Sejarah dan Eksistensi Seni Kontemporer Singapore

Histories, Practices, Interventions: A Reader in Singapore Contemporary Art, buku kumpulan jurnal dari beragam seniman Singapura tentang pemikirannya seni kontemporari di negeri tanah baru ini, dalam rangka eksistensinya sejak tahun 1970.

Selain membahas sejarah pengaruhnya, dari komunitas, institusi serta partisipasi publik juga tertulis di pembahasan ini. Singapore sebagai negara transformasi juga peduli untuk menyumbangkan suara seninya. Bagian terakhir ketiga tentang penerapannya hingga sekarang ‘Practising The Contemporary: Art as Expanded Field’.

Buku ini dikemas oleh Jeffrey San, Seng Yu Jin dan Lasalle College of Arts.

Dari kata pengantarnya, kembali lagi ke definisi ‘Apa itu Contemporary Art?’, selama memilih tulisan – tulisan untuk pembukuan ini, proses tersebut menjajarkan antara sejarah dan ambisi, serta apa yang membuatnya beda dari seni lain.

Dari rangkuman SG Study Blog

Ketika Sebuah Hasil Menggerakkan Proses, tujuan kita hanya tempat yang sudah dilalui. Ketika Proses Menggerakkan Sebuah Hasil, mungkin kita tidak tahu apa tujuannya, tapi kita tahu kita akan di sana – Bruce Mau

Cheo Chai-Hiang (New Art, New Concepts): Menolak total tentang formalisme, ada partisipasi audiense, gunakan material sederhana dan objek biasa, tidak mencerminkan objek tersebut sebagai seni.

Sebagai contoh praktis terkenal, seniman Singapore Tang Da Wu dengan karyanya ‘Don’t Give Money to the Arts, menskenariokan momen ekspresionis tentang masalah budaya seni sekarang. Karya ini dipamerikan di National Gallery Singapore.

Dont' Give Money to the Arts

by Ivan Lian (Flickr)

Beli di BooksActually Singapore

Kinokuniya Singapore

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.