Google Selalu Lolos, Ekspansi Machine Learning, Cryptocurrency dan Facebook, Ekspetasi Tinggi Media Stories

Apa tantangan menjadi desainer masa sekarang?

Google telah memberitahu seluruh resep rahasia dari studi material design-nya dan aku terkesan melihatnya berpikir satu kali. Untuk keduanya, apakah desainer bekerja harus menurut prinsip pengaruh seperti ini?

Di situasi – situasi seperti ini, pekerjaan desainer yang terpengaruh oleh gaya perusahaan besar, kita bekerja mengikuti arah, bukan kebebasan.

Google I/O 2018 telah berlalu dengan kecerdasan buatan ‘uhumm’ dan Microsoft Build juga mencairkan multi budaya bisnis, bulan depan giliran Apple WWDC. Kita setiap tahun hanya mengikuti tiga raksasa ini, terus terang, teknologi hanya berkiblat dengan keterampilan perhatian mereka, disusul dengan Facebook, Amazon, juga sudah melipat gandakan produk fisik. Terkadang aku harus menangkal popularitas, maklum keegoisanku ingin yang tidak biasa.

Pelajaran Material Design Google – Material.io

Gunakan Material Theming untuk mendapatkan konsisten brand antara warna, typography juga bentuk untuk interaksi komponen, tersedia plugin Sketch-nya Material Theme Editor. Biasanya elemen brand memiliki satu atau dua warna bersatu, gunakan resep ini!

Pelajari Material Studies, tahap demi tahap untuk meneksploitasi antara brand dan desain produk, Google memberikan resep apa yang harus dikerjakan pertama hingga terakhir, hingga desainer tahu di mana jalan tetapnya.

Google mengajarkan basis desainer, desainer bermaksud untuk eksperimen sebagai kenikmatan proses. Pertama, Layout sebagai bahan untuk menyusun konten dari platform mobile hingga ke web, Warna sebagai pengarah memainkan emosi dari prioritas hingga peringatan, Typography sebagai identitas tulisan pelengkap visual, Iconography ketika Icon pengganti perintah tulisan, Components sebagai penampung informasi juga elemen interaksi dan Motion yang membuat platform suatu saat proaktif.

Kesimpulan ku untuk Material Design, mereka membawa keindahan dan kesenangan dari mendesain, kurang lebih seperti sempurna. Atau maunya apa, lebih baik meresikokan diri atau nyaman di tempat orang, itu saja pertanyaan nya. Dan melemahkan kompetisi, agar mereka terbiasa dengan Google.

 


Dua Artikel dari TechCrunch

Pertama kalinya Snapgram, Stories Melebihi Angka Feed, Lalu Apa? – TechCrunch

Dan Snapchat ketinggalan jauh. Platform yang melibatkan konten sudah memiliki media visual spontan ini, apalagi Instagram yang menjadi kebanggan Facebook, sudah berjalan juga di WhatsApp hingga Facebook sendiri. Potensi ini sudah melibatkan mesin uang mereka. Mark Zuckerberg sudah meyakinkan ‘Harapan iklan juga selayaknya di media Stories’, juga kesempatan pihak ketiga aplikasi untuk meracik kreativitas media Stories, bisa saja ini permainan A.I. lainnya, sekian dari bisnisnya.

Sisi kemanusiaannya, di akhir kolumn, penulis menuangkan sebuah ide Theater untuk petulangan pengguna, dia khawatir juga, jangan sampai termakan pengalaman orang, ‘memahami untuk hidup kebersamaan’.

‘Uhum’ Google Duplex, Jangan Terlalu Bangga – TechCrunch

Terkesan dengan pembicaraan nyaman antara penjual dan Google Duplex A.I. menyamar sebagai perwakilan pelanggan, terlalu cepat. Sengaja menunggu seminggu, penasaran bagaimana kritik – kritiknya, Google berhasil mengambil perhatian dalam demonstrasi Duplex, ketika Sundar Pichai mempamerkan pengalaman ini, itu bukanlah pembicaraan langsung, namun rekaman, tapi CEO Google mengakui ini asli.

Penulis sudah membawa skenario di sini, kenapa Google lebih memilih mengesankan ‘Uhum’, daripada izin sebagai perwakilan penelpon untuk ikatan janji bersama penelpon. Aku harap Google tidak terbawa egois karena ini. Poin penting lainnya, Google menganggapnya normal, tapi publik sudah kehilangan selera.


Facebook Membuat Cryptocurrency Sendiri – Cheddar

Via surat kabar Casey Newton, Teknologi Blockchain sendiri adalah invidualisme dan ketika Facebook membangunnya dari nol, mereka tahu kreativitas ini bukan sekedar gambaran finansial. Orang dalam sana juga mengakui Blockchain berguna untuk enkripsi dan verifikasi data.


Memikirkan Kembali, Makna Artificial Intelligence untuk Masa Depan Karir – Fast Company

Dan itu kejutan bagus, seperti Customer Service memberi solusi terhadap komplain, artikel ini memetik dari Mark Zuckerberg yang ingin merekrut orang lebih banyak selain plaftorm kecerdasan buatannya menangkal Fake News, sebagai pembantu tanggung jawab dan netralisme.

Ketika Artificial intelligence hanya sebuah ruangan dan harus diisi untuk mengisi tindakan, di sinilah mesin penggerak pekerjaan membutuhkannya, Manusia akan melatih kecerdasan buatan di mana tempat mereka eksekusi.


Sepuluh Cara Menulis Fiksi – The Guardian

Versi bagian kedua, dari berbagai nasehat penulis, ini beberapa favoritku

‘Berhenti merasa maaf untuk dirimu sendiri’, ‘selesaikan apa yang kamu mulai’, ‘jangan pergi ke london’, ‘juga jangan kemana – mana’ – Colm Tóibín

‘Kamu serius menjadi penulis, cari akuntan sekarang’, ‘Menulis setiap hari di pagi hari kelihatannya tidak mungkin, lagi pula ini momen terbaik untuk dirimu sendiri’ – Hilary Mantel

‘Tidak ada yang lain, kerjakan disiplin, itulah kebebasan kreatif’, ‘jujur dengan dirimu, kalau tidak bagus apa yang kamu kerjakan, ya sudah terima saja’- Jeanette Winterson

‘Mengerti apa yang bekerja dan untuk apa, yang paling penting bereksperimen untuk memecahkannya’ – Sarah Waters


Hong Kong Tidak Tertarik Penerbangan Biaya Murah – South China Morning Post

Ini bisa saja berkaitan dengan lalu lintas penerbangan di sana tak pernah sepi, JetStar Air Hongkong tidak komersial ditolak otoritas. Data firma OAG bulan Maret 2017 hingga Februari 2018, mencerminkan keluar masuk penerbangan murah Hong Kong hanya mengambil 10% sisanya konvensional, sedangkan penerbangan Jakarta mengambil 40%. Penerbangan Kuala Lumpur – Singapura 84 kali per hari menjadi penerbangan internasional tersibuk di dunia.


Ketika Machine Learning Berimajinasi Lewat Realitas Sekitar – Creative Applications

‘Belajar untuk melihat’, istilah seniman Memo Akten, jadi hasil karya bagian kanan adalah campuran koleksi dari Google Art dengan struktur Neural Networks, dari proses memahami, memprediksi objek sekitar menjadikan ekspetasi fantasinya dengan media kamera di kiri. Ini pertama kalinya aku terapkan inspirasi link Media Art


Interview bersama Jony Ive, dari pandangan industri jam tangan – Hondinkee

Sebagai pembaca, penulis bertanya pengaruh Jony Ive untuk Apple Watch, Steve Jobs ternyata tidak menggunakan jam tangan sehari – hari, mungkin terpaku dengan Seiko terbatas edisinya. Pertama kalinya Apple membawa konsultan dari luar untuk pengembangan produk, ada 7 orang, untuk proses Apple Watch, selagi Jony Ive dan Marc Newson ‘best friend’.


[Photo] Suasana Kekejaman Perbatasan Israel terhadap orang – orang Gaza – The Atlantica

Ali Jadallah / Anadolu Agency / Getty via The Atlantica

Peran jurnalisme pasti mengerti, siapa yang benar – benar butuh kemanusiaan di sini?


Surat kabar kali ini sedikit terlambat, membaca setiap artikelnya menyimpulkannya dalam tulisan pendek, inilah tantangannya. Ada yang mau dikabarkan?, ingin bercerita?, jalan – jalan sama aku?, mengkritik sesuatu? -> firasraf@kicikku.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.