Maeda saatnya membawa reaksi kemanusiaan dan empati sesama lain dan membangun emosi kedewasaan kita.

Technology x Business x Design:

  • Scaling Design: Budaya bekerja orientasi berpengaruh terhadap desain. Karena desain juga termasuk sebuah cerita, cerita tersebut butuh terbuka dan menerima ketidaksempurnaan. Dari cara membangun tim, komunikasi hingga feedback pelanggan.

‘Ketika budaya tersebut kuat di suatu perusahaan, semakin percaya kamu dengan karyawan kamu sendiri, tanpa lagi strategi perusahaan’ kata – kata dari Brian Chesky, mengutamakan seharusnya ada kebebasan di sini.

  • ‘Classical Designers are slowly beginning to evolve’. Jauh dari bermain visual, desainer konvensional sudah mulai beradaptasi. Ada mulanya kalau kata ‘desain’ itu sendiri tidak dibawa – bawa, jika seseorang atau yang mengerjakan dalam grup punya naluri ‘desain’ tanpa mengeluarkannya, hasilnya yang membuat mereka berkata ‘desain’.

Computing Design:

  • 2018 ini John Maeda masih terkesan dengan kenaikan angka pengguna mobile Smartphone juga pemanfaatannya. First Steps, langkah pertama mudah  menerapkan desain di teknologi, lewat berbasis layar. Contoh pemanfaatan susunan sensor Android Smatphone, selalu peluang berbicara.
  • Toward conversational design, maraknya Alexa, Machine Learning dan interaksi pembicaraan dan pendengaran kita, bahkan experience teknologi itu sendiri, bisa merespon kedisiplinan. Cara Alexa menjawab kecenderungan komen sexism. Padahal Erika Hall menyebut ini interface tertua Conversational Experience.
  • AI-Designer, 2018 adalah tahunnya AI, tidak berarti meninggalkan kepedulian tersebut, John Maeda memprediksi walaupun Artificial Intelligence sendiri akan menggantikan beberapa pekerjaan desainer. Tingkat di mana desainer berujung tanduk dengan AI, 88% desainer percaya pekerjaan visual desain akan digantikan oleh AI, menurut survei John Maeda.

Inequality:

Ketika budaya internet terambang ketidaksesamaan terhadap sesama, John Maeda menerapkan hal tersebut selagi prioritasnya berada di budaya yang sama. Berada di kekuatan desain dan teknologi, John Maeda menyamankan orang – orang yang berperasaan seperti ini dengan data yang dikumpulkan.

Skills Gap, di mana orang – orang berbakat selalu kelihatan di kota – kota besar, layaknya Silicon Valley. John Maeda mendeklarasikan kesetaraan ‘beyond Silicon Valley’, padahal koneksi Internet sendiri sudah menghubungkan kita demi kualitas tersebut, sensitifnya innovasi harusnya dibutuhkan pada suara terdalam, disabilitas dan orang – orang tanpa sepengetahuan.

Mengetahui karirnya bekerja di Automattic’s WordPress, dia menceritakan budaya “remote work”. Benarkah bekerja tanpa kantor, tidak berinteraksi dua mata, akan mengisolasi karir kita?. Tidak berlaku di Automattic, memang agresif kelihatannya, mereka benar – benar membuka peluang untuk bekerja dari seluruh dunia.

Salah satu kasus ini – Sistem Google salah persepsi menganggap orang berkulit hitam bertanda ‘Gorilla’, WSJ

Inclusive Design:

Pertanyaan yang bisa ku terapkan di #DesignInTech, Dari tahun ke tahun desainer mendorong belajar berinovasi menulis kode, teknologi mind-set, dan mental berbisnis, desainer jika bertanya memulai sesuatu dari mana, itu adalah pertanyaan rapor pertamanya tahun 2016, Sekarang 2018 adalah pengaruh kontrol, pesatnya dari kecerdasan Innovator, memicu keegoisan, tidak apresiasi, meremehkan orang – orang kecil.

Sehingga John Maeda ingin menerapkan hal tersebut, semua menang berkarya tanpa mengesampingkan suara dominan, desainer akan bertanya ‘Di mana aku harus meletakkan posisi ku?’ ‘Kenapa aku merasa tidak diterima secara seimbang’. John Maeda punya jawabannya. Inclusive Design.


Boeing akhirnya mengeluarkan Mainannya

boeing-drone

Satu badannya Boeing sebanding satu pesawat terbang raksasa, Drone hanya sebanding dengan kaki tangannya.

Mempamerkan Drone terbarunya, ‘Unmanned electric vertical-takeoff-and-landing (eVOTL) cargo air vehicle (CAV) prototype’. Sederhana bukan, pantas saja Boeing menciptakannya dalam tiga bulan saja.

Dikembangkan anak perusahaan Boeing, Boeing Horizon X fokus Aerospace berkelas Startup. Ketika perusahaan raksasa Aerospace menciptakan Drone, berbeda pendapat. Sudah membayangkan saja, ketika ada stasiun khusus Drone bertrampil seperti eVOTL, mampu mengangkat beban berat sekitar 200 kg lebih dan terbang berpindah antara kecamatan, bahkan kota, kompetisi disruption apa akan selanjutnya?

Mendengar prototype Drone ini bisa mengangkut 200kg, Boeing sudah punya rencana selanjutnya, apa yang bisa bernilai dari masa produksi Drone ini sampai di tangan pihak enterprise?. Mengangkut – ngangkut, adalah tujuan Drone komersial, Pasar para pengembang Drone berada di kategori masing – masing, terbang sudah pencapaian tahap pertama, tahap kedua, keseharian Drone untuk kebutuhan sehari – hari

Tonton Video perkenalan Boeing Drone.


Aspirasi Minggu ini

apple-wwdc18.jpeg

Apple merilis jadwal WWDC 2018, tanggal 4 – 8 Juni 2018 – Apple Developer

Aku bukan pengguna Amazon Alexa, melihat Alexa ketawa seperti itu, kelihatannya AI sudah pandai mempermalukan pengguna-nya. – BuzzFeed

Merasa pemenang, sang Facebook lupa sibuk – sibuknya menyempurnakan lingkaran sistem berita mereka, yang lain punya kesempatan – Digiday

Apple menakusisi perusahaan majalah langganan, Texture, tanda sedang ada perkembangan produk digital di Apple News dan fokus konten membaca  – Axios

Menulis Fake News sendiri itu seperti ada kesadaran gila, Website ini mengajarkan perbedaan asli dan Fake News adalah dengan menerbitkannya [Bacaan berat] – Poynter

Fotografer Italia Ferdinando Scianna mengambil momen publik membaca di sekitar kota Milan – Kinfolk

ferdinando-scianna-kinfolk-magazine-src
Ferdinando Scianna, src: Kinfolk
%d blogger menyukai ini: