Search and Hit Enter

Tidak Ada yang Gratis, Youtube Views Pakai Beli

Minggu ini kondisi produktif lagi buruk, topik Letters of Idea dua minggu ini fokus YouTube, kenapa tulisan teknologi lebih sensitif terhadap sistem yang sangat berpengaruh dampak budaya masyarakat?, politik, ekonomi, kita sudah prediksi sudah tahu bagaimana ambisi Facebook untuk menyatukan orang – orang di kalangan masing – masing, sering berbuah pahit daripada berita bahagia fitur yang mereka rilis.

Bagaimana Instagram menjadi pasar baru untuk berjualan dan menaikkan rasa gairah Brand, apalagi cerminan tak terhindari ini sangat menggunakan Instagram?

Sebenarnya aku ingin membahas investigasi Reuters bagaimana Facebook kalah bertanggung jawab konten di Myanmar, membuat umat muslim serta Rohingnya, menderita atas perbuatan orang mayoritas sana. Keduluan ku share di Twitter.

Berita – berita seperti ini lebih tajam emosionalnya daripada apa yang sedang Boeing lakukan agar pesawat sekarang tidak lagi menggunakan Pilot atau harga minyak karena sudah murah, perusahaan Infrastruktur energi kincir angin dari China menarik pembeli tinggi. Apalagi kamu yang merasa harus tergantung platform media ini, yang kamu inginkan hanyalah mereka terkelabui oleh perhatianmu.

Dan gara – gara pancingan begini terus, lupa bahwa aku harus menulis desain. Desain bisa bicara apa?


Tidak Ada Yang Gratis, Youtube Views Pakai Beli

Reporter NYtimes melakukan eksperimen membuat akunnya sendiri, mengupload dua tiga video dan membeli views dengan sembilan Vendor berbeda, apa hasilnya?

Tidak mengejutkan mendengarnya, ‘Youtube Views, mata uang kredibilitas Kreator’, dari tulisan ini, berada di tengah antara orang yang membeli dan orang yang menjual. Orang yang membeli pun kelihatannya sedikit egois, penulis puisi untuk mempromosikan videonya dengan membeli views dengan Vendor, hasilnya ‘Melihat angka tinggi Views-nya memuaskan, tapi tidak menyentuh angka penjualan’. Sayang sekali, setidaknya promosi tersebut masuk rangking hasil pencariannya.

Pihak penjual, tidak main – main menghasilkan aset hingga ratusan ribu US Dollar. Pihak Youtube sendiri sangat berat aksi bisnis seperti ini, semakin anak perusahaan Google ini mencegah perfoma Bot Views tersebut, sang Vendor sudah keduluan canggih untuk menyerang lebih hebat. Bahkan YouTube terpaksa mengakui kelemahannya.

Walaupun penjualan mutlak atau keuntungan biasa dari mendapat Views tinggi masih belum berpengaruh. Bisnis ini sudah jasa biasa, melihatnya pun tidak kotor atau ‘haram’, tidak terkejut juga karena sosial media Facebook dan Instagram termasuk sarang mereka, bukannya Indonesia juga punya jasa ini?

Mencernakan dari sini, YouTube berhasil mengajak kreator seluruh dunia terus memompa konten, sebagai media Video yang tak akan terhindari. Jangka panjangnya begitu, melihat Kreator – kreator besar dengan kehidupan nyaman, sukses sebagai Youtuber, kemewahannya menginspirasi Kreator kecil juga ingin masuk ke cita – cita seperti ini, hingga membuatmu ingin jalan – jalan keliling dunia, ribuan video dengan tema ‘satu’ kota sama.

Kreator kecil tumbuh, Kreator besar semakin besar, susah menyeimbangkan, akhirnya kreator kecil tetap kecil. Karena inspirasi demikian, kita terlalu banyak diberi pilihan mengkonsumsi konten. Dan kamu merasa tidak sabar atas sikap ini, pertanyaannya siap melawan egois?

Setelah kamu membelinya, jejaknya akan tertinggal lama permanen, tidak masalah kalau memang merasa hanya ingin menaikkan Views. Tapi, jika demi keuntungan realitas bisnismu, jangan sampai investasi tersebut keluar dari dompetmu sendiri.

Vendor berkaitan: 500views.com pendapatan 30 ribu US Dollar per bulan, devumi.com menghasilkan 1.2 juta US Dollar dari menjual 196 juta views Youtube, GetLinks.click, SMMKings.com


Bacaan Seharusnya

Andy Greenberg, Penulis Senior Wired bercerita kasus NotPetya, Serangan Siber deretan tulisan kriminal kode dari Rusia menyerang infrastruktur Ukraina, juga berpengaruh dampak dunia – Cover terbaru WIRED

Rusia dan Iran terbukti membuat ratusan akun halaman palsu, Facebook menghapusnya sebanyak 652 halaman – BuzzFeed News

$12,350 untuk satu pasang sepatu Adidas, berita biasa untuk peran Hype, opini pasar fashion Sneaker – Business of Fashion

Konsumen belanja baju hanya untuk pos Instagram, setelah itu dibalikkan, ga nyangka ada hak seperti ini – Quartz

Untungnya Spotify dan Streaming lainnya beserta platform App mereka tidak terpengaruh pemblokir iklan, ya masalahnya terpaksa harus diterima di web. – DigiDay

%d blogger menyukai ini: