Search and Hit Enter

Uang Tidak Bicara, Tanpa Desain Adiksi

Tanamkan ini, karena kita menegaskan peraturan di sini..

Ketika uang ingin bicara dengan cara tidak biasa, investasi tersebut tidak berada di sistem lemah dan lengah. Uang ingin bicara terus – menerus, mereka butuh proses yang mengerakkan sistem tersebut.

Sangat sayang hanya bicara data, tanpa menanamkan emosi. Senjata ‘desain adiksi’ adalah pilihan kebanyakan Startup Internet. Ber-alur ‘Aggregarator’, mengerti Aggregarator, platform berbasis layanan mengutamakan hubungan antara pengguna konsumen.

Satu hal yang bisa persiapkan, kenapa pengguna harus penasaran dengan platform tersebut?, Tidak mungkin Netflix tumbuh besar saat sahamnya mengalahkan ekspetasi Wall Street, tanpa investasi konten dan teknologi. Cara yang konvensional bukan, konten, mereka tidak cukup hanya mengambil film – film Hollywood, resiko mereka membuat produksi sendiri, mencari cerita – cerita bagus, hingga pasar tambah penasaran, tiada daya lagi orang menahan untuk langganan.

Berita terbarunya, Aplikasi adalah masa depan Televisi, sama argumen petinggi Netflix dengan pendapat Tim Cook Apple.

Kompetisi memang berat, beragam perintis juga tidak boleh lemah, siapa yang pandai menguasai emosi dan rasa penasaran orang, itulah pemenangnya. Walaupun data adalah indikator perbedaan, tetap Brand mengutamakan tindakan tersebut, di jalanan ‘aneh’.

Lama kelamaan menulis ini sudah masuk ke kategori umum bisnis, satu – satunya dinding di mana desain adiksi proses terjadi, melemahkan emosi tersebut, luhur hatinya, ‘kenapa aku rasanya ingin mendapatkan barang ini?’. Permainannya harus penuh kejutan, berada di putaran yang tidak diikuti oleh kompetitor lain, berada di luar zona popularitas, sejak memulai, benar begitu?

Menjual Produk Tanpa Kelihatan

Konsep kedua desain adiksi, nilai nol di hadapan konsumen. Sembunyikan konsumen apa yang kamu jual, transaksi tanpa kelihatan bahwa aktivitas konsumen di platform kamu, sebenarnya keuntungan bisnis tersebut.

Kembali ke Netflix, mereka tahu ketika pengguna setelah 5 hari pertama asyik menonton, langganan berbayar sudah kena, Netflix tidak memberikan notifikasi-nya dengan alasan untuk kenyamanan menonton. Setelah daftar, nomor kartu kredit sudah terdaftar di tempat mereka, dan perjanjian mutlak setelah menekan ‘tombol’ registrasi.

Jika Google menempatkan produk di halaman utama, sama saja merobohkan kantor sendiri, dengan mengutamakan pengguna mencari informasi dan layanan gratis, kebalikan untuk memancing pengguna sebagai performa, ketika pelanggan Google ingin bisnisnya menjadi perhatian di mesin pencari, pelanggan tahu produk Google yang menguntungkan.

Di sinilah desain adiksi Google meracik, dengan modal bisnis menyerap data, generasi ini ingin budaya globalisasi melihatnya sebagai hal ‘benar’ dan normal. Tidak ada lagi regulasi privasi, karya terbesar Google akan menjadi inspirasi orang, di mulai dengan menjual produk tanpa kelihatan.

Gratis adalah Alternatif, pengguna melihatnya Utama

Tidak mungkin Youtube membiarkan Creator upload video puluhan Gigabyte gratis, pasti ada maksud di balik layar tersebut, sehingga eksekusi ini menyebabkan Creator melihat potensi kreatif di sini, terutama mencari potensi. Di mana pun juga Youtube ada maunya, model sistem periklanannya berhasil mengajak brand untuk menginvestasikan konten mereka dengan Youtube, dan Creator bisa ku katakan adalah produk Youtube. Gratis adalah alternatif paling manjur, tidak manjur jika tidak dikembangkan dengan rasa penasaran.

Youtube berhasil mengajak brand, setelah Creator menempatkan video-nya, otomatis mereka pun mengajak audiens ikut partisipasi mengajak nonton, eksekusi sedang terjadi. Youtube menyelinapkan iklannya sesuai permintaan brand, ditambah dengan Google.

Berhasil di permainan ini, Youtube adalah pasar industri kreatif tidak bisa dihindari, dominan ‘desain adiksi’ mereka menempatkan kebiasaan tersebut selalu pilihan utama orang menikmati hiburan internet.

Visual, Sihir Manipulasi

Dimana – mana platform Internet tidak mau kehilangan konsumen, walaupun pilihan memprioritaskan pengguna. Dengan ini, Visual memberatkan pengguna setidaknya mengecilkan kesempatan tersebut, pengguna menantang sendiri jalan keluarnya tanpa panduan sistem, minimal pengguna tidak menghapus akun tersebut. Walau pengguna berhasil menghapus akunnya, contohnya Facebook, mereka mensyaratkan 14 hari sebelum konfirmasi penghapusan.

Sempat berperang memang, daripada naik emosi, Platform menyuruh lebih baik tidak cari kesempatan ‘keluar’, sudah terjadi itu.

Cerita lain,

Contoh sederhana, mengecilkan input atau interaksi yang merugikan performa. Instagram perlu kebutuhan data untuk keperluan produk iklannya, pengguna tidak akan berpikir antara akses kontak.

Penasaran punya akun, tombol biru besar adalah jalan utamanya, tanpa melihat keadaaan. Rasa spontan pengguna adalah pemanfaatan ‘desain adiksi’.

Berikan Rasa Puas

Hasrat, kejutan, hadiah.

Itulah rasanya pengguna menikmati di platform tersebut, ‘desain adiksi’ adalah di mana mereka ingin kembali dan kembali lagi, di waktu apapun, mencari kepuasaan. Creator Youtube ingin upload video terus – menerus, karena mereka dihadiahi penghasilan, popularitas, ditambah lagi ‘kepercayaan’. Sehingga rasa puas ini memotivasi untuk kembali kreatif lagi.

Manfaatkan orang malas

Di mana pun berada, konsumsi Internet maunya serba instan. Ketika orang malas berada di depan internet, insting-nya lemah, tidak mau jalan ke sana – sini, maunya sudah ada di depan mata, tak peduli apapun. Sama dengan game online, tidak tahu apa – apa, tagihannya tiba – tiba gemuk. Apalagi sosial media, banjir konten bikin orang betah di tempat tidur terus di temankan power Bank, biar tidak habis ceritanya, hingga uang pun tidak capek berbicara.

Ketika pengguna menikmati kenyamanan sistem kamu, mereka kehilangan kesadaran, kehilangan waktu, berhasil menguasai waktu mereka, tanda keuntungan berkali – kali lipat.

Apa kesempatannya?

Kesempatan tidak boleh lemah di hadapan pengguna, mereka menganggap semuanya untuk kemudahan sehari – hari, di mata pemburuanmu mereka adalah pasukan siap menggali emas untuk para pengembang platform ini.

Jelas ini komersial yang tak bisa ditebak penerapannya, karena semua butuh ‘desain adiksi’ di atas ide – ide aneh kalian, tidak ada pemaksaan, tidak ada keharusan, lebih baik pikirkan diri sendiri dulu, kenapa uang ingin bicara?

SaveSaveSaveSave

No Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: