Efek Samping GDPR, China dan Inovasi Retail, Facebook Tak Gentar, Snapchat ‘Yellow’

Bagaimana reaksi GDPR?

kita mulai dari para raksasa,

Dari dokumen aktivis tindakan noyb.eu via BBC di tulis di Vienna, pelanggan harus menyetujui aktivitas mengoleksi data sebagai bahan pertukaran layanan servisnya, kamu menggunakan ‘aku’, ‘aku’ menggunakan kamu, kalau tidak hapus akun kamu.

Istilah kejamnya ‘take it or leave it?’, tidak ada yang gratis di dunia ini

Jadi dokumen ini mendeklarasi mengugat Google dan Facebook dengan bukti platform menunjukkan force consent ‘persetujuan paksa’ dengan ikatan pengguna yang berhak mengendalikan datanya.

Prediksinya, para raksasa pasti tidak akan merasa efek, benteng sudah tinggi di mana mana, jika kena mereka pandai memanipulasi kekuatan, mereka tak terhindari untuk kita butuhkan dan privasi lah pengorbanannya. Justru menurut catatan email Dylan Byers, GDPR menguntungkan raksasa ini.

Pembahasan Digiday tentang GDPR, fokus terhadap industri media online dan periklanan

Siapa menang

  1. pemilik kekuatan mengambil perhatian regulator dengan aktivis privasi, menyelesaikan dengan kekuatan uang dan infrastruktur, Google.
  2. Media basis langganan subscriptions, mereka memanfaatkan win-win hak data pengguna

Siapa kalah

  1. Media berbasis iklan digital, pembaca punya hak untuk tidak terpengaruhi personalisasi iklan, pendapatan terpengaruh berkurang.
  2. Masa – masa GDPR akan meninggalkan luka dalam tak tertinggal untuk Facebook
  3. Ad tech vendors, ini industri yang akan sakit di Eropa, tidak ada lagi gelombang segmentasi dan targeting seenak – enaknya.

Artikel Digiday GDPR lainnya, industri media banyak meninggalkan jejak dari kediaman Eropa, apalagi pemain besar Amerika, dan itu mempengaruhi tenggelamnya angka investasi iklan digital di sana. 

Perhatian ku lainnya, Apple selama berperang 7 tahun dengan Samsung, di balik layarnya puluhan desainer ternama berada di sisi raksasa iPhone ini, Essay The Fashion Law, mengambil hikmah dari kasus perang inovasi ini.

Sebagai perusahaan bernilai desain, Apple memenangkan 539 juta dollar Amerika dari kemenangan tiga paten sendirinya, juru bicara Apple tidak basa basi ‘kami percaya kontribusi desain, untuk kepercayaan kami terhadap pelanggan, kasus ini lebih dari apa yang uang tunjukkan, sangat penting kami melindungi atas kerja keras sendiri’.

Ada kalanya desain membutuhkan paten atas kerja kerasnya, ada kalanya desainer mengerti di mana apresiasi yang didapatkan.


China memimpin langkah inovasi retail – Axios

Menuju “digitization of retail”, Amazon sebenarnya sudah kalah waktu dengan China bagaimana menghidupkan retail dari integrasi online. Siapa sangka, Amazon sendiri punya jangka panjang di retail daripada Ecommerce, membuka toko Amazon Go di mana – mana tanpa ada manusia kasir. Sekarang, China sudah menjadi kiblatnya.

Di China sendiri, budaya retail tanpa SDM, kasir, sudah normal. Sekarang apa akhir dari bisnis Ecommerce, ketika industri tersebut menghancurkan retail, mereka kembali ingin menghidupkannya lagi?

Grup Tencent, Wechat telah membuka retail fisik Wechat pop-up dengan pembayaran Wechat Pay.

Alibaba tidak ketinggalan, sejak 2016 mereka sudah letakkan 6.7 Milliar dolar Amerika di kategori retail grosir juga perangkat rumah

JD.com menanam 1.5 Milliar dolar Amerika di retail fisik grosir, juga partner bersama Walmart


Tidak ada perlindungan PGP di Apple Mail – The Intercept

Micah Lee, penulis artikel ini, aku sudah suka eksplorasi dia sejak rintisannya melindungi keamanan teknologi jurnalisme, di essay terbarunya, jurnalis sekarang mungkin sudah memiliki Email berbasis PGP, hanya saja pengguna Apple Mail harus waspada, aplikasi bawaan Mac ini memang tidak membawa opsi Remote Content langsung di mana konten akan berinteraksi dengan server luar dari variasi respon,

Pengguna PGP masih bisa terekspos dari media struktur HTML email. Kasus ini terpelajari sejak Riset Eropa merilis EFAIL, daftar software berpotensi mencuri konten email enkripsi.


Mark Zuckerberg ‘Digital Monster’ – BuzzFeed News

Melihat kenangan Mark Zuckerberg bersama parlemen EU, favoritku dari tembakan Guy Verhofstadt, ‘Kamu mau kenangan di sisi mana?, sisi di mana Bill Gates dan Steve Jobs berinovasi dan mengubah kehidupan sehari – hari kita, di sisi lain genius gagal dengan digital monster-nya yang menghancurkan budaya demokrasi kita’.

Cerita keterbukaan Facebook Masalah Fake News – WIRED

facing-facts-facebook

Facing Facts – Facebook

Ini eksklusif dan Facebook ingin pembaca terbuka apa yang mereka kerjakan, butuh imej juga, mereka merilis video 12 menit ‘Facing Facts’, pekerjaan mereka seperti media.

Harapan demi harapan sambil mengadaptasi teknologi sekarang, Facebook tetap berambisi bahwa Machine Learning akan memilah juga menghapus antara clickbait atau berita palsu dengan berita asli, ‘tidak cukup manusia mengatasi sendiri’.

Sistem News Feed berdasarkan empat kategori, ‘tidak bersalah dan palsu’, ‘tidak bersalah dan benar’, ‘licik dan benar’, ‘licik dan palsu’. Facebook’s News Feed, kerja keras mereka berharap pembaca dibantu selama mengambil kesimpulan, bahkan sebelum kelihatan, ‘remove, reduce, inform’.

Remove, Menghapus konten yang menyalahi peraturan Facebook

Reduce, Mengurangi konten sesat, clickbait lewat ranking

Inform, Memberi tahu komunitas pengguna di mana kepercayaan dan berhak untuk dibaca


Hardware Terbaru Facebook

Facebook mendesain Chip sendiri untuk menfilter video siaran langsung – Bloomberg Technology

Kabarnya chip ini hemat energi untuk bertanggung jawab siaran langsung dari seluruh dunia, performa nya khusus untuk mengawasi dan menyaring berbasis konvensional komputer. Walaupun Facebook sudah menyusum tim desain semikondutor, mereka juga bekerja sama dengan perusahaan kontraktor lain.

Pernyataan Yann Lecun, kepala Artificial Intellienge riset Facebook, ‘Kita selalu melihat tren Samsung, Nvidia, Intel dengan hardware-nya, sekarang kebutuhan performa sendiri pun butuh hardware sendiri’


Snapchat Meluncurkan Program bernama Yellow

yellow-great-media-companies

Program Yellow ini, Snapchat berusaha meningkatkan kualitas konten storytelling dalam mobile, program ini memberi kesempatan seluruh dunia, yang merasa kreatif hal ini.

Snapchat berusaha memikirkan seninya dalam konten mobile, sehingga mereka tidak hanya sebatas dalam lingkungan ide perusahaannya saja. Yellow, ku anggap adalah kontribusi di mana Snapchat ke depannya selama krisis kompetisinya. Dari pikirannya kelihatan, ketika mobile manjadi fondasi Snapchat dan ‘media companies’ adalah goal program ini, Snapchat berusaha yang terbaik untuk menjadi taman hiburan di sini.


Maaf keterlambatan surat kabar minggu ini dan hanya ini terbaiknya, minggu kemarin mengalami sakit demam ringan, berikan kritik dan cerita untukku, firasraf@kicikku.com