Search and Hit Enter

IGTV untuk Creator, Virgil Abloh LV SS19, Machine Learning dari Ben Evans

Alangkah baiknya telat daripada putus, talenta lebih tajam daripada sesama afiliasi atau data?, demi bisnis, apa yang dikatakan Tim Cook, menjadi non-komersial demi bernilai di depan orang yang membutuhkan. Dari pertengahan tahun hingga akhir, sedang menunggu beberapa proyek besar akan datang, demi konten KICIKKU, semoga lancar!

Surat kabar minggu ini gratis, sebagai kontribusi untuk pembaca baru

IGTV, Instagram Ingin Menarik Kreator

Layaknya Youtube, Instagram bermain di angka tinggi Smartphone. Baru merintis, Influencer dengan Followers dan konten berharap tinggi di bahan media ini. Siapa sangka, ini kelihatan seperti TV, penonton tinggal scroll kiri kanan, pilih yang menarik dari thumbnail gambarnya, tak peduli video itu selesai atau ga, Kreator pun harus pandai – pandai ambil perhatian.

Tantangan Desain Media

Instagram tidak mengambil banyak desain mengembangkan fitur ini, walaupun IGTV juga terpisah app. IGTV hanya mengambil satu tampilan, inspirasi desain menarik ketika video format tersebut hanya berlaku vertical. Pengguna seperti memegang remote sendiri, di antara setengah interface bawah dan tampilan video sekilas di atas.

Perhatian Untuk Kreator

Apa kreator harus menambah pilihannya lagi di berbeda platform?, cerita bisa saja berbeda, sayangnya Instagram hanya memprioritaskan followers jutaan dan verified. Teman atau dirimu bisa saja saling mendukung antar kreator IGTV jika saling follow, kalau Influencer dan bisnis digital bicara, rumusnya, merintis tetap merintis, di atas puncak semakin terpuncak.

Bagaimana Brand memanfaatkan IGTV – DigiDay

Kebanyakan industri Fashion sudah mencicipi, Gucci dan balik layar Virgil Abloh di Louis Vuitton, Nike dengan animasi Christiano Ronaldo. IGTV, tidak bisa dibandingkan dengan konten format untuk sosial media lainnya, sudah di atas standar Stories *Snapgram.


Orang bertanya – tanya, Berapa penghasilan Influencer? – Highs Nobiety

Influencer, bisnis individualisme

Kreator Youtube sendiri, tidak bisa mengharapkan monetise dari iklan digital sendiri, mereka menjual merchandise juga menarik perhatian sponsor. Indikator mahalnya, tergantung banyaknya Followers, kredibilitas selebriti. Hebatnya, kreativitas pandai bermain sendiri – sendiri, ingat semua berawal dari kegagalan, contohnya dari Bless Box, oleh Beauty Blogger Sazan Hendrix.

Konsumsi Instagram hampir mencapai angka konsumsi Facebook – Recode

Snapchat juga tidak ketinggalan sedikit dari Instagram, perhatian kita sekarang sejak Android dan iOS membuka kontrol konsumsi aplikasi. Bagaimana pengaruh bisnis butuh perhatian waktu ini?


Debut Virgil Abloh di Louis Vuiton Spring/Summer 19

virgil-abloh-ss19
Louis Vuiton Spring/Summer 19

 

Kesan konsep pertama, Virgil Abloh mengambil kemungkinan di semua warna untuk karya perdananya, dari transparan, gabungan cokelat, hingga merah kuat, apa asal – usul keberagaman ini?, rata – rata desain kuat bermain satu dua warna, berusaha tidak saling mengalah, antara produk tas berlogo bernilai tinggi juga pakaian, sama – sama ingin menang.

Peran Streetwear antusias dengan Virgil Abloh di Paris Fashion Week, berkat ini, pelukan Kanye West terhadapnya, mengakui Virgil sudah berada di puncaknya dan orang selalu gemar mengikutinya. Louis Vuitton, termasuk tanggung jawab besar di atas kota cantik Paris. Kontribusinya di Streetwear, berada di tengah.

Virgil Abloh akan mengenang banyak sejarah di sini, baca juga Vocabulary Guide Virgil Abloh Louis Vuitton SS19


Rahasia sukses Nintendo – Bloomberg Businessweek

Kolumn panjang, susah payah perusahaan kreatif Jepang bertahan hidup untuk menghibur anak – anak di generasi ke depan, 130 tahun ke depan adalah kompetisi berat untuk berada di adaptasi dunia digital. Setelah mengalami kegagalan di Wii U, jangka pendek Pokemon Go, hingga mengobarkan apinya di Nintendo Switch, kabar terakhirnya Fortnite sudah mendukung.

Ku akui, Nintendo tidak memperlihatkan imej palsu untuk bersosial gaming, pertama konsol ini bisa dibawa kemana saja, temanmu satu meja berdua bisa bermain hingga berempat kalau ada yang bawa satu lagi. Belum meriah, kalau ga pasang di tv. Ini chemistry yang dikembangkan Nintendo, mereka berharap ada konsisten game ringan untuk semua umur, walaupun Smartphone berada di posisi ke atas. Tetap saja Nintendo ingin di standar sendiri.


Keinginan Data, Inspirasi data Pornografi, untuk Industri Sneaker – SSense

Keinginan kuat untuk mendapatkan Sneaker bagus, hal yang tercermin dari data industri porno PornHub. Ini cerita mengambil inspirasi sensasi bergairah menjelaskan gaya sneaker Streetwear sekarang. Berulang – ulang kita menginginkannya, ga pernah puas. Di mana obsesi mu berada?


Eksplorasi ‘Second Life’, fiksi digital yang harus kamu coba – Digg

Kalau pernah bermain ‘Second Life’, game virtual bersosial, lebih aneh hubungan sosialnya. Seperti berada di dunia fantasi sains fiksi, lakukan imajinasi yang tidak bisa kamu lakukan realitas, nah lampiaskan di game ini, sejak rilis tahun 2003, penulis berbagi pengalaman selama bermain.


Benedict Evans di Machine Learning

Penasehat bapak dari investasi perusahaan teknologi, tulisan blognya dalam Machine Learning. Benedict Evans, beliau mensederhanakan dari kesalahan kebanyakan orang tentang persepsi Machine Learning (ML), di sinilah tujuannya.

Machine Learning, bukan bakat mengambil keputusan dari kebutuhan data, mereka hanya mempelajari siapa artis favorit kamu selama di platform, mengumpulkan apa yang kamu lakukan dari hasrat hobimu, atau cara Pinterest menemukan apa prioritas inspirasimu dari sekian penjelajahan.

Lihat masalah dulu baru solusinya. Machine Learning adalah lahan untuk mencoba apa yang mereka temukan, tidak selamanya otomatis, kumpulan data dari jejak berantakan, terus merapikannya, dan menemukan jawabannya, inilah perilakunya. Istilah formalnya, Relational Database.

Machine Learning membantu apa yang manusia tidak bisa temukan, tidak bisa digapai, pandai berencana strategi setelah manusia memberikan bahan dan tempat, tinggal ML membuat resepnya sendiri.

Data adalah bisnis selayak industri minyak mentah, siapa sangka Amerika takut ketumpahan data pengguna Facebook ke tangan China.

Jika menganggap Artificial Intelligence (AI) akan mengedepankan masa depan bisnis teknologi, berpikir dua kali dulu dari proses Machine Learning, titik mula manusia akan beradaptasi.


Apa anak – anak sekarang lakukan di Gadgetnya? – Associated Press

Mau lihat perempuan cantik terus di sosial media, itu pilihan, PDKT dengan seseorang, itu pilihan, download musik film bajakan, itu pilihan. Internet beserta platformnya hanya kesempatan terbuka, kita semua terambang oleh pilihannya. Perhatian tulisan ini untuk generasi anak – anak, bagaimana kebiasaan mereka di gadgetnya?, orang tua mereka khawatir kalau cenderung buruk, itu semua berasal dari pilihan.


Apple sedang mengejarkan generasi baru AirPods – TechCrunch

Berita buruknya, isu ini menyatakan harganya sebanding dengan iPhone, dengan sensor biometric juga Waterproof.


Mulai surat kabar ini, KICIKKU hadir di Instagram, follow demi visualnya.

Langganan KICIKKU Memberships sekarang, untuk surat kabar berikutnya, kritik dan sugesti, kenal – kenalan -> firasraf@kicikku.com

%d blogger menyukai ini: