Search and Hit Enter

Memprediksi Sebagai Tak Terprediksi

‘Kenapa mau nginap di apartemen orang?’ dan ‘kenapa orang mau minjamkan apartemennya?’ Setelah terjawab, lahirlah Airbnb, hingga sekarang siapa yang bisa mengikuti kesuksesan mereka?, tak ada kompetisi sama sekali.

Orang akan mencemooh kamu, menganggap aneh, sekali kritik spontannya cepat, prediksi yang bikin orang peduli sebenarnya dengan emosimu. Tapi, kalau menyampaikan ‘bisnis ini lagi sukses, masih ada potensi’, orang hanya terangguk – angguk, senyum, ya, semua orang akan mengikutinya, karena sudah diprediksi akan terprediksi sukses.

Orang Marketing ‘Seth Godin’ punya penyampaian bagus tentang bisnis, kenapa orang rela menghabiskan ratusan juta hanya untuk mengiklankan produknya?, mereka semua ingin cari perhatian, mereka hanya sejajaran seperti obat demam dengan puluhan merek, masalah tidak mengerti apa artinya menjadi ‘kegagalan sempurna’.

Berbisnis menurutnya, harus seperti orang Fashion, obsesi, aneh, membawa prinsip desain, kalau bisnismu dilihat orang saja sudah aneh, itulah yang tidak bisa disamakan orang lain.

Di Plaza Senayan Jakarta, toko teh mewah bernama ‘TWG Tea House’, pernah ke sana karena tertarik dengan teh hijau, membawa pulang sekaleng daun keringnya harganya 300 ribu rupiah, ‘ko ada orang mau beli teh hijau semahal begini?’. Sekarang bedakan dengan teh hijau murahan di warung dekat rumah?, bedanya satu teh murah dan satu teh mahal?, tapi persamaannya dua – duanya sukses.

Keduanya berhasil menerapkan idenya ke publik,

TWG Tea House mungkin berkata ‘Apa jadinya kalau teh itu bersuasana mewah layaknya orang kerajaan Inggris menikmati sore hari bersama santapan kue?, inikah seni yang harus diterapkan dalam bisnis?’. Terus penjual teh murah Supermarket mungkin berkata ‘Teh hijau banyak kesehatan, ini harus disampaikan kebutuhan orang di rumah, kita masukkan dalam kemasan kotak, jual dengan harga terjangkau’. Masing – masing berada di permainan setara, tak bisa yang mewah melawan kualitas Supermarket, yang di Supermarket harus melawan merek teh hijau lainnya.

Bikin pelaku bisnis sana tak tahu apa yang sedang kamu lakukan, tidak gampang, berterima kasih lah kepada orang – orang bertalenta, yang mau mengambil resiko, seolah – olah menyombongkan diri, tidak ada duanya dari kami.

Apa yang membuat prediksi menjadi tak terprediksi?

Ide – ide orang berbisnis yang sudah tertulis kesuksesannya, jangan percaya untuk mengikuti jalan mereka, biarkan gelombang naik turun membasahi sekitarmu, karena kita selama ini seharusnya memiliki obsesi, obsesi menyebabkan .

Bisa saja, kamu pecinta kaos kaki unik dari satu dari sekian penduduk dengan kaos kaki biasa, sekali jualan, justru orang – orang China sana yang pesan banyak, akhirnya menjadi tak terprediksi suksesmu di depan orang Indonesia.

Startup Sekarang Terlalu Mudah Diprediksi

Cara Membangun Startup itu seperti resep makanan, punya ide, bikin platformnya web atau mobile, promosikan, hingga ke pembeli. Masing – masing dibagi lagi cara – caranya. Sehingga hantu – hantu Startup terus menghantui ‘Bisnis Startup Digital punya kedudukan tinggi di bandingkan lainnya’. Ujung – ujungnya, mereka hanya memerlukan konten, entah dari mana kata itu lahir, tapi orang bisnis digital tak bisa lepas dari sembahan ‘konten’.

Perintis Startup, terutama Internet, mereka hanya tergantung dengan buku panduan, tak pandai mengemukakan buku panduan sendiri, yang katanya tantangan, mereka memprediksi akan melampaui bisnis digital lainnya, dengan cara yang sama, dan metode sama, yang membedakan mereka obsesi brand tanpa hasil maksimal, atau perang promosi.

Kreativitas mereka hanya luluh di promosi, sosial media terus penyelamat mereka, bisnis digital itu tidak bisa melakukan apa – apa lagi, kecuali satu membuat perbedaan. Setelah mereka meraih kepercayaan investasi, mulai tidak konsisten, terutama pemain Ecommerce, menguasai segala bidang yang menjual dan segala penjuru Ecommerce melakukan hal sama. Sekarang apa dari seni mereka?,

Terlanjur kasihan dengan pengusaha Startup yang juga membangun berdasarkan buku panduan, mereka akan semakin kecil di hadapan raksasa yang semakin besar. Lebih kasihan lagi, kalau Startupmu itu tidak memiliki obsesi, kamu akan mudah diprediksi, kamu akan mudah dijatuhi dan kamu berada di kompetisi tidak sehat.

%d blogger menyukai ini: