Search and Hit Enter

Kondisi Mark Zuckerberg, Senjata Mutakhir Facebook -> Instagram, Kenapa Memilih Email

Aspirasi minggu ini kebanyakan opini, sejak Facebook meneteskan kesalahan di depan mata dunia, hingga lupa inspirasi fashion dan desain,

Oh ya 14, 15 April Adidas Yeezy Blush akan rilis dan Offwhite x Nike Vaporwhite. Tidak lupa, pembahasan naik daunnya media Email.

Kondisi Mark Zuckerberg

Seluruh dunia memperhatikan momen Mark Zuckerberg, dalam testimoni-nya.

Catatan Sebagai Pemimpin

Tidak mengakui kebocoran privasi data Cambridge Analytica kenaikan menjadi 80 Millions pada tahun 2015 menurut percakapan testimoni tersebut, yang menyebutkan 2015 belum menjadi produk sistem periklanan-nya.

Wall Street menyukai Mark Zuckerberg, pemimpin bertanggung jawab dan kompeten, mereka percaya diri bisnis dengan fondasi privasi data untuk layanan gratis masih terbangun, lebihnya Mark Zuckerberg. Kepemimpinan tersebut menginspirasi perusahaan teknologi lainnya, yang memiliki model bisnis sama, seperti Twitter.

Jika Menjadi Mark

Tapi aku berpesan, setelah membaca koleksi pertanyaan jawaban testimoni tersebut dari kutipan Quartz, Mark Zuckerberg selalu memutar – mutar perkataannya, inilah kenapa Facebook dikenal sebagai perushaan idealisme, bahkan karyamannya mengakui hal tersebut.

Jika menjadi Mark, pengguna juga salah sebenarnya, sudah berada di Facebook berarti kalian telah membuka privasi kalian. Sedikit khawatir juga mengenai kejadian Facebook berdampak atas kematian jurnalis Muslim di Myanmar, ini menjadi pertanyaan juga, Mark menyebut ini ‘sebuah tragedi’. Respon senator mereflek jawaban Mark, ‘Kami semua juga merasa ini tragedi’.

Akhir Cerita, jurnalis CNN Dylan Byers berkata, ‘Dia menang’.

Baca Juga

Permintaan maafnya Mark Zuckerberg selama 14 tahun dikemas zeynep tufekci, professor Media dari NY. – WIRED

Besar kecilnya kesalahan Facebook dalam pengaruhnya bermain data, minta maaf Zuckerberg tidak akan terpengaruh dengan dampaknya, termasuk merasa tidak terima dengan pendapat CEO Apple, Tim Cook, dengan menyebutnya ‘Stockholm Syndrome’. Zeynep Tufekci menulis kronologis tersebut beserta kritik terdalamnya.


Laporan panjang mengenai bencana tertimpa umat Muslim di Sri Lanka, akibat kebebasan Ekstremis di Facebook – Buzzfeed News

Sebelumnya Srilanka sudah memblokir Facebook, termasuk Whatsapp dan Instagram, dan Facebook merasa kecil pengguna Sri Lanka yang lebih banyak followers FB Page Justin Bieber, sangat penting baginya. Ketika tim FB datang ke Sri Lanka, tanda pemerintahnya belum konsistem, mereka membuka kembali akses Facebook.


Mark Zuckerberg melontarkan kecerdasan buatan sebagai solusi mencegah kebencian – Quartz

Ambisi Mark bersama teknologi, tetap teguh, dia lebih percaya inovasi AI (Kecerdasan Buatannya) untuk mencegah konten – konten merusak, daripada melibatkan manusia. Termasuk jangka panjang Facebook, mengutarakan hal – hal otomatis.  


Cambridge Analytica juga bisa Akses Pesan Facebook Pribadi – WIRED

Izin akses aplikasi ditemani pihak ketiga dari Facebook, ketika pengguna ‘setuju’, cara aksesnya memang kontroversial, sudah lebih dari batas hingga ke percakapan pribadi plus privasi pengguna. Kasus ini berada di ujung serakah.


Senjata Terakhir Facebook, Instagram – Bloomberg Businessweek

Instagram dan Facebook adalah satu, bukan dua platform berbeda, kesimpulan terakhir dari artikel Bloomberg Businessweek minggu ini. Setidaknya, aku menemukan beberapa jawaban bahwa Founder Instagram memiliki pengertian berbeda sejak Mark Zuckeberg mengakusisi perusahaan ini,

Argumen Founders Instagram Kevin Systrom dan Mike Krieger, mengesankan..

  1. Instagram bukan ciptaan untuk membagikan konten dari pengguna lain, masuk ke feed orang lain, Mereka merasa bahwa feed harus sesuai hasrat pengguna
  2. Visi Instagram memang menghindari dari pos – pos sensasional, berita dan memes.
  3. Sebelum akusisi Facebook, Tim Instagram tidak perlu kebutuhan banyak data
  4. Awalnya menolak fitur sharing video 24 jam ‘Instagram Stories’, hingga Mark Zuckerberg mendorong secara personal.

Bahkan, salah satu Founder, Systrom, mengakui memang kedapatan ‘tegang’ untuk masa depan Instagram.

Selama Mark Zuckerberg memprioritaskan Profits dan Data, Instagram juga mesti menjadi persaingan ketat untuk platform sosial media, sekarang membagikan foto pun datanya sampai ‘kebiasaan’. Ingat nasehat terkenalnya, buat apa saja, asalkan cepat, lupakan aturan.

Ini menandakan Founders Instagram masih memikirkan kualitas kemanusiaan, daripada mencari kapabilitas kepentingan sendiri, tidak lupa selera seni. Pertanyaannya, jiwa muda sekarang tidak akan bisa menghindari Instagram, jika sudah menyatu dengan Facebook, inilah prioritas terdalam Facebook. Siapa yang mau bayar, untuk berbagi foto.


Kenapa Memilih Email

Kita lebih memilih ribet, daripada terbatas tapi cukup, lebih memilih popularitas, daripada efektif. Email tidak berkata apa – apa, tetap berada di budaya sendiri. Bahkan kebutuhan email, adalah persyaratan kamu juga untuk masuk ke sosial media. Sama halnya kamu berada di pusat atraksi, butuh tiket masuk, berada di pusat atraksi, melupakan tiketnya hingga rusak, tidak berlaku lagi, melupakan mulai inisial darimana.

Sama seperti surat kabar, di simpan lama – lama di lemari tersimpan, melihat arsip antara kamu dengan seseorang dengan kata – kata serius indah, tanpa hadapan orang lain. Sesungguhnya, ini yang bisa dikenang.

Internet, dunia-nya tidak perlu manja-luaskan

Padahal Internet ada, berkat kelaparan Inovasi, memanja-luaskan aku rasa,  berasal sendiri, jangan sampai pikiran ini tiba – tiba tenggelam karena inovasi baru, pengendalian tersebut sangatlah susah untuk memilih.

Email, Media Berjangka Panjang

Beberapa surat kabar Email yang harus kamu ikuti dan mengikuti kesuksesannya

  1. Stratechery, beberapa link-nya sudah ku letakkan di beberapa artikel sebelumnya, surat kabar langganan berbayar membahas analisa teknologi dan bisnis.
  2. The Sinocism China, Surat kabar membahas putaran terkini China, dari Jurnalis Bill Bishop
  3. Desk Lunch, Baru launching, tentang cerita budaya kerja perempuan karir industri kreatif.
  4. Axios, Media inovatif terkini Washington, modal bisnisnya konsisten Email dan sentuhan konten video, setiap kategori membedakan konsep surat kabar.

Cukup ini dulu, .. salah satu masih apresiasi, posisi merangkai seni dan menulis formal di ambang Internet.


Aspirasi Minggu ini

Aspirasi-nya cukup satu saja, sudah melebihi batas link-nya. Surat kabar ini harus menghayati sebagai pembaca.


Fortnite menghasilkan 2 Milliar Dollar per hari dari Pengguna iPhone – Fast Co. Company

Agresif game udah di atas rata – rata, menjual item akesesoris lewat In-App Purchase, apalagi masuk Android, akan menjadi salah satu kesuksesan besar di dunia Mobile Gaming.

Tulis diriku

Ada yang keberatan?, punya pemikiran yang sama?, atau sugesti buku yang harus ku baca selanjutnya -> firasraf@kicikku.com

SaveSave

%d blogger menyukai ini: