Search and Hit Enter

Kenapa Komunitas VSCO Belum Tersentuh?

Bukannya sudah jelas jawabannya?, Rata – rata orang inginnya sebuah hadiah, harus disebarkan ‘kalau aku dapat hadiah besar!’. Sebenarnya VSCO juga berbalas budi dengan hadiahnya, cuma bedanya tidak disebarkan.

Kenapa Fotografer amatir atau professional tetap menggunakan Instagram, mereka perlu apresiasi yang diperlihatkan ke orang, satu – satunya jalan hanya itu. Padahal VSCO mengutamakan, dua kali lebih dalam cara mengapresiasi seni, tombol ‘like’ yang tersedia di VSCO hanya sebatas privasi antara Kreator dan pengunjung, tidak ada respon pihak ketiga.

Kekuatan Minimalis VSCO sering kali melatih ketidakegoisan terhadap berkarya, itu kesan pertama yang ku lihat dari komunitas perkembangan ini, tidak melihat sempurna, namun melihat rasa syukur, foto yang dianggap gagal bisa tampak berseni. Fitur terkininya, tim VSCO mengembangkan ‘Machine Learning’ untuk persamaan foto dari apa yang kamu suka, juga mengumpulkan foto dengan filter yang sama, sebagai perbandingan.

Material produknya, VSCO menaikkan keuntungannya dengan langganan produknya VSCO X, selalu meluncurkan filter terbaru, konfigurasi Border salah satu favoritku, tidak lupa filter Video. Mereka benar bisnis digital industri kreatif, bidang seni yang sudah sukses, konsisten terhadap seni fotografi, dalam konteks Mobile.

Mementingkan diri sendiri hal wajar, mementingkan demi komunitas berekspresi hal yang tidak wajar. Kesimpulan ku dari ‘komunitas berekspresi’ VSCO. Apa yang seru dari sosial media?

Ku telusuri kebiasaan VSCO Co-Founder sekaligus CXO Greg Lutze di Internet, pertama dia tidak aktif di Instagram, sisa foto lamanya membagikan kegemaran bukunya, kedua senang juga membagikan hobi musiknya lewat blog, paling pentingnya dia konsisten di VSCO Community. Ku akui, dia bisa jadi inspirasi menjadi laki berkualitas, jangan lupa membaca jurnalnya, contoh menjadi bagian komunitas.

Pelajaran dari dia, cukup berinovasi dengan gaya sendiri hingga mengajak orang untuk masuk ke dunianya, tenang dalam suaranya. Tidak pandang dengan

Foto diatas: Suasana ramai Little India di sore hari

SaveSave

SaveSave

SaveSave

No Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: