Bekal EU untuk Google, Hutan Liar E-Commerce, Pertarungan Takhta Netflix, Google ‘Fuchsia’

Netflix sebagai pemenang, tidak merasa kejar – mengejar dari runner-upnya. Bisnis konten merasa ini berita besar, bahkan pemimpinnya tidak bertanggung jawab atas takhtanya di hadapan para pemegang saham sana.

Barang kali, Netflix sedang belajar menjadi jangka panjang, investasinya terhadap konten adalah permainan resiko sebagai firma hiburan, inilah tanda tanyanya mereka.

Menambah 5 juta lebih pelanggan, sayangnya tak ketemu titik temu estimasi kuarter terakhir ini. Benarkah Netflix terkena utang 8 milyar US Dollar?

Soal takhta pun, pertama kalinya Netflix menguasai permainan HBO, bahkan HBO sudah mulai agresif untuk bermain durasi agak lama untuk dramanya, apalagi kalau bukan soal ‘perhatian’. Kebetulan, HBO teguh dengan cara lama bermain di TV kabel dan industri yang tidak pernah sengaja berada di kompetisi. Kebetulan juga, karena Internet dan konten adalah perang media, HBO merasa tidak bisa menghindari hal ini.

Kabar dari surat kabar Dylan Byers (18/07/2018): Reed Hastings, sang CEO Netflix sedang menulis buku kesuksesannya bersama Netflix.

Bagaimana kalau bicara industri baru, agensi industri konten?, perusahaan internet sekarang yang mewakili hiburan dan langsung bicara di depan publik, mereka hanya butuh konten untuk perhatianmu. Permainan sama, bedanya siapa yang bisa memenangkan ide?

Apa kebutuhan agensi iklan sekarang?, bayar Influencer dengan followers bukan manusia?, iklan sosial media dengan diskon besar – besaran?, inilah pekerjaan agensi industri konten, mereka akan melakukan interview demi sebuah cerita, mereka yang akan pergi ke luar negeri sana untuk skenarionya, mereka yang akan membayar desainer untuk berkontribusi untuk karya komersial.

Siapa yang rela mengorbankan untuk sumber daya manusia bersama talentanya?

Ingat dengan surat kabar kemarin, periklanan dan brand produktivitas mereka hanya akan menjatuhkan satu sama lain?, ambisi terus berlanjut


Ecommerce diciptakan sebagai liar

Mereka ekosistem yang cepat berburu di sekitarnya

Masalah Prime Day Amazon, Parahnya Pelanggan yang disalahkan – Bloomberg Opinion

Pelajaran untuk Ecommerce, promosi dan janji – janjinya, jika tidak melihat realitas balik layarnya, berarti kamu terlalu berburu tanpa melihat situasi teman komunitasmu?, jadinya apa kan, pengen menang sendiri, bahkan memakan temanmu sendiri.

Masalah terjadi ketika pelanggan membuka promosi, yang tampil malah anjing polos dengan ekspresinya. Amazon tidak minta maaf masalah ini, justru mengalihkan kesempatan banyak orang sana masih bisa mengunjungi Prime Day untuk menjadi tidak ada yang bisa menjadi. Setidaknya bisa rendah hati dulu kan minta maaf?

Tidak hanya terjadi untuk anggota Prime, layanan AWS Cloud juga terjadi tanda kerusakan, sebagai penanggung jawab Startup dan puluhan website terkenal, loyalitas akan dipertaruhkan.

Kondisi Pasar dari Reuters:

Akhir drama baru?, Rabu minggu ini Amazon mencapai 900 milyar Dollar Amerika, mengancam Apple? – Reuters

IBM mencapai puncak dari perkiraan mencapai 15 persen dengan Q2 10 milyar dollar Amerika, tetap di jalur Cybersecurity dan Cloud Computing – Reuters

Berita bahagia The Guardians:

Karena iklan langganan berbayar, The Guardian melampaui perkiraan untung sebagai jurnalisme premium, pencapaian 130 juta dollar Amerika – NBC News


Ini pelajaran dari Amerika bagaimana berhadapan dengan Kondisi Retail – Bloomberg Opinion

Debat antara pertumbuhan Ecommerce dan jatuhnya bisnis retail, dan juga opiniku

E-commerce berasal dari kota besar, berburu sekitar kota kecilnya, ekonomi retail kota kecil terpaksa tutup karena ekonomi Ecommerce, pengalaman belanja pun terpaksa harus terwakilkan oleh tombol belanja dari kota besar. Alangkah kecewanya ketika kita tahu, Ecommerce juga ancaman pekerjaan, apalagi untuk orang – orang lokal.

Kalau kita membiasakan orang untuk berjualan dengan Ecommerce, dan merasa efektif produktif, ga nyangka juga kan orang masih keluar untuk berbelanja kebutuhan sekolah di pasar sana?


Cerita panjang kehidupan E-Commerce China JD, hingga transformasi pengiriman Drone – New Yorker

Ada tiga kehidupan di tulisan ini, anak muda desa yang ingin berkarir, seorang CEO JD berada di lantai depanan di kantornya, juga karyawan membelikan pacarnya iPhone X

Pergi dari desa, ingin merintis ke kota, pergi ke desa, membawa berkah. Seorang anak muda Xia Chanjung bekerja di JD, sebagai Ecommerce raksasa di China dan tidak hanya dia.

Dan penulis berada di suasana kehidupan kantornya. Juga menjelaskan strateginya dibandingkan dengan Alibaba, JD berinvestasi milliaran dollar untuk pengiriman dan supply, seperti FedEX, diberi nama JD Logistics, walaupun JD bekerja sama dengan tinggi naiknya penjual online, JD pun ingin punya gedung raksasa untuk pohon bisnisnya.

Pengiriman Drone, JD menggunakan tujuh kategori Drone, ada khusus untuk jarak jauh, khusus untuk membawa paket berat. Di daerah pedesaan Zhangwei, sebagai komersial pengiriman Drone pertama JD. Awalnya orang – orang sekitar terkejut melihat ‘mainan terbang’ ini, karena sebuah perubahan menjadi kebiasaan, orang tidak merasa terkejut lagi.

Setelah sampai di tempat mendarat, seorang kurir jaga akan memisahkan setiap pesanan nya. Kehidupan lokal sana, orang sana masih kerja keras menggali demi air bersih selagi mereka sudah masang Wi-Fi di rumahnya.

Baca juga kolumn panjang

Permainan Harga Semakin Ribet dan itu menyusahkan pengalaman belanja online – The Atlantic

Titik temu yang menyebabkan cerita ini adalah perusahaan data E-Commerce Boomerang Commerce dengan analisa nya tentang persepsi konsumen terhadap produk setiap bisnisnya. Boomerang menjual sistemnya untuk perusahaan retail online, namun sebuah solusinya bukan senang melihat harga jatuh, ini keputusan komputer tentang refleksnya melihat pasar, bukan kategori ketetapan manusia.

Apa jadinya kalau orang dibayar untuk data mereka? – The Economist

Kalaupun orang kena bayar untuk datanya, paling bayarannya hanya 9 dollar per tahun. Essay menyamakan data dengan tenaga kerja manusia, selama sejarah bercerita manusia tidak pernah benar soal kompensasi untuk tenaga kerjanya. Artificial Intelligence menyebabkan data sebagai tenaga kerja, sistem ini pun butuh gerakan manusia, dan gerakan itu penggerak AI menjadi kuat.


European Union Menegakkan Kompetisi demi Eropa

Jika European Union tidak tegas soal monopoli Google dalam jajaran bisnis produknya, siapa lagi yang bisa menegakkannya, selain China dari awal sudah tahu memblokir Google di negaranya akan menguntungkan kesempatan bagi orang – orang lokal.

Membawa bekal hampir 5 milliar Euro, Google sebagai kompetisi tak pernah lemah, sebagai ibu bapaknya internet, kecuali di China, sebagai diskusi baru untuk selanjutnya ketika EU melukai hati Google.

Dari surat kabar Dylan Byers, ‘Kehilangan puluhan milliar selalu sakit di hati, tak peduli seberapa banyak yang kamu punya’.

Apa yang bikin Google kena denda

  1. Terpasang aplikasi Google Search sebagai standar Android, sebagai pengakuan menjadi Android sebagai OS gratis, dengan praktis telah terpasang di Smartphone in the EEA. Segala aspek sebagai mesin pencari harus terpasang sebagai layanan Google. Komisi Eropa menganggalnya Illegal.
  2. Terpasang Google Chrome sebagai standar, Chrome sendiri sebagai fondasi bagaimana Google menguntungkan mesin pencarinya dan akar dari mobile produk Google.

Kalau Samsung pun ingin menghapus Google Play, mengganti mesin pencari atau menghapus Google Chrome dari pabrikan masih kekuatan Android dengan memasang kebijakan sendiri, itu menyalahi aturan kontrak Google.

Opiniku, Kenapa European Union mengindikasikan skenario ini sebagai aktivitas illegal, sederhananannya, Google punya Android, Android punya Google, Google berhak mengisi fitur Google untuk Android. Karena cara bisnis Google adalah bernilai nol, kompetisi Eropa mungkin merasa lemah dengan kesan pertama dominasi seperti ini.

Walaupun pengembang pihak ketiga untuk Android punya skala ide sebagai bahan bisnis baru, tapi Google juga suka menyamai kesempatan terhadap pengembang pihak ketiga.

Sumber: European Commision

CEO Sundar Pichai merespon, ancaman lembuat lisensi Android tidak akan gratis – The Verge

Juga menyalahkan Apple iOS kalau mereka sebanding dalam kompetisi, Sundar Pichai pun menguatkan Android telah membuka pintu kesempatan untuk inovasi untuk semua orang dari berbagai kedudukan.

Google Suka Buka Lembaran Baru

Proyek ‘Fuchsia’: Google ingin memiliki generasi baru dari suksesnya Android – Bloomberg Technology

Hingga lima tahun ke depan, ini mungkin akan menggantikan Android dan Chrome, cukup yakin sebagai jangka panjang dan juga beresiko, untuk konsumsi inovasi sekarang.

Google ingin belajar dari kegagalan terdahulu, konfliknya bersama Oracle, ingin lepas dari Java, bahkan lepas dari internal Linux. Akan menjadi keluarga sistem bagi Google, bahkan untuk connected-device nantinya. Sudah 100 orang lebih berada di proyek ini, sejak dua tahun lalu berjalan. Pimpinan keamanan Android, Nick Kralevich, selama 9 tahun juga sudah pindah tangan ke proyek Fuchsia.


Nostalgia Internet

Bagaimana Blog menggaringkan Web – Stacking The Bricks

Penulis membawa kita bernostalgia sejak zamannya Netscape membawa keistimewaan sejarah awal web, kreator Web dulu hanya obsesi komunitas, sangat istimewa, bebas untuk meletakkan elemen atas bawah kiri kanan, tidak semua pengunjung bisa menggapainya, sebelum Netscape memberikan daftar ‘What’s The Cool?, hingga sekarang zamannya blog memberikan kelahiran baru ‘Konten’.


Di dunia ini tidak ada yang instan

Broadcaster Twitch berjuang selama tahunan tanpa pengunjung – The Verge

Setiap bulannya Broadcaster Twitch naik terus hingga 2 juta, membuat sang orang tua khawatir anak – anak membongkar mainannya di depan tanpa pengunjung, seperti berkhayal. Penulis berbagi cerita dari sebagian komunitas REDDIT. Berarti bicara soal percaya bukan lagi halangan di sini, anak remaja menikmati, sekarang yang mereka pikirkan bagaimana menarik atau tidak di depan mereka, pengunjung rela menghabiskan waktu dengannya.


Kritik atau suggesti, jika cerita dan analisa tidak sebanding atau aku yang berlebihan, kenalan sama aku? -> firasraf@kicikku.com