E-Commerce Memang Kejam

Terima kasih telah membaca salah satu artikel cukup populer ini, membuat toko online Dropshipping dengan Shopify, ku bertanggung jawab atas teknik – teknik yang ku tulis dini, sedangkan diriku sendiri tidak menjamin ini bisa membawa ratusan juta per bulan, tidak akan?

Kalian tahu E-Commerce, rata – rata berada di jalan yang sama, memiliki website sendiri, tagihan modal, bagikan ke sosial media, itu saja tekniknya. Ku khawatir kebiasaan ‘gratis – gratis’ tidak mengajarkan mengambil resiko. Beginilah bisnis Internet, tajam resikonya, tidak ada di dunia ini mengharapkan gratis dulu berikan apa yang kamu punya, baru kembalikan timbalnya.

Dari artikel dropship-ku, kebanyakan memiliki pertanyaan sama, ‘berapa bayaran bulanan?’, ‘tidak bisakah pakai selain kartu kredit?’, ‘bagaimana cara membayar supplier dari AliExpress, Oberlo?’. Kartu Kredit?, gratis – gratisnya Internet, sekalipun mau investasi di sini, kartu kredit syaratnya.

Shopify sendiri E-Commerce platform dari Kanada, dan transaksi untuk supplier menggunakan AliExpress, Dropship cenderung ke kuantitas pesanan jumlah banyak, efektifnya memang kartu kredit.

Sekejam – kejamnya bisnis E-Commerce, berarti kalian belum tangguh untuk menghadapinya. Kartu kredit saja sudah menjadi halangan, belum berbulan – bulan dapatkan order pertama, otomatis tagihan numpuk. Tidak sekali bikin toko website, dengan barang – barang populer, kamu langsung dapatin order, ku ingatkan sebelumnya tidak ada instan dalam hal ini, kalau kamu sudah mengeluh berbulan – bulan tagihan numpuk tanpa masukan transaksi, tidak cukup dirimu menjadi pengusaha online.

Menjadi sama di antara yang lain memang gampang, menjadi lain daripada yang lain, itulah jaminan pengusaha dipertaruhkan, Seth Godin menyebut ‘Rata – rata bisnis mulainya kelihatan ‘aneh’, hingga mereka memperjuangkannya, ketika berhasil pemain lain juga mengikutinya, padahal ‘aneh’ ‘.

Editorial bulan Mei ini, aku ingin berpesan, jangan menganggap buka Ecommerce, entah itu Dropship, tanpa inisiatif serius dulu dari berbisnis, ini bukan mulai blog atau akun sosial media, siap untuk dikritik dan di-complain. Aku belum akan melanjutkan panduan toko online lagi, tunggu hal misterius lainnya, tidak ada trik untuk menghindari rugi, rugi yang akan mengajarkanmu angkat bicara. Dropship sendiri, bisnis kencang – mengencang, semua orang mengikuti tahapnya seperti mie instan, aku akan menghindari topik ini. Ecommerce perlu dihidupkan lagi seni prosesnya, dari branding hingga ke tangan konsumen, sebagai skala besar.

Sebagai produk KICIKKU Memberships, surat kabar sendiri, arusku terbawa analisa dan bahasa jurnalisme, di bidang bisnis dan industri kreatif. Langkah selanjutnya, aku masih ambil – ambil waktu juga untuk konten spesial lainnya terutama memberikan manfaat orang lain, independenku masih terpengaruh dengan pekerjaan lain. Semoga harapan ini mencairkan apa sesungguhnya dari KICIKKU.

Berita bahagia umat Muslim menyambut bulan Ramadhan, Selamat menunaikan ibadah Puasa.

KICIKKU

Mei 2018

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.