Misterius Produktivitas Passion, Bisnis Iklan Frenemies, Douyin *Tik-Tok China, Facebook Watch Kecewa

Kalau Fashion bukan soal cari perhatian, bukan Fashion namanya. Ketinggalan kesimpulan dari Paris Fashion Week kemarin, ide desainer Streetwear kontroversialnya, tidak maksud berbicara ‘kelewatan’ atas kebebasan seninya, tapi banyak pengunjung orang walk-out dari Runway mereka.

Berarti ada pernyataan di sini, desainer sendiri memiliki prinsip untuk meresikokan imej brand namanya tanpa kenyamanan dari brand lain? atau orang – orang yang berkunjung sana tidak semua punya selera sesuai, atau mereka masih baru untuk erat sama konsep kontroversial tersebut.


Produktivitas dan Passion

‘Cari Passion Kamu’ Nasehat Sesat – The Atlantic

Gara – gara nasehat ini populer terpasang di generasi sekarang, pikiran kita merasa suatu saat ada panen permanen *fixed mindset di jiwa kita untuk menciptakan masa depan. Padahal apa pun itu, sederhananya, apa pun itu rasa penasaranmu, kalau digosok hingga tajam *growth mindset, tidak menyerah, terima kegagalan, inilah eksisnya. Motivasi langka bukan untuk semua orang, bahkan aku sendiri mendengar kata ‘Passion’ bikin mood ku ga enak.


Teknologi tidak menjanjikan soal Produktivitas – Bloomberg Opinion

Ada dua kemungkinan produktivitas bisa beruntung bagi pemilik teknologi dan penghasilan jasa dan barang konsumsi, pertama produktivitas hanya berhasil untuk gerakan otomatis perkembangan penemuan tersebut daripada produktivitas hasil keuntungan barang konsumsi.


Penulis Opini dari atas, Menuturkan katanya lagi tentang Produktivitas, Adair Turner – Project Syndicate 

Karena manusia hanya memikirkan diri sendiri

Pemahaman aku dari Adair Turner, kebutuhan talenta sekarang tidak bisa membuat kesejahteraan, tumbuh dalam barisan upacara dengan proses sama, memicu ruangan kompetisi ekonomi, kelihatannya seru dan gerakan untuk maju berbisnis, sayangnya tidak ada hubungan satu sama lain produktivitas relevan.

Apa dibalik semua ini?, apakah maksud dari produktivitas itu manusia tidak lagi bekerja dan kehilangan karirnya atau produksi massa lebih banyak dari kebutuhan pasar. Dari artikelnya, cara menyalahkan siapa yang jatuh, pelaku utamanya otomatisasi teknologi.

Istilah Zero-Sum di industri kreatif

Penulis menggambarkan zero-sum di desain, branding dan periklanan, dan industri ini menampakkan permainannya, apa sistem zero-sum itu akan berdampak jangka panjang menurunkan nilai produktivitas dunia?

Dia juga memprediksi tahun 2050 tidak ada alasan desain dan brand akan membahagiakan kita dari zamannya 2017 sekarang. Sudah selayak seperti kebutuhan pokok barang jasa, sudah kenyang melihatnya.


Bonus

Seberapa bermakna hal tak terduga, lebih dari prediksi kita? – Aeon Magazine

Besarnya suatu momen yang tidak akan terjadi, tidak akan pernah terjadi, terus tiba – tiba terjadi, kita yang di sini tidak tahu apa yang terjadi sana, tapi bersangkutan dengan masa lalu dan masa depan kita, orang di sana tidak tahu kita sedang mengalami kejadian yang mempengaruhi momen sana. Hal misterius ini perlukah di eksistensi kan dalam bentuk sains?


Aku Iri dengan orang Advertising dulu

Mereka orang – orang gila, mereka seperti Rick Owens pandai menyinggung tanpa ‘apa itu komersial?’, mereka tak peduli bumi itu bulat atau ga, yang mereka pedulikan ini produk atau iklan harus bikin orang greget, tak masalah mereka tak beli, asalkan beda lain daripada yang lain, itu yang bikin mereka benci.

Artikel NYTimes, tentang bisnis periklanan, bernostalgia juga hingga Wall Street dan Silicon Valley menyinari dunia dan menutupi, dan Sorell WPP tentang argumennya ‘Frenemies’ sebagai inspirasi kritik media Ken Auletta, menjadikan Google dan Facebook sebagai teman juga berusaha mengalahkannya.

Penulis dari buku ‘Frenemies: The Epic Disruption of the Ad Business (and Everything Else).’ ini, ingin mendorong kembali di mana zaman emasnya advertising, termasuk sebagai bisnis mewah, inilah inisial kenapa industri media rajanya uang dan penulis berusaha menghindari ancaman dari pelaku Frenemis.


Teknologi Tak Habisnya …

Snapchat SnapKit - KICIKKU

Snapchat SnapKit via TechCrunch

Ada Tanda Snapchat belanja sedang Amazon dengan Visual Search – TechCrunch

Namanya Project Eagle, visual sebagai pencari produk, Snapchat dikabarkan saling tukar data dengan Amazon dan Shazam, sebagai tanda bekerja samanya untuk sebagai Snap selanjutnya.

Setelah membuka pintu untuk pengembang, Snapchat mulai mencairkan puluhan ide sebagai ide Snap sebagai produk Aggregator utamanya. Snapchat konsisten dengan pekerjaan mereka sebagai Snap berbagi media cerita mobile, variasi layar memanfaatkan AI dan Machine Learning, berusaha tetap ringan apa yang pengguna inginkan, walaupun kehilangan 385 Juta US dollar dan kurang revenue 14 Juta US dollar.


Tik Tok, aplikasi berjiwa muda, merusak generasi muda – Business of Fashion

Ini spesifiknya sosial media dan musik adalah assetnya. Sangat terkenal di China dengan panggilan Douyin. Kita ambil sisi positifnya, anak muda di sana bisa mengekspresikan dirinya dari lagu tersedia, mendadak terkenal, hingga fans mendadak.

Dan sebagai desainer aplikasi, kamu harus punya jawaban di atas dari pernyataan seperti ini ‘Bagaimana caranya anak muda menghabiskan waktunya di platform kami seharian?, mereka senang, kami pun senang, sampai adiktif.’

Cerita di sini brand Fashion tertarik dengan daya tarik Douyen di China, salah satu Michael Kors sudah berpartisipasi Catwalk Runway, sayangnya kedudukan Influencer atau Brand dengan pengguna biasa seimbang.


Tahun Pertama, Facebook Watch Sudah Mengecewakan

Gara – gara bisnis kecewa, Media berkontrak sudah melepaskan ikatan janjinya untuk berikutnya, penyebabnya, di pertengahan Video Facebook sudah memasang iklan, gimana pengguna sudah resah melihatnya?

Belum lama Facebook mengindahkan para fans para Creator untuk mencoba Watch Agustus kemarin dengan investasi untuk CNN dan BuzzFeed News, mereka sudah agresif mengesampingkan iklan di beberapa durasi konten video. Karena kekecewaan ini sudah terjadi, susah untuk Media dan Creator kembali lagi ke Watch, bahkan karyawan Facebook menyebutkan 2019 tidak akan terjadi lagi, walaupun tim mereka berusaha memisahkan Watch dari Facebook sendiri.

Kolumn The Information, Facebook Watch dibangun memang niatnya untuk menjadi ladang baru periklanan dan niat tersebut bagi media, Facebook hanya memikirkan untung sendiri.


Budaya Sosial Media Lainnya

Orang Telanjang Menikmati di Twitter – The Atlantic

Dan mereka bisa membangun komunitas khusus untuk orang – orang telanjang. Ini bukan soal porno, tapi Twitter menjadi tempat kebebasan ekspresinya, tapi ini berjauhan banget dengan budaya Indonesia, bahkan melawan tata aturan.


Cryptocurrency Bersinar

Bitcoin lebih kelihatan emas daripada kurensi – Bloomberg Opinion

Kolumn ini men-skenariokan tiga kemungkinan, Bitcoin pembayaran sehari – hari, Bitcoin sebagai nilai emas dan Bitcoin terjun seperti Dollar. Bagaimana Bitcoin itu bergerak?, Bitcoin harus berada di tangan kepercayaan, walaupun bebas, efektif dengan Decentralized, karena ini masih titik mula, asetmu bisa terbang tanpa sepengetahuan mu sebagai transaksi palsu?


Sebagai ujung hiburan dari Jepang

 


Jika ada miskomunikasi antara artikel sebenarnya dengan rangkumanku, mohon revisinya?, aku juga ingin QA dengan pembaca dan merekamnya, agar Blog ini lebih terbuka sebagai komunitas tukar ide -> firasraf@kicikku.com