Google Comeback di China, Penyakit Marketing Fraud, Apa Kabar 5G?

Perubahan sedikit bulan Agustus, pertama kamu akan menikmati konten selamanya gratis, kedua KICIKKU memberanikan diri untuk mengambil background hitam, agar pembaca tetap fokus dengan jurnal ini.

Selama menulis surat kabar ini, aku ingin mengeluh, apakah orang Indonesia bisa beradaptasi dengan tulisan ku, di mana banyak membahas industri kreatif dari seluruh dunia, cara satu – satunya ya aku harus tetap komitmen untuk mendapatkan jawaban ini.


Google akan kembali ke China

Ambisi Sundar Pichai menjadikan Google untuk seluruh sisi Global mungkin akan terkabulkan di bulan – bulan ke depan. Google sedang membangun app search engine khusus untuk pengguna China, bernama Dragonfly, fitur blacklist websites yang berlawanan dengan kebijakan China dan versi bersensor.

Dari liputan The Intercept, aplikasi ini memang diperuntukkan beradaptasi dengan pemerintahan China, selagi pengguna Internet China sudah lebih dari 95%, termasuk Android sebagai penguasa 80% pasar mobile. Proyek ini diperlakukan khusus, bikinan Custom dari tim Coder Android, perkembangannya sudah selesai, tinggal menunggu persetujuan pemerintahan China.

“Aku tidak setuju perusahaan besar dan sebuah pemerintah berkolaborasi untuk penindasan orang – orang mereka” – Pihak Sumber dokumen bocor Google ini

Opiniku, Bagaimana dengan Search Engine Baidu yang sudah lama eksis tanpa kompetisi?, sekarang malah global raksasa Google ikut permainan ini, apalagi di China, ‘Perusahaan beroperasi sana harus menyerahkan data penggunanya ke agen keamanan sana’, Ron Deibert, selaku direktur Citizen Lab merespon.

Berarti, Google dan China akan menampakkan betul manipulasi internet dan data, menguasai seluruh jajaran budaya penduduk China sana, Internet sudah berada di pengendalian yang merasa benar juga internet tidak bisa bebas seperti seni lagi.


Marketing Fraud Merajalela, Platform Menawarkan Antidote

Berarti solusi ini menandakan Influencer dan audiensi Fraudnya adalah masalah tersebarnya uang pun bisa korupsi oleh kebohongan data. Histeris nya begitu, apakah tinggi Fraudnya juga menjadi investasi kita ketika Marketing digital pun investasi utamanya. Salahkan siapa?, sedangkan konten saja selalu alur tarik menarik demi imejnya brand.

Startup Influencer Marketing dari Boston, Mavrk merasa punya jawaban, sebagai platform menghubungkan Marketing dengan pilihan Influencer dan realitas audiensi, dengan Tool membedakan rendah, tinggi dan medium risk dari fraud berdasarkan membeli audiensi juga perilaku.

CEO Mavrk ‘pelanggan kami hanya pengen sederhana, ini influncer betul pakai beli followers atau ga?’. Investasi kita sekarang terbelah menjadi dua, menghindari Fraud dan meraih audiensi.

Jadi bagaimana proses mendeteksi Fraud?

Masalahnya, Influencer Marketing masih terbawa korban melihat Influencer karena audiensinya.

Dari kolumn Digiday, Chris Staymates Izea VP: Apakah mengontrol seluruh Followers akan mencegah kebiasaan ini, Twitter, Facebook dan Google tidak akan memberi segala akses mengenai ini, justru akurasi milik mereka.

Mavrk: Kami tidak fokus dengan Engagement Influencer walaupun Influencer cenderung terjangkit Fraud, layanan kami sebagai panduan dengan kualitas konten Influencer.

Bahkan Algoritma pun tidak presisi sempurna masalah ini, Mavrk merasa susah atas sistem ini memaksa hanya mengandalkan sample angka followers untuk jawaban berapa skala indikasi Fraud Influencer.

Facebook, Twitter dan Google sering lapor followers akun palsu, sekali bikin lubang, jejak lubang tersebut tetap saja akan merugikan Influencer Marketing.


Kolumn Panjang

Ketika Sendi, Struktur Gerakan Robot tidak bergerak atas barisan Code, NYTimes mengharapkan panduan ini.

Persepsi SpaceX dan Elon Musk dibetulkan dulu dari Bloomberg Businessweek, penggerak saraf bisnis ini adalah sang presiden Gwyne Shotwell, yang bikin terbang ke luar angkasa akan semakin murah. Gagal – gagalnya sukses launch SpaceX, sebab Elon Musk mempertanggungjawabkan ambisinya terbang ke Mars.

Bapak ibu, anakmu gampang punya masa depan kalau memang kebiasaannya bermain game, cita – cita tidak perlu tinggi – tinggi kalau sudah beraksi di hadapannya. Kelihatannya menyeramkan, atau E-Sport sedang mengubah budaya anak – anak masa depan. The Verge membahasnya membandingkan Sport Gaming dengan NFL.

Jadi Seni komedi ga seperti dulu lagi di Twitter?, atau salah persepsinya Seni Komedi di Twitter meredup, sebab Tweet James Gunn salah persepsi sebagai tweet komedi, Disney berseru mengundurkan dia dari Guardians of the Galaxy 3. Bagaimana humoris menjadi bahan promosi Twitter?, Polygon membahas panjang


Saatnya koleksi baru

Monocle_Hotels_book_lay1_2048x.progressive
Src: Gestalten

Yang fantastik dari buku ini, kumpulan Essay bagaimana Hotel bisa menjadi cerita apa saja untuk seorang yang menikmati liburan untuk cinta, seni, bisnis yang menghubungkan dengan pemahaman lokal, kelihatannya bisnis Hotel harus pakai emosi juga. The Monocle Guide to Hotels, Inns & Hideaways.


Kabar Media Axios

Dari Sara Fischer, Prasangka *bias sudah lebih dari bahas politik

Melihat Kylie Jenner sukses termuda dengan bisnis make-up berita bahagia atas perjuangannya, sederhana, sudah itulah endingnya. Tidak puas,  Media pandai memberatkan cerita menghubungi segala pandangan dengan Kylie Jenner, ga tahu apakah ini kreativitasnya untuk meningkatkan obsesi atau kesengajaan seru ingin melihat jatuh?

Dorongan krisis finansial jurnalisme menyebabkan media untuk mencari cerita yang bikin audiensi meleleh atas popularitas, jika jurnalisme hanya melihat trending sebenarnya itu adalah masalah.

Jennifer Grygiel: Jurnalisme bertambahnya memanfaatkan media hanya untuk membahas hal – hal trending, ini kekhawatirannya yang memicu media berprasangka terus.

Suara orang yang membutuhkan dari berbagai kedudukan ras komunitas, apalagi untuk orang menengah ke bawah akan terlupakan.

Dari Scoot Rosenberg, Sosial Media Moderasi Konten Menentukan Brand Mereka

Custodians of the Internet & anti-social media
Custodians of the Internet & anti-social media, src: @timhighfield

Dalam Buku “Custodians of The Internet”, oleh Tarleton Gillespie, “Custodians” adalah penjaga, ketidakadilan sosial media butuh juga peran bertanggung jawab, pembersihan sebagai prinsip moderasi konten, berlaku perlindungan komunitas, institusi dan hak asasi manusia antara sesama.

Setiap sosial media, perlakuan moderasi konten berbeda – beda

Twitter bebas masalah konten porno, tapi Facebook melarang upload sedang ibu menyusui *breastfeed.

Siapa yang mau melakukannya?, tim sosial media yang mengatur kebijakan dan tahu cara menangkal panggilan komplain konten, pengguna sendiri yang punya hak untuk melapor dan semacam pihak ketiga kontraktor yang menentukan konten itu berhak atau ga.


Hasil cari Youtube video selebriti masih gamenya pemegang konspirasi

Tidak ada yang bisa melawan apa arti dari kebebasan berseni, Youtube memang memberikan peluang luas untuk Kreator dari mana pun, tak terkecuali saling melempar argumen demi kesedihan orang lain.

Hasil cari Youtube NBC telusuri dari Tom Hanks, kita berharap siapa dirinya Tom Hanks, justru NBC telusuri video Tom Hanks tentang salahan konspirasi sebagai pedofil, dari hasil cariku, ga ada masalah tentangnya. Youtube merespon, kami sedang berusaha terbaik untuk telurusan informasi dan otoritas informasi terpercaya sebagai hasil pertama untuk berbagai macam kategori.


Berita Q3, Sumber: Bloomberg Technology

Apple menjual 41.3 juta iPhone di Q3, dengan revenue 29.9 Milliar dollar Amerika, nilai saham melompat 3.5% hari rabu kemarin. Menuju sebagai perusahaan pertama Amerika bernilai 1 Trilliun, sambil Amazon mengejar – Bloomberg Technology

Perhatianku berasal dari perwakilan Jepang, Sony menang berkat penjualan PlayStation, hingga revenue bernilai 1.95 triliun yen, dari ekspetasi 1.87 trillion yen. Penjualan unit PlayStasion mengambil angka 17 juta dari 16 juta. Nilai saham terbang hingga 5.4% di Tokyo trading, memecahkan rekor dari tahun 2008.

Kuarter berat untuk Samsung, kabar turunnya harus tergantung dari turunnya permintaan Smartphone, apalagi perhatiannya tenggelam di pasar Smartphone dari China, Huawei dan Xiaomi. Total penjualan 58.5 trillion won dari operating profit *penjualan laba 14.9 trillion won. 2Q berakhir di bulan Juni, profit 9.8 milliar US Dollar, estimasi 10.3 milliar US dollar.


Jadi Apa Kabar 5G?

Kelihatannya Nokia mulai menampakkan ambisi 5G, dari surat kabar Hustle, perusahaan telekomunikasi masih terhambat untuk mengakui imigrasi infrastruktur 5G yang biaya aset sangat memberatkan sejagat generasi.

Pandangan konsumen, 5G adalah penampakan internet menuju kecepatan cahaya. Dan Nokia akan menjadi supplier pertama, setelah deal 3.5 US Dollar bersama T-Mobile dengan teknologi berbasis cloud-connected hardware AirScale radio access, Hustle berkhayal 5G adalah kasing airsealed yang akan menetralisir seluruh bangunan industri.

Berpikir jauh juga dengan kompetitor, antara China milik Huawei dan Sweden Ericsson, dari Reuters, setelah bermasalah performa performa supply 4G di awal merintis tahun 2018.


Sedang Membaca

Bersyukur masih ada, jiwa muda yang menikmati Art Critique dan gaya kritik mereka pun berbeda dengan generasi senioritas, Duo perempuan dari Inggris berumur 24 tahun sejak 2015 menulis tentang seni di The White Pube – SSENSE

Bagaimana Streetwear brand Supreme dari Underground hingga menjadi bisnis bernilai 1 milliar US Dollar, ‘Supreme juga bisa IPO, seperti Michael Cors’, Supreme termasuk brand yang konsisten dan disiplin, itulah kenapa kualitas mereka sebanding selalu eksklusif. – Business of Fashion


Silakan beri masukan, kritik dan suggesti, jika ingin berteman lebih dari friend request, atau pengen ngopi bareng -> firasraf@kicikku.com