Sekian Menjadi ‘Dont Be Evil’

Meminimalisir teknologi?, boleh juga. Dua hari kemarin sekejap men-tweet tentang desain buku, mengingatkan ku cita – citaku sebagai KICIKKU Store menjual buku karya seni dari seluruh dunia.

Sehingga kolumn – kolumnku terhadap dunia teknologi, apalagi para raksasa, berpikir, kenapa aku harus obsesi perhatian mereka?, jatuh bangun mereka terlanjur merusak dan mengupas peradaban karena teknologi untuk teknologi.

https://twitter.com/firasraf/status/1025687115495927808

KICIKKU harus lebih spesifik lagi tentang industri kreatif sekarang, apalagi desain sudah masuk ke dunia ku sejak SMA, teknologi membuat kita liar, lupa meraih bahagia sederhana, haus terbiasa pemikiran tak pandai bersyukur, mengingatkanku Deadsec di Watch Dogs 2, sempat bermain, ya inilah seninya.

Semakin hari, semakin ingin belajar, apa niat dari produktif menulis blog ini, kalau memang teknologi salah tentang dunia memikirkan idealisme-nya sendiri, tulisan ini pun mampu untuk mengarahkan sekitar, kalau memang teknologi benar tentang kebutuhan dunia, tulisan ini hanya mendramatisir bahwa ini tidak sempurna, sukanya mengkritik.

Sebagai balasannya, aku tidak peduli Google itu jahat atau tidak karena slogan ‘Dont Be Evil’, bagaimana mereka menginjak – injak dari layanan gratisnya, Apple akan lemah kalau orang tidak beli iPhone lagi atau produknya memang setara mahal, tak peduli Facebook selalu mengambil data – data dirimu. Kita sudah tenggelam berada di dunianya, puluhan kali ku berkata, prioritas kita teralihkan oleh mereka, masalah demi masalah.

Jika para raksasa ini sudah menenggelamkan dirimu, tandanya masih ada harapan, kembali lagi ke pilihan, mau habiskan waktu di Instagram sambil carikan Facebook uang?, ingin bertahan 2 rugi membangun Ecommerce dengan ambisi mu sendiri demi bahagia?, atau hapus akun FBmu sekarang demi karir nafkah untuk menikahi anak orang?, terserah semua kembali lagi ke pilihan.

Dan aku terambang oleh pilihan, duduk diam dan asyik imajinasi obsesi dunia desain atau berseru atas apa yang pelaku teknologi lakukan atas kemunafikannya untuk keuntungan sendiri, bayangkan betapa beratnya kalau sudah di tengah jalan, karena tulisan – tulisan kemarin, KICIKKU sendiri masih berjuang untuk menghidupkannya sebagai bisnis. 

Karena keserakahanku, terlalu mementingkan diri sendiri, tidak disiplin terhadap konten, merasa benar sendiri, lupa kalau semuanya butuh gagal pertama.

Sekian untuk memulai Agustus terdepan, KICIKKU akan lebih hype terhadap industri desain dan seni, apalagi buku dan publikasi. Ada saatnya menggelembungkan suara kalau teknologi sudah meninggalkan luka dalam untuk pengguna dan yang harus ku perhatikan, jangan sampai kreativitas ini statistik seperti aliran hubungan data yang menjatuhkan satu sama lain.

KICIKKU – Agustus 2018