Kenya Hara Sebagai Desain di antara Desain

Desainer kalau menyebutnya desainer, walaupun profesinya dia anggap grafis desainer, dia tetap bisa mendesain apapun. Itu pertanyaan tak perlu diperpanjang lagi, buktinya sudah sama Kenya Hara, dia menyebut dirinya ‘grafis desainer’ dari Jepang, setelah melihat segudang karyanya, tidak hanya grafis desain tangannya main, arsitek, kemasan, produk juga punya racikannya sendiri.

Dari buku Paul Barbera, Where They Create: Japan, Kenya Hara mendefinisikan dirinya

Grafis desain sendiri tidak lagi satu kategori, sudah meliput desain komunikasi, desain packaging, produk desain dan banyak lagi. Selebihnya, visual tanda harus direncanakan dengan arsitektur, secara naluri pekerjaanku sudah mengambil keseluruhan konteks visual komunikasi

Kolumn ini fokus bersama pendidikan apa yang bisa dipetik dari Kenya Hara, terkenal karena filsafatnya. Beliau memahami dan bercerita cara melihat prospek kebutuhan sehari – hari sekarang, dalam jangka panjang menjadi narasi.

Memulai dari tulisan pendek ‘PROSPECTS | THINKING’

Dalam ‘Energy’, Kenya memulai ‘Jepang tidak punya energi’:

‘Khawatir antara menyeimbangkan antara kecepatan pengembangan energi serta konsumsinya, namun, perkembangan teknologi menyebabkan meningkatkan efisiensi konsumsi energi sekarang.

Teknologi dengan rasa dan kontrol akan mengurangi penggunaan energi daerah tak berduduk, mobil – mobil yang hanya berisi kursi supir sendirian, menyebabkan kemacetan serius, mungkin mulai Berkurang juga.

Beradaptasi dari supir sendirian hingga kebersamaan ‘mobile’, efisiensi tinggi travel berbasis self-driving akan mengurangi populasi kendaraan tersebut. Dari sini akan mengganti cara menyeimbangkan antara produksi dan konsumsi energi.

Tulisan pendek ini, desainer mengakui kelemahan Jepang, dan terpandang naluriah bagaimana populasi sekarang mencemarkan energinya.

Mengaitkan tulisan selanjutnya ‘From Drive To Mobile’, Kenya Hara menganggap masa depan ‘Mobility’ bukan sebagai transportasi, lebih kepada tempat relaks.

Mungkin manusia keliru tentang mobil tanpa supir itu agak beresiko. Tidak susah membayangkan antara khusus jalan mobil tanpa awak dengan kecepatan 200km/jam dengan keamanan super canggih atau khusus jalan mobil biasa aturan sama kecepatan lambat, masih kemungkinan kecelakaan.

Evolusi sistem distribusi autonomous, berpikir luas akan mengubah dan berkontribusi budaya masyarakat cara kita berhubungan, termasuk penduduk yang terisolasi.

Prediksi desainer sebelum mereka menjatuhkannya sebagai material hubungan manusia. Kenya Hara percaya jangka panjang ‘Autonomous’, konsep baru untuk menyatukan industri keberagaman manusia.

Dan terakhir, ‘Education of Desire’, tulisan ini mengindahkan pendidikan desain, antara menggairahkan proses objekmu juga memahami gairah pengguna objek.

Objek di depan mata banyak orang dikelilingi sebuah gairah dan sebuah fondasi agar budaya menumbuhkannya berkat siklus dan keterkaitannya. Kunci dari desain adalah partisipasi fondasi tersebut.


Sebagai Penulis Buku

Kenya Hara sudah membuahkan buku pemikirannya dalam berbagai bahasa, kerja samanya antara Lars-Mueler, penerbit dari Swiss menasehati beliau ‘Kalau buku ini ingin jadi buku desain, kamu harus sebagai penulis’.

Designing Design

designing-design-2

Designing Design via Minimalissimo

Eksplorasi desain sederhana filsafat Kenya Hara, mengangkat tradisional Jepang, Kenya Hara telah membuktikan penerapan tersebut menjadi bukti karya – karyanya, telah terbit September 2017. Dan ini atas pengalamannya sebagai pembelajarannya.

White

white

White via Minimalissimo

 

Berlawanan universal warna, karya satu ini menguasai kekuatan ‘putih’. Ambil saja contoh bendera Jepang lingkaran merah kecil di tengah dan sisanya mengambil makna signifikan putih.

Dari ulasan Design Boom: ‘Kita akan mengerti kata – kata seperti ‘tranquility’ *jernih atau ‘emptiness’ *suci, sambil memahami apa yang pasif di antara mereka, sebagai perhatian kita menjadi putih, dunianya semakin banyak mengumpulkan cahaya, dan bayangan shadows menampakkan dalam dari sudutnya.’. Terbit Juli 2017

Ex-Formation

ex-formation-angle1

Ex-Formation via Minimalissimo

Buku ini rekomendasi untuk orang Marketing mengambil perhatian pasar, orang terasa langsung jatuh cinta melihatnya, karena ada sesuatu baru unik bikin penasaran, kalau sudah terasa basi orang sudah anggap normal. Buku ini memperlakukan kamu, Puzzle pun tidak seharusnya berada tempatnya, membolak – balikkan keadaan yang telah terjadi dari imajinasi kamu. Terbit Agustus 2017.

Ketiga buku ini terasa satu paket, mungkin di satu buku akan mensamarkan penasaran untuk buku lainnya, membuka antara ketiga misteri dari Kenya Hara, ku sarankan langsung beli ketiga – tigannya.


Karya – karyannya

Selaku profesor Musasiho Art University dan institut dirinya, HARA DESIGN INSTITUTE, belum sah mengulas karya – karyanya.

Toko buku modern Jepang, Tsutaya Books

l8

Tsutaya Books – Kenya Hara

Posisi Kenya Hara merombak identitas brand, menonjol di sini apa yang diisi sebagai gaya tulisan brand Typo, lingkaran – lingkaran kecil membentuk huruf, untuk nampak materialistis, papan setiap nama memiliki sistem titik kecil lingkaran dan biarkan tanda grafis menyesuaikan konsep material tersebut, papan tersebut akan kelihatan tidak menonjol untuk penanda kategori jajaran toko buku.

Power Lounge

6

Kenya Hara – Power Lounge

Keseluruhan arsitektur juga furnitur yang harus kamu perhatikan, ketika sisi meja depan untuk pelanggan menyatu dengan tempat Chord dan tidak menampakkan kelebihan, ada sisi ruangan kecil tersisa di sampingnya, mungkin orang berpikir sekali lagi akan mengerti untuk apa objek menggantung dengan ujungnya naik ke atas, seperti memberikan tanda – tanda untuk orang di hadapannya.

HOUSE VISION 2 2016 TOKYO EXHIBITION

1

House Vision 2 2016 Tokyo Exhibition – Kenya Hara

Jepang dengan kayu itu sudah seperti sikat gigi dengan pastanya, pameran ini adalah suatu kolaborasi antara beberapa arsitektur dan desainer dari Jepang. Melihatnya kelihatan mewah, nilainya masih sederhana dari bumi, Kenya Hara merempah kesempatan ini.

Olympic Beijing 2008

1-1

Kesan pertama ku kira illustrasi otak, setelah dipelajari lagi brandnya, perkumpulan orang sedang melakukan aktivitas olahraganya, sesuai kategori permainan olimpiade. Ini grafis jenius ku akui dari Karya Hara, anatomi desain grafis harus diperuntukkan berdasarkan proses, karena mewujudkannya akan hadir dalam berbagai media, bukannya desain komunikasi rumusan siap siaga visual?

Silakan melihat karya terbaik Kenya Hara lainnya di portfolionya, terlebih kamu harus bingung dulu cara mengapresiasinya.


Website – Kenya Hara

Silakan suggesti, kritik, pertanyaan atau mau nitip beli buku Kenya Hara -> firasraf@kicikku.com

Gambar utama atas dari halaman portrait buku Paul Barbera, Where They Create: Japan