Search and Hit Enter

Zeynep Tufekci tentang Generasi Diktator Digital

Ada perubahan struktur Letters of Idea, untuk judul aku akan fokus dalam topik utama dan setiap isu, membahas dua atau tiga kolumn, agar aku bisa konsisten untuk mengambil kesimpulan dan menjadi referensi untuk isu selanjutnya.

Aku mengakui terlalu banyak mengambil referensi, akan terlalu gegabah untuk mengaturnya. Karena kebetulan kebanyakan artikel dari Inggris, aku harus memahaminya terlebih dahulu dan menuangkan ke Bahasa. Pembaca pun bisa menerima ringan untuk bacaan segarnya, entah itu diupload pagi atau malam, aku masih belum bisa mengatur waktu, untuk menulis jurnal ini secara berkala.

Pembahasan hari ini adalah Internet kritik Zeynep Tufekci tentang dampak baru sosial media sekarang, pertanyaan pertanyaan selalu berdatangan tanpa jawaban singkat, bagaimana Trello terpaksa mengekspos infrastruktur web pemerintahan Inggris dan Kanada, juga Instagram selalu menambah budaya untuk orang yang memanfaatkannya.


Visi Misi Kerajaan Sosial Media, Realitas Misinformasi dan Ambisi ‘Lebih Terbuka’

Aku memanggil-nya kerajaan

Jajaran keseluruhan sistem kerajaan internet dari narasi Technology Review Zeynep Tufekci, mengambil gambar besar, masihnya gagal kerajaan – kerajaan pemegang gelombang informasi, Facebook, Twitter dan Google, mempengaruhi konsumsi informasi, kebalikannya menjadi pandu untuk keuntungan mereka.

Zeynep Tufekci menyadari keamanan globalisasi digital ini bukan hanya supercomputer atau ahli cryptography, tapi kenapa manusia mudahnya terambang kelebihan konsumsi informasi. Ini perhatian selanjutnya mengerti arti ‘perhatian’ era digital.

‘Memecah belahkan para kerajaan ini bukan berarti mengganti permainan bisnis online melahirkan banyak perusahaan kecil dengan teknik sama data surveillance, target spesifik kelompok pengguna’.

Keuntungan politik memanfaatkan platform, kebencian lebih efektif daripada membagikan harapan sebagai senjata terkuat untuk mempengaruhi orang, termasuk generasi diktator begitu kreatif menembakkannya, apalagi generasi milennials, entah itu ingin menjatuhkan orang, memanas – manasi kubu lain, menjatuhkan negara lain, hingga titik darah penderitaan meluap.

Betul, sosial media telah merealisasikan apa arti ‘lebih terbuka’.

Ini adalah internet malas, lebih enak menikmati konten dengan judul viral, menguntungkan klik mereka. Di mana sumber terpercaya dan legenda, terpaksa harus bersaing berat, bahkan hilang konsistensi, walaupun sehebat apa seni mereka keluarkan sebagai media, sosial media tetap melihatmu sama kedudukan, jika artikel dengan judul bikin emosi, saatnya kerajaan mengambil keuntungan.


Hasil Kerja Trello-mu Bisa Nampak di Google

Entah Trello sengaja menampakkan kolaborasi performa karya – karyamu di pencarian Google, atau ini konsekuensi karena gratis?. Kita ambil pelajaran jurnal The Intercept, pemerintahan Kanada dan Inggris masalahnya terbuka internal pekerjaan mereka di laporan Trello.

Dari penemuan ahli Cyber Security Kushgara Pathak, menemukan 25 halaman Trello dari jajaran pemerintahan Inggris, 25 halaman berbeda pemerintahan Kanada lebih banyak menyimpan info rahasia. Opini penulis, adaptasi Trello memang diangkat manajer proyekmu, tapi juga bisa potensi cara baru membagikan konten jahat atau cara baru kamu ingin menyampaikan sesuatu.

Parahnya yang tertera adalah manajemen server mereka, administrasi IT, web hosting, terjalar sudah infrastruktur mereka di depan publik, pemain nakal atau baik, memang di kalangan peran pengembang Internet, Trello pilihan populer untuk mengatur proyekmu, apa demikian karena pemerintah ingin berinovasi, serta merta Trello menjadi standar mereka.

Dari artikel Kim Zetter (Free Code Camp), Cara menemukan Trello Boards di Google, tulis dengan format:

Inurl: https://trello.com AND intext: @gmail.com AND intext: password

Setelah itu, Google akan menunjukkan di mana pengguna Trello yang menuliskan email serta passwordnya.

Masalahnya, kita tidak menyadari ini, karena ini menganggap sistem budaya privasi, di mana publik belum tentu bisa mengaksesnya. Bahkan disiplin, bedakan antara kamu berkolaborasi dengan akses informasi sensitif atau hanya sekedar berbagi daftar ‘artis populer juga sebagai pengusaha’. Kalau memang ada privasi, sedikit ribet, kontak Trello dulu.


Cara Berbagi Akun Instagram untuk persembahan Keluarga

Dari artikel Wired, tidak perlu masing – masing akun suami istri harus membagikan foto bermainnya anak sama, terpaksa kalangan dekat pun harus melihatnya dua kali.

Bukan hanya pasangan keluarga muda, akun Instagram berbagi sudah terbiasa untuk komunitas, bisnis yang bertanggung jawab atas konten, atau geng anak muda. Dari tulisan ini, yang menarik dari cerita pasangan muda.

Belum tentu suami tidak menunjukkan diri sebenarnya di akun sendiri dan istri pun demikian, jika mereka punya akun saling berbagi, secara tidak sengaja dari kebersamaannya, mereka menempelkan diri sebenarnya. Setelah sang istri memutuskan untuk membuat akun keluarga, Instagram mengunci akunnya selama 24 jam, karena terlalu cepat follows kalangan kerabatnya sekitar 200 orang, dari jumlah akun gabungan antara suami istri.

Tanggung jawabnya, misalnya ada orang bereaksi dengan perwakilan konten kita, anggap saja ini kesalahan bersama dan merasa tidak perlu rasa mengambil hati menghadapi komentar orang, sebagai akun keluarga, ‘berarti keputusan bersama’.

Baca juga: Membagikan konten sponsor untuk ribuan followers Instagram, bisnis menguntungkan kalangan remaja SMA menghasilkan uang, masuk pekerjaan menikmati musim panas, lumayan anak 13 tahun dapat ratusan dollar, jangan ikuti caranya, mereka sudah keduluan tahu permainannya.


Edisi baru Kinfolk, Print Special

kinfolk-print-edition

Edisi ke 29 ini, Kinfolk akan mengajarkan kamu cara menjadi lambat, belajar menerima ketidaksempurnaanmu, berlawanan dengan penyebaran informasi sekarang, edisi 29, ku sarankan beli di toko buku terdekat internasionalmu, penasaran kenapa kita tidak bisa romantis lagi seperti orang terdahulu saling menulis surat cinta?


Silakan komentar, suggesti atau perkenalan, tanya jawab -> firasraf@kicikku.com

%d blogger menyukai ini: