Search and Hit Enter

Isu Gmail Berusaha Tenang, The Great Wall Internet China, Streetwear dan Paris Fashion Week

Desainer teknologi, apalagi Startup, menjadi kritik sekarang terhadap bagaimana teknologi sebenarnya bukan membantu masyarakat kita, justru mereka menghisap waktu dan investasi kita demi keuntungan mereka sendiri.

Cerita panjang dari Wall Street Journal, tentang tiga seorang peran besar Silicon Valley berusaha membetulkan dimana seharusnya jalan tersebut. Salah satunya, Tristan Harris aku sering melihat konten Twitternya, sejak Android dan iOS menunjukkan fitur untuk menangkal adiksi Smartphone, beliau merasa ada kontribusi untuk menangkalnya.

Satunya McNamee, salah satu Investor awal Facebook, mulai sadar ketika Facebook menyimpang sejak tahun 2016, tak hanya itu pemain besar Silicon Valley sudah mulai kelewatan, mereka mengambil segala jagat arah ekonomi, apalagi yang bertanggung jawab data pengguna.

Dan bapak Steyer, berumur 62 tahun, beliau yang tahu cara menegakkan hak kemanusiaan dalam data dan Facebook merasa tegang, sejak beliau merilis buku berjudul ‘Talking Back to Facebook’, yang sudah merusak generasi muda, menganggu psikologi, juga memicu depresi.

Pernyataan ini tidak akan berakhir, dunia sudah terlalu tunduk dengan raksasa – raksasa ini.


Google Berusaha Menenangkan Kontroversial dari Pengembang App Terbuka mengakses konten Gmail-mu – The Verge

Ini bukan kesalahan siapa – siapa, memang baru sadar saja, selama ini Google beberapa kali memeringati kamu, setiap aplikasi yang kamu gunakan dengan Gmail, bahwa ada salah satu daftar ‘Berhak akses konten email kamu’.

Cerita Wall Street Journal sedikit samar apa yang Google tanggapi, karena Google merasa ini adalah privasi sebuah pilihan, WSJ menagresifkan aksi ini bersaaman dengan masalah privasi sekarang, sejak skandal Facebook.

Dari Blognya Google pun menjelaskan pihak ketiga pengembang memiliki aturan mengakses konten, sebagai manfaat fungsi di non-aplikasi Google. Itulah kenapa sebelum akses dimulai, Google menegaskan untuk membaca ulasan pemberitahuan terlebih dahulu, apa yang akan pihak ketiga gunakan dari data kamu.

Masalah Iklan di Gmail, Google hanya mengiklankan paket berbayar G Suite selama pengguna berada di halaman Gmail, tahun lalu mereka mengakui tidak memanfaatkan data pengguna sebagai promosi G Suite, bukan lagi berasal prediksi konten Email.


The Great Firewall, Sistem Internet Pemerintahan China di atas Xi Jinping – The Guardians

Selama pemerintahan Xi Jinping dan partai komunisnya sangat memikirkan bagaimana perkembangan teknologi ini tidak menyentuh penerapan budaya politiknya.

Ada tiga sistem raksasa penguasa Internet di China

  1. Great Firewall, penjaga lalu lintas yang masuk atau keluar dari China, ini kaitannya pemerintah juga memblokir VPN di China.
  2. Great Cannon, Memaksa Suatu Website Mengganti Trafik Kontennya, Menjadi Senjata Siber Untuk Menyerang Suatu Website lainnya.
  3. Golden Shield, Akses Pemerintah China Memblokir data, pilihan IP Address, atau domain website.

Pemanfaatan Pak Xi Jinping mengutamakan kekuatannya, menganggap China sebagai fondasi internet untuk produktivias warga negara masih diterapkan, hanya saja aturan bermain harus tetap pendirian lokal. Lemah lembutnya pemerintah dalam aksi ini bikin pengguna Internetnya greget tidak bisa melakukan apa – apa, mengambil potensi dari luar.

Bapak pengembang pemblokir – blokir ini, Fang Binxing, belum lama akun Weibonya eksis terpaksa tutup, sudah dihujani hujatan oleh netizen sebagai isu ‘government hack’. Fang sendiri mengembangkan Great Firewall, sejak tahun 1990, seiring sebagai pejabat partai komunikasi.

Cyber War Menuju Geopolitik

Menurut Ukraina, Hacker Rusia sedang mempersiapkan serangan besar – Reuters

Ukraina merasa terancam dan teremehkan, bahkan katanya cara Rusia menyerang serangan Siber terhadap pemerintahan, perbankan dan firmasi lainnya akan berdampak satu nasional. Bulan Juni 2017 lalu, memang sudah nempel virus bernama “NotPetya”, karena ini Ukraina sudah mulai – hati takut ada saluran aktivasi serangan di sini, Amerika dan Inggris ikut membantu Ukraina.


Tim Berners-Lee khawatir apa yang orang berkekuatan lakukan untuk web – Vanity Fair

Apa keegoisan idealisme harus dipentingkan dulu?

Sebagai Inventor Web, Tim Berners-Lee Membawa Internet adalah kesempatan kesetaraan bagi untuk dunia ini. Sayangnya sudah terlanjur berada di jalan yang salah, Mark dan Facebook bukan berniat menjadi jahat untuk bisnisnya, sebab kontroversial pengawasan pengguna data, kembali ke ‘disiplin’ dan ‘komitmen’, berarti tanda digital Web masih bisa tetap menang di jalannya.

Perjalanan Self-Driving Cars berjalan tanpa akhir di jalannya – The Verge

Pertanyaan atau kegagalan baru? Self-Driving Cars berusaha menjadi terbaik sama seperti apa yang AI lakukan terhadap internet kita, dan perusahaan bermodal teknologi raksasa Google, Tesla juga peran industri mobil lainnya saling berlomba menjadi standar baru untuk berkendara. Jadi, prediksi apa yang tidak bisa diprediksi Self-Driving Cars?

WhatsApp punya solusi bagus untuk India, tapi sama – sama menyalahkan – CJR

India seharusnya meluruskan masalah ini dan memberikan pengarahan terhadap penduduknya mengenai penyebaran informasi, menurut WhatsApp. Pihak India mengatakan WhatsApp harus bertanggung jawab apa yang menyebabkan isu kejam ini tersebar. Padahal, WhatsApp mengakui konten obrolan berenkripsi tidak bisa di-otak-atik. Ujung – ujungnya, serba salah juga punya keamanan ketat.

Teknologi Masih Ingin Carikan kamu Jodoh

Tinder Loops, Fitur Video Baru Untuk mencintai diri sendiri – TechCrunch

Saatnya memberi tahu dirimu sendiri kepada dunia dan orang sekitar tak kenal yang seharusnya tertarik denganmu, inilah diriku apa adanya, menjadi ‘seru’ di depan publik, Tinder juga tersedia di Arab Saudi.

Kontak Jodoh Facebook bukan untuk budaya lama dari India – BuzzFeed News

Menjodohkan dari sekian lingakaran keluarga untuk suatu kepentingan, cara India memulai sebuah hubungan keluarga baru. Padahal anak muda sana juga memanfaatkan  layanan jodoh seperti Tinder, mulai terbuka budaya ‘berpacaran’ dari barat. Apa kata nenek moyang, jangan diremehkan ya!


Kabar Sejak Paris Fashion Week

Streetwear sudah mati, Umur panjang untuk Streetwear – NowFashion

Dunia streetwearmu beda dengan dunia streetwear sana, dunia streetwear di luar sana tidak menganggapmu sebagai streetwear. Sesungguhnya Streetwear, lihat karya – karyanya Rick Owens, Yohji Yamamoto, A-Cold-Wall yang katanya beberapa penonton Runway-nya walkout, Vetements sepatu bergerigi.

Bukan deretan bulanan menunggu Yeezy, atau Off-White, kalangan anak – anak Supreme atau Bape. Mereka pelaku jalanan tidak ada kaitannya dengan brand mewah?, brand mewah berusaha mengambil istilah Streetwear. Gara – gara fashion aku ingin mendefinisikan kembali ‘menjadi kreatif’

Persembahan Streetwear dari Hong Kong

CLOT Paris Fashion Week
CLOT di Paris Fashion Week via: NOWFASHION

Brand Hongkong CLOT mengambil kesempatan Paris kemarin sebagai pasar koleksi Spring/Summer 19 sambil merayakan 15 tahun anniversary, bulan seperti runway, mereka hanya perkumpulan komunitas saja, tapi aku mengambil inspirasi di sini, mereka bukan seperti Streetwear popularitas sana.


Snarkitecture 'Fun House' - KICIKKU

‘Fun House’ Snarkitecture di Washington DC

Satu – satunya menjadi pusat perhatian dari segi kreatif, meletakkan kemampuan arstitektur dan desain di depan publik, di situlah semua orang berkesan, menggambil gambar, sekaligus tidak sengaja mempromosikannya secara beralur di sosial media. ‘Fun House’ dari Snarkitecture, salah satunya menjadikan tempat hiburan, para seniman ini sudah familiar menguasai suatu ruangan menjadi objek seni konsisten realitas warna putih.

Cerita karya – karya lainnya sejak 2008, sudah dibukukan bersama Phaidon.


Kritik atau miskomunikasi?, perkenalan bisnis?, sugesti atau ide baru -> firasraf@kicikku.com

No Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: