Search and Hit Enter

Influencer Tidak Mengajarkan Kita ‘ Menjadi Gagal’

Dan ini masalah

Lihat sendiri, siapa Influencer yang kamu followers, kehidupan mereka sangat sempurna, angka Followers tinggi yang orang puja, diilhami jalan – jalan juga kemewahan, sering pamer bahwa mereka menjadi orang yang bermanfaat di dalam konten. Entah itu bermuka dua, atau ga?, yang jelas ini bisnis mereka.

Cantik / ganteng, bahan jualan mereka, percaya di depan publik, kualitas jualannya, yang ingin mereka capai adalah perhatian komersial, selalu berada di pengalaman tak biasa, jalan – jalan.

Apapun ide yang Influencer formulakan, itu untuk kepentingan sendirinya dan Infleuncer tidak peduli denganmu, mereka baru peduli kalau kamu beli produk mereka.

Jika kamu merasa terpengaruh olehnya, berarti mereka berhasil membuatmu rela menghabiskan waktu demi konten mereka, demi perhatian, demi uang darimu.

‘Kenapa aku ga bisa seperti dia?’, pertanyaan ini membuat pola pikir generasi berikutnya ingin seperti Influencer, hanya tergantung dengan kehidupan konten. Membuat orang lupa, ‘bagaimana cara bisa seperti dia?’, awal mula titik perjuangan

Jangan sampai pengaruh ekspetasi tinggi dari nilai materialistis Influencer, membuat orang – orang sekitar tidak percaya diri menjadi berbeda, takut dibenci, takut dianggap aneh, tidak mensyukuri bahwa kegagalan harus dicapai dulu, tidak bisa mengembangkan ide sendiri.

Jangan sampai juga perhatian kita hilang, hingga lupa memikirkan diri sendiri dan rasa simpati.

No Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: