Search and Hit Enter

Krisis Budaya Sneaker, Bayang F8 Facebook, Gagal Untuk Komitmen

Lagi enak mood-ku, surat kabar hari ini gratis, terkadang harus mendinginkan kembali kenapa budaya teknologi ‘efektif’ tidak selalu efektif, tidak semua Algorithma menyelesaikan masalah, tidak semua finansial menerima Quants, kemampuan memilah untuk memilih suatu harga mahal di budaya internet sekarang, apalagi tarifnya main gratis.

Minggu – minggu sebelumnya diskusi teknologi telah berujung ‘semakin membesar akan membesar’, kecil akan semakin kecil.

Kasus Snap adalah korbannya, komitmen ganti desain Snapchat tidak mempengaruhi estimasi Q2 2018, jauh dari peradaban. Dari $ 230.7 Juta, tertuju $244.5 Juta. Snapchat banyak meninggalkan luka dalam, setelah Instagram Stories eksis demikian. Semakin kejamnya bisnis sekarang adalah sehebat – hebatnya sekreatif – kreatifnya perusahaan, Budaya Internet tidak akan peduli denganmu, selagi kamu berada di pihak terbesar.

Salah siapa, karena nafsu banyak menganggu pemahaman kita terhadap Internet.


Gara – gara Internet, Budaya Sneaker Seharusnya Terancam Krisis

Krisis Budaya Streetwear, salahkan saja Virgil Abloh dan Off-White, kenapa kalian tergila – gila dengan sepatu hanya tulisan standar Helvetica Neue standar, perasaan ku demikian, daripada sepatu Nike Air 97 yang punya warna dan kontras bagus, opini pribadiku berkata.

Cerita lain dari Hype, sebenarnya banyak sejarah dari kolaborasi antara Brand dengan nama terkenal. Champion, cukup tua mengelabui industri ini, tenang bahwa tidak perlu menggoyangkan seluruh jagat raya, bahwa ada kolaborasi yang harus di-’cop’. Hubungan dengan modern sekarang, kolaborasi menaikkan budaya Hype, kenapa kita meribetkan memakai sepatu?, apa yang spesial?, hingga orang hanya terpadu dengan satu brand, tidak ada lagi panduan konsep berbeda, semuanya ingin merek ‘sama’, seharusnya Fashion mempertajam kepercayaan diri masing – masing.

Dan ini alasan catatan terakhir dari artikel COMPLEX, ‘Anak – anak jalanan, anak Skate yang seharusnya pengaruh gaya streetwear sesungguhnya, sudah dirusak anak – anak kaya Instagram dengan sepatu sama’. Apa lagi kreativitas Streetwear kalau Instagram saja hanya memiliki gaya – gaya berdasarkan popularitas, bukan lagi suara unik?. Paragraf terakhir dia mengingatkan, Yang seharusnya terbatas sepatunya, harus lebih dibataskan lagi.

Baca juga

Australia, kunci pemain bisnis pasar Sneaker, konsumennya tidak tertandingi dari China – South China Morning Post

Cerita Australia, diam – diam berpengaruh besar dalam Sneaker, ratusan Retail (Sneakerboy dan Highs and Lows), publikasi Majalah berhamburan (Sneaker Freaker), mengambil kesempatan ini. Uniknya, Anak – anak muda China menjadi penyebab jembatan keuntungan budaya Sneaker Australia.

Menkiprahkan kembali makna mewah ‘Luxury’ Brand 2018 – The Fashion Law

Brand mewah adalah ekslusif, nilai tak terhindari, untuk mendapatkan nilai tersebut, bagaimana prosesnya?, ‘kualitas tangan, inovasi’ kutipan Pamela N. Dazinger


Facebook Menutupi Kesalahan Privasi Data, Bayang – Bayang F8 Developer Conference Berbeda

Jika berada di sana sebagai pengembang ikut – ikutan kontroversial privasi data, apa lagi timbal balik Facebook untuk seluruh kategori berpartisipasi dalam bisnis ini. Liputan Axios, mengenai Mark Zuckerberg selalu mendukung jurnalisme, tapi tidak akan membayar Publishers, masalahnya media sudah agresif ketika content-nya dibagikan, ingin berada di posisi kesamaan, ‘Sosial media melengkapi lingkungan sosial, bukan konsumsi berita’, perihal Mark Zuckerberg ketika diundang acara dari The Information.

Terbaik untuk WhatsApp Co-Founder meninggalkan perusahaan Facebook, selagi Facebook ingin merayakan masa F8 Developer Conference.

Presentasi dari produk Facebook ke depan

  • Facebook Messenger untuk Mobile mengubah wajah desain, berubah menjadi sederhana dan cepat, insting-nya sebagai naturalitas dan fokus komunikasi. Kunci pentingnya, Facebook mengurangi tiga tab di bagian bawah.
  • WhatsApp menambah grup video chat dan stickers
  • Instagram juga menambah grup video chat, wajah desain baru untuk Explore Feed, dengan kolumn kategori juga hashtags di bagian atas. Jangan sampai Instagram kehilangan arah?
  • Facebook meningkatkan kualitas visual feed, dengan 3D Post dan integrasi Augmented Reality
  • Bekerja sama dengan pembuat kamera RED, Facebook mengembangkan kamera Virtual Reality sendiri

Kontak Jodoh Facebook

Ada 200 juta pengguna Facebook berstatus Single, ya Mark Zuckerberg merasa ingin membuat sesuatu untuk orang – orang ini, Facebook Dating.

Ku lihat dari presentasi Facebook Dating, beberapa sample orang di halaman Facebook,  contoh profesinya pekerjaan dreamy seperti desainer, snowboarder, startup founder, Facebook berharap orang – orang kualitas di sini. Kalau aku bisa menemukan lingkungan sosial seperti ini, Facebook jadi taman bermainku. Kontak jodoh online, bukan untuk pengguna ga punya kerjaan.

‘Just like in real life, the more active you are in the communities around you, the more opportunities you’ll have to meet awesome people’. Sesuai promosinya, Facebook Dating akan mengarahkan tempat hangout dan events terdekat, agar bisa ketemu, ini awal bagus dari fitur kompetitor lainnya, mungkin ada integrasi dengan halaman bisnis Facebook yang sedang mencari pasangan ikut berpatisipasi.

Facebook ‘Clear History’

Jelas-kan Facebook merekam aktivitas sehari – hari kamu di sosial media ini, sekarang giliran perusahaan untuk terbuka, fitur ‘Clear History’ menghapus rekaman data aktivitas pengguna, hak memilih untuk bersih dari pengawasan, harus pakai kata apa lagi selain ‘pengawasan’?, Ini membalikkan keadaan, Facebook ingin membiasakan, suatu saat pengguna akan menganggapnya normal, sebagai koleksi data.


Belajar Menghadapi Kegagalan, Belajar Berkomitmen

Adalah basis dari kehidupan untuk menggapai sesuatu apapun, terutama sukses. Penulis, Isabel Fattal untuk The Atlantic, lebih memberikan suasana pendidikan di sini. Mengutip riset kognitif Xiaodong Lin-Sieger, anak – anak SMA sains akan men-improvisasi nilainya ketika mengerti bagaimana kerasnya perjalanan seorang ilmuan, seperti Einstein, daripada hanya mengerti kesuksesannya saja.

Penulis Isabel, mengingatkan motivasi dari belajar kegagalan sangat langka, menerapkannya sebagai pelajaran sadar orang sukses sana juga banyak mengalami kegagalan dan untuk ketumbuhan generasi muda, di sinilah peran guru dan orang tua, ‘membuat anak gagal akan menjadi pekerjaan susah’, paragraf terakhir.

Riset Lin-Sieger mengakui kesalahan konsep yang sudah menyebar antara sukses dan gagal, mempengaruhi kepribadiannya, ditolak lima akademi untuk jurnal beberapa studinya, semasa kecil tidak berkesempatan sekolah selama tinggal di pedesaan China.

Jangan sampai karena gagal, mayoritas modern sudah tidak pandai mengambil langkah resiko, sukses dianggap ketidakmungkinan. Gagal seharusnya menjadi prioritas utama, dari motivasi, bukan keberhasilan.


Aspirasi Minggu Ini

Website Berbagi Fonts Gaya Tulisan Musisi Ini Terpaksa Tutup, Masalah Legalitas – deezen

Belum tahu SongwriterFonts, keduluan sukses mereka terlalu berlebihan hingga otoritas properti intellectual sana menegaskan untuk menutupi website, naungan desainer Julien Siens dan Nicolas Damiens.

Kesalahan mereka, membagikan Font berkepribadian tulisan tangan ini secara gratis, tanpa ada otoritas di mana posisi hak kepribadian gaya tulisan ini?


Dimana Korban Siber dan Pembobolan Data Menyerang Balik – The New Yorker

Memanfaatkan Hacking sebagai menaklukan kompetisi bisnis, akan meningkat tajam di atas tingkatan pengawasan regulasi pemahaman pemerintahan manapun. Skenario, apa yang terjadi menyerang balik Hacker. Essay ini, seluruh pemain keamanan siber berkumpul, mengumpulkan suara, membayangkan tingkat mana untuk membalas dendam di dunia siber.

Carpenter, ahli Siber selama melakukan investigasi 10 bulan siang malam mengenai kebocoran dokumen sensitif perusahaan Lockheed Martin,

Sering meninggalkan tidur bersama istri, membiarkan komputernya terbuka dengan dokumen deklasifikasi ‘honeypots’. Ternyata ada skenario, memancing server Korea sebagai persembunyian identitas dan pin penting menuju server awal mula pembobolan, dari Guangdong, China.

Di sini ada pelajaran, sekarang pertanyaan, antara invidualisme, perusahaan bahkan pemerintahan apakah mereka rela mengorbankan waktu dan modal Siber saling menjatuhkan. Apalagi, tidak semua memiliki sumber daya bahaya ini.


Benarkah Häagen Dazs Modif Rasa Vanillanya, Obsesif Fans Punya Jawaban – Quartzy

Ketawan kalau suatu Brand punya kualitas produk, ada orang loyalitas di sana yang peduli dengan perubahan. Fans es krim Häagen Dazs saling melontarkan ada yang tidak beres dengan rasa Vanilla, mereka ingin kembali ke resep asli. Respon Häagen Dazs, suatu saat ada ruang untuk perubahan, konsumen tetap prioritasnya.


Industri jam Swiss merasa terancam oleh Apple Smartwatch – Bloomberg

Apple tahu betul permainan ini dan Swiss tidak boleh lalai. Negara ini memang dipandang sebagai pengembang jam mewah, faktanya Rolex ganti posisi dengan Apple Watch menjadi kedua. Peter Stas dari Frederique Constant, angkat bicara, ada kategori Smartwatch sebagai strategi ke depannya, layanan kesehatan akan agresif menurutnya.


Bloomberg News mengubah desain editorial website, juga surat kabar harian ‘Open’ dan ‘Close’ – Bloomberg

Mulai harga $35 / bulan, Bloomberg mengubah bisnis digital jurnalismenya dengan sistem langganan, dapat gratis 8 artikel pertama setiap bulan, lumayan manfaatkan. Juga sejarah perubahan desainnya dalam beberapa tahun, dari Quartz.


Silakan langganan KICIKKU Memberships untuk surat kabar berikutnya, apabila ada kesalahan silakan beri kritik dan suggesti, ada yang tertarik ingin kenalan denganku hingga secangkir kopi -> firasraf@kicikku.com

%d blogger menyukai ini: