Padahal belum berlangganan Bloomberg, bulan ini dapat 9 kali artikel gratis lagi.

Kali ini dari para monster seperti Apple, Alphabet sedang berlomba – lomba Artificial Intelligence, dari kolumn Businessweek 21 Mei 2018.

Grup ilmuan komputer Canada dengan dukungan pemerintahannya membagikan pemikirannya tentang A.I. sejak risetnya 1970, beberapa poin penting

Mobil mengemudi sendiri?, tahun 1980an seorang bernama Dean Pomerleau dari Carnegie Mellon sudah membuktikannya. Dan LeCun menggunakan sistem tersebut tahun 1990an untuk mendeteksi tulisan tangan, yang sekarang sistem Bank membutuhkannya.

Richard Sutton, Sangat salah mengistilahkannya ‘Artificial Intelligence’, itu saja sudah jauh dari kemanusiaan, lebih ke dunia alien, maka kami mendefinisikanny lagi ‘re-create human intelligence’, membuat kecerdasan manusia.

Yann LeCun, ‘Kenapa lama sekali, padahal Artificial Intelligence sudah eksis dulu sebenarnya, ini kembali ke psikologi, manusia harus percaya sebenarnya itu bekerja. Cara ini masih terkenal ribetnya’

Perdana Menteri Canada Justin Trudeau mengikuti jejak mereka, ‘Mengikuti kebiasaan Manusia, komputer harus dilatih berulang – ulang walaupun gagal hingga mobil self-driving tahu kalau ada kucing mau lewat’.

Kunci kesuksesan Neural Networks, struktur data harus berlatih dulu, kekuatan komputer di sinilah eksekusinya.

Aku kurang senang Artificial Intelligence mengambil alih pemikiran seniman, lebih senang mereka menggantikan pekerjaan berat dan melatihnya seperti bayi beradaptasi.


Hari ini beberapa koleksi artikel panjang, baru sembuh dari alergi pilek kemarin

Industri Spektakular Bisnis Lensa Kacamata – The Guardians

Bacaan panjang, cerita antara dua perusahaan raksasa yang tidak ada kelipatannya lagi dan penulis menganggap pembaca belum pernah mendengar nama mereka sebelumnya. Satu, Essilor perusahaan riset lensa dari Francis yang sudah menemukan berbagai macam teknologi untuk keadaan apapun dalam mata kita. Satunya, Luxoticca perusahaan Italia berkuasa memonopoli industri bisnis kecamata.

Sekarang bergabung menjadi EssilorLuxottica. Mereka produktif di balik layar antara brand – brand terkenal, Rayban, Oakley, juga satu kontrak dengan Chanel, Armani. Terkejut bersama sejarahnya, terutama keserakahan founder Luxottica, Del Vecchio.


Jual Beli Sneaker Bincangan Hangat dalam Kondisi Apapun – NYTimes

‘Sneaker hanya satu cara fleksibilitas obsesi belanja baru untuk laki – laki’, John Mcpeters, Founder Stadium Goods

Stadium Goods, tidak memperhatikan apa majoritas retail apa yang pasar sedang bicarakan, mereka justru tertarik dengan sneaker yang tidak di tengah pasar. Keinginan kolektor pun tidak juga mengikuti zaman selalu terdepan. Juga kerja sama bersama Farfetch, sebagai distribusi sneaker pilihan.

Kesempatan menjadi kreatif, StockX berkonsep jual beli sneaker seperti pasar saham, kolektor muda harus pandai mengendalikan portfolionya, ketika pembeli mendapatkan sepatunya, mereka bisa langsung menjualnya kembali, tanpa produk dikirim dulu.


Pi-Hole, Memblokir iklan data dan privasi lewat Raspberry PI – Bloomberg Businessweek

Masa depan Internet of Things,

Tidak terpikir sistem Raspberry PI yang mungil bisa menjadi penguasa network untuk mengusir para pengawas data dan iklan. Lebih efektif dari pemblokir Browser, karena ketika kamu masuk Wi-fi di atas pengawasan Pi-Hole, data – data privasi yang terlempar lepas atas request tanpa izin pengguna juga akan ditangkas Pi-Hole dengan timbal balik halaman kosong, walaupun itu lampu.


Curated Crowd, platform fashion menemukan pembeli untuk desainer potensi – Forbes

Terinspirasi dari butik Inggris mensukseskan karya dari Kickstarter. Ada Yi Zhao,pemilik Curated Crowd, integrasi Crowdfunding dan E-Commerce, keturunan China ini senang berkomunikasi dengan desainer, apa yang mereka bisa pamerkan untuk konsumennya, terutama mengangkat brand kecilnya.

Opini, Fashion tidak bisa diprediksi atas adaptasi inovasi, justru pemanfaatan sebagai ‘kita’ mengambil keputusan, ‘klasik’ pun juga bisa bangkit.

Catatan sini, generasi muda China tidak butuh brand besar lagi, ketika mereka berpergian ke Eropa,  lebih cenderung ke butik – butik kecil yang tidak ada China.


Berbicara desainer, Instagram akan membukakan toko untuk produk mereka – Deezen

Instagram, kiblat digital industri kreatif dan komunitasnya sangat berharap anak perusahaan Facebook ini. Kepala desain Instagram, Ian Spalter menyampaikan dalam diskusi Deezen, suatu saat pengguna akan langsung membeli produk di aplikasi tanpa keluar ke eksternal website, dia merasa memihak ‘bisnis kecil tempat suksesnya Instagram’.


Youtube dan Budaya Lo-fi Hip-Hop – GENIUS

Via Maekan It Up Podcast, Musik pengaruh Jepang di awal video game masih klasik, juga Anime – anime lama, mereka menyebutnya Nostalgia. Dan budaya tersebut cocok dengan generasi Youtube untuk belajar. Penulis membawa bagaimana kategori musik ini eksis di Internet, hingga komunitasnya di Discord.


Persembahan baru Sang Raksasa

Apa Ekspetasi Google One? – Tech Crunch

Lumayan juga 2 TB seharga $10 / bulan, plus akses langung layanan konsumen Google tentang tanya masalah seluruh produk Google. Semacam universal di sini, apapun yang kamu butuhkan dengan Internet, kamu harus memiliki Google One.

Dari hiburan hingga bisnis, Google One akan menjadi kebutuhan satu untuk semua. Diskusi antara TechCrunch dengan Manajer Produk Google, ‘Google One akan mengakomodasi bagaimana keluarga saling membagi konten antara perangkat masing – masing’. Berarti di sini letak fokusnya.

Pelanggan Google Drive akan otomatis upgrade ke Google One, mungkin termasuk juga Google Suite.


Dan Google dikatakan buruk memberi nama produknya – Slate

Entah Google tidak bisa mengatur produknya, sehingga kegemeran mereka membuat produk baru kehilangan sejarah menyesuaikan. Produk komunikasinya, Allo, Duo, Android Messengers, ujung – ujungnya jadi ‘Chat’. Penulis pandai membandingkan di sini, ‘Google One seharusnya nama jet pribadi Sundar Pichai’, demikian para raksasa lain. Dan pengguna lebih tahu Google dari Alphabet.


Mengenai Youtube Music

Dari kasus Google One, Google memang selalu membolak – balikkan produk, Youtube Red belum kelihatan bukti komitmennya, sekarang mereka membagi dua, Premium pengganti Youtube Red dengan Music Premium untuk Youtube Music.

Kutipan The Verge, Youtube ingin menambah lebih banyak konten original untuk pelanggan, maksud original di sini?, mengedepankan ‘original’ maksudnya produksi Youtube sendiri. Youtube Music akan rilis tanggal 22 Mei. Pengguna Youtube Red juga tidak diminta harga tambah selagi ganti nama Premium.

Bagusnya dari musik untuk Youtube, mayoritas pengguna senang membuka lagu di sana sambil melakukan sesuatu, biasanya sambil bermain game. Jeleknya, musisi selalu tergores hak ciptanya tanpa pengendalian pihak Youtube. Ingin jalan lurusnya, mengikuti kompetitor lain atas nama raksasa, Youtube Music, dan apa bedanya dengan Google Music?


Terima kasih, selamat menikmati akhir minggu. Mau kenalan -> firasraf@kicikku.com

Posted by:Firasraf

Based on Indonesia, designer, iOS Developer, and Art Books Dealer